Oleh: Marius Goo S.S., M.Fil
Pengantar
Orang beriman Kristiani melakukan devosi dengan tujuan untuk hidup selalu dalam kehadiran Allah. Mereka menjauhkan diri dari keseharian atau kerutinan hidup dan masuk dalam hidup yang penuh keheningan dan ketenangan untuk dipenuhi oleh Roh, sehingga Roh menjadi penuh (mengalami konsolasi). Dengan kepenuhan Roh, orang Kristen dapat melakukan tanda-tanda dan mujizat-mujizat dalam kehidupan nyata, karena dilindungi oleh Allah sendiri. Salah satu dari berbagai devosi umat Kristen Katolik adalah devosi kepada bunda Maria. Berdevosi kepada bunda Maria adalah bagian dari kedekatan umat manusia (orang Kristen Katolik) kepada Bunda Maria yang adalah ibunda Yesus, agar bunda Maria mengantar setiap orang yang berkeluh kesah kepada Yesus Puteranya, sehingga Yesus menerima dan mengabulkan permintaan ibunda-Nya. Melalui devosi, orang beriman memiliki kasih yang penuh kepada Allah: untuk mengasihi-Nya dengan segenap hati, jiwa dan kekuatan.
Devosi
Devosi adalah bentuk peribadatan dalam agama Katolik yang bersifat pribadi dan ditujukkan untuk memperdalam iman kepada Allah serta hubungan dengan para orang kudus. Devosi digunakan untuk menggambarkan praktek eksternal (doa-doa, lagu-lagu, pujian, pelaksanaan suatu kegiatan rohani, kebiasaan-kebiasaan kerohanian yang dihidupi. Dihidupkan oleh sikap iman, praktek-praktek tersebut menyatakan hubungan yang khusus antara umat beriman dengan Pribadi Allah (Bapa, Putera dan Roh Kudus), atau kepada bunda Maria, para orang kudus atau para malaikat dalam kesatuan Allah Tritunggal Mahakudus.
Umat Katolik berdevosi kepada orang-orang kudus melalui sarana medali, relikwi, Rosario ataupun scapular, dll. Semua itu hanya sarana pendukung dalam berdevosi, karena lebih utama dan pertama adalah berdevosi (berdoa) kepada Allah Tritunggal Mahakudus, artinya melalui benda-benda yang digunakan dan juga melalui kepengantaraan orang-orang suci, Allah Tritunggal Mahakudus disembah, sekaligus kedekatan hubunga antara manusia dan Allah terbangun dengan sempurna.
Secara singkat devosi disingkat sebagai kesigapan dan kegairahan hidup rohani, yang melaluinya kasih Allah bekerja dalam diri setiap orang yang berdevosi, sehingga dengan kepenuhan Roh Allah dapat mengubah dunia. Devosi tidak hanya membuat kita (orang yang berdevosi) aktif, bersedia dan rajin dalam melaksanakan perintah Tuhan, tetapi terlebih lagi devosi melakukan semua perbuatan baik dengan penuh kekuatan ilahi (adikodrati), karena didorong oleh kepenuhan Roh Allah.
Umat Katolik memiliki beraneka macam devosi. Devosi kepada para santa dan santo, devosi kepada para malaikat, devosi kepada salah satu bagian dari tubuh Yesus: misalnya Tubuh Yesus sendiri (pada Salib Yesus, Hati Yesus yang Mahakudus), Devosi kepada bunda Maria. Tulisan ini mau membahas tentang devosi kepada bunda Maria: peran bunda Maria dalam mengubah dunia, terlebih kehidupan manusia yang membutuhkan kerahimannya. Bunda Maria sebagai mama bagi seluruh bangsa manusia senantiasa hadir menyertai manusia di sepanjang hidup manusia sebagai anak-anaknya, yang dengan rela menerima Yesus untuk menyelamatkan umat manusia.
Devosi kepada Bunda Maria
Bunda Maria adalah ibunda Yesus Kristus dan bunda semua manusia di dunia, sehingga Yesus menjadi saudara dari semua manusia pula. Yesus menjadi Kakak sulung dari semua manusia. Bunda Maria mengambil peran utama dan sentral dalam menyelamatkan bangsa manusia.
Berdevosi kepada bunda Maria adalah bentuk penghormatan dari dan oleh umat Kristen Katolik kepada bunda Maria, ibu Yesus sebagai bagian dari kehidupan rohani, untuk memperoleh kepenuhan rohani. Devosi Marial (hyperdulia) adalah seluruh kebaktian kepada Maria ibu Yesus dari Nazaret dalam bentuk penghormatan karena rasa kagum dan bangga pada bunda Maria, karena melaluinya Yesus Putera Allah dilahirkan untuk keselamatan umat manusia. Pokok utama menghormati (berdevosi) kepada bunda Maria, yang adalah ibunda Yesus adalah:
Pertama, Karena bunda Maria dipilih oleh Allah secara istimewa untuk menjadi bunda Tuhan Yesus Kristus Juru selamat manusia. Piliha ini berdampak pada perkembangan dan peziarahan Gereja sepanjang sejarah.
