Oleh: Marius Goo
Pengantar
Dogiyai adalah kata yang tidak asing didengar oleh segenap manusia semesta. Apa lagi dengan penduduknya dengan kurang lebih 116.008 jiwa. Dogiyai dikenal bukan saja karena kekayaan alam yang melimpah namun karena stigma negatif yang sering dipandang sebagia manusia pengacau dan sekaligus negeri kacau. Ketika kata Dogiyai masuk di telinga orang tertentu, yang ada di dalam benak adalah tukang bakar-bakar, pengacau, anarkis, dan tanggapan-tanggapan negatif serupa lainnya. pertanyaannya, benarkah demikian? Bagaimana dari CPNS formasi 2024, 710 diangkat jadi PNS Dogiyai mengubah (membalikan) stigma buruk ini?
Kata “Dogiyai Sayang”
Dogiyai adalah nama sebuah gunung yang terletak antara Lembah Kamu dan Pegunungan Mapia. Nama gunung ini dijadikan sebagai nama Kabupaten. Berkaitan dengan menjadikan nama gunung Dogiyai yang dijadikan sebagai nama Kabupaten menuai pro dan kontra hingga saat ini. Sering nama Nama Kabupaten disalahkan, padahal cara berada dan berprilaku manusia yang keliru. Sebenarnya, kesalahan (kekacauan) di Dogiyai bukan karena nama, namun orang-orang yang ada di Dogiyai menempatkan diri secara salah dan tidak professional, baik orang asli Dogiyai, maupun orang pendatang yang ada di Dogiyai.
Frase “Dogiyai Sayang” sering disingkat dengan “DoSa”, bahkan dijadikan sebagai salah satu “nama club” sepak bola Dogiyai. Frase Dogiyai sayang memiliki makna penting dan memikat hati orang Dogiyai atau orang-orang di Dogiyai yang mencintai tanah maupun manusia Dogiyai, namun menjadi rancu dan kedengaran terganggu ketika “Dogiyai sayang” disingkat menjadi “dosa”. kedengaran terganggu karena definisi dari kata dosa adalah “tindakan yang melanggar aturan atau norma yang ditetapkan, terutama dalam konteks agama. Dalam agama, dosa sering dikaitkan dengan pelanggaran terhadap perintah atau hukum Tuhan, dan bisa berdampak pada hubungan manusia dengan Tuhan menjadi terputus dan menuai maut.”
Dogiyai sayang atau sayang Dogiyai dapat menjadi simbol ungkapan untuk mencintai Dogiyai dengan sepenuh hati dan segenap jiwa –raga, hanya menjadi negatif dan mengganggu kaum beragam (beriman), katika disingkat menjadi “dosa”, maka kaum netizen yang selalu menggunakan baiknya diubah, bila perlu ditiadakan.
710 PNS Dogiyai dan Masa Depan Dogiyai
Kepada 710 orang-orang terpilih yang akan berkarya di Dogiyai dengan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dogiyai semuanya selamat sukses. Kehadiran anda adalah kebanggaan manusia Dogiyai, alam Dogiyai dan Tuhan Dogiyai. Harapan dari manusia, alam dan Tuhan Dogiyai adalah datang berbakti dan melayani Dogiyai menjadi Dou Ena (Dogiyai jaya).
Dari harapan ini, kepada saudara-saudari yang telah diangkat menjadi PNS di lingkungan pemerintahan Kabupaten Dogiyai supaya:
Pertama, layanilah rakyat Dogiyai dengan sepenuh hati dan penuh cinta. Artinya, PNS yang baru diangkat aktif di tempat tugas, rajin dan disiplin masuk kantor.
Kedua, Kerja di Dogiyai dan dari Dogiyai, ambil gaji di Dogiyai dan habiskan jadi di Dogiyai. Karena kami (orang Dogiyai, alam Dogiyai dan Tuhan Dogiyai) menerima anda dengan sepenuh hati, makan melayani kami dengan sepenuh hati.
Ketiga, Sama-sama mengubah stigma buruk tentang Dogiyai menjadi Dogiyai Dou Ena. Di dalam benak orang tertentu mendengar kata “Dogiyai” berarti “kacau atau pengacau dan perusak”. Bagi orang tertentu tidak ada sesuatu yang baik di Dogiyai, yang ada perusak dan pengacau situasi. Untuk mengobati pandangan buruh ini, butuh campur tangan semua stakeholder, termasuk PNS yang baru diangkat untuk sama-sama mendiagnosa dan mencari cara-cara pencegahan dan penanganan yang cepat, tepat dan akurat sehingga Dogiyai jaya bagi Papua dan dunia.
Penutup
Untuk para saudara-saudari yang telah menjadi Pegawai Negeri Sipil di Dogiyai selamat dan menjadi kebanggaan bagi diri sendiri juga keluarga anda, tetapi lebih dari itu satu dukungan bagi alam, manusia dan Tuhan Dogiyai dalam upaya-upaya mencari opsi pemulihan, perbaikan, pengobatan dan pembaharuan dunia Dogiyai. 710 orang PNS Dogiyai yang diangkat bukanlah jumlah yang sedikit. Jumlah yang banyak itu juga mau menunjukkan bahwa Dogiyai dapat menjadi rumah bagi orang lain, Kabupaten lain yang diterima dan dapat jadi PNS di Dogiyai. Karena itu Dogiyai menjadi penyatu dan pemersatu. Harapannya, persatuan dan kekompakan dalam membangun Dogiyai menjadi dou ena, harus menjadi cita-cita dan tujuan bersama. Alam dan Allah Dogiyai bersama anda sekalian.
Penulis adalah Penjaga Akar Rumput Dogiyai