Kedua, Karena keibuaan Maria dalam tata rahmat berlansung terus tanpa putus, mulai dari persetujuan yang diberikannya dengan setia pada saat menerima kabar gembira dari malaikat Gabriel dan yang dipertahanakannya tanpa ragu sampai kepada kesempurnaan abadi semua manusia beriman. Karena setelah diangkat ke surga, Maria tidak meninggalkan tugas ini, melinkan melanjutkan melalui kepengantaraan denganmemberikan kita anugrah keselamatan abadi.
Inti dari umat Kristen Katolik berdevosi (menghormati) bunda Maria melalui Rosario, maupun devosi supaya:
- Menghormati peran bunda Maria dalam karya keselamatan yang dilakukan Allah melaluinya. Peran bunda Maria bagi penyelamatan umat manusia tidak dapat dipandang sebelah-mata, atau tidak bisa dihilangkan begitu saja. Bunda Maria mengambil peran sebagai pengantara kedua dalam menanggapi karya keselamatan yang dilakukan Allah setelah Yesus Kristus Puteranya. Tanpa kesediaan, kerelaan dan kesiapan bunda Maria dalam menerima tawaran pewahyuan Allah untuk menyelamatkan umat manusia dari belenggu dosa, tidak mungkin terlaksana. Atau kerelaan dan kesigapan bunda Maria untuk menyelamatkan bangsa manusia dari dosa ini perlu dihargai, dihormati dan dikagumi oleh bangsa manusia.
- Mengikuti teladan iman yang ditinggalkan kepada umat Kristiani. Umat Kristen Katolik berdevosi kepada bunda Maria supaya dapat meneladani, atau mengikutinya, tertutama dalam teladan iman yang diwariskan kepada pengikut Yesus Puteranya: yakni berkaitan dengan kerelaan, kesediaan dan kepasrahan diri untuk segala sesuatu terjadi sesuai kehendak Allah, karena ia menyadari diri sebagai hamba Allah. (Bdk., Luk 1:38).
- Memohon pertolongan atau bimbingan doa dari bunda Maria. Umat Kristen Katolik berdevosi kepada bunda Maria untuk memohon doa dan perlindungan darinya, sebagai bunda Allah (perempuan yang mendandung dan melahirkan Allah: Yesus), atau sekaligus memohon perlindugnannya dalam menapaki peziarahan hidup di dunia ini. Bunda Maria memiliki peran untuk perlindungan bagi setiap insan (manusia yang hidup), karena dari rahim semua manusia dilahirkan. Bunda Maria adalah pelindung dan pemelihara kehidupan.
Bunda Maria adalah mama bagi semua manusia yang percaya bahwa Yesus dikandung dan dilahirkan olehnya. Bunda Maria menjadi perempuan satu-satunya yang pantas dan layak bagi Allah untuk melakukan kehendak-Nya, yakni pembebasan manusia dari perbudakan dan penjajahan dosa.
Bunda Maria memiliki sikap peduli dan peka atas situasi yang tercipta. Di mana karena dosa, manusia menuju maut, namun karena kesiapan dan kesediaannya, pintu maut ditutup dan dosa diampuni karena Yesus Puteranya. Bunda Maria mampu membaca situasi dan tanda-tanda dan selalu menolong manusia yang membutuhkan pada waktu yang tepat.
Peran bunda Maria bagi Orang Papua
Bunda Maria mengetahui situasi (keadaan) yang tercipta atau diciptakan di atas tanah Papua. Semua yang terjadi atas tanah dan manusia Papua bunda Maria turut merasakan. Bunda Maria melihat segala sesuatu yang dialami orang Papua hingga saat ini, seperti yang dialami Yesus Puteranya di depan mata-kepala sendiri. Bunda Maria terus mendengarkan devosi (doa) yang dilantungkan secara rajin dan setia, dan sebagai mama, pasti memiliki tanggung jawab untuk mengubah nasib dari setiap pergumulan.
Bunda Maria hadir dalam keluruh kehidupan baik manusia Papua, maupun seluruh makluk lain untuk memberikan air susu dan perlindungan dari hama penyakit, atau penjahat yang mau menghabiskan nyawa manusia. Bunda Maria hadir seperti induk ayam melindungi anak-anaknya dari serangan musuh. Karena itu, setiap dan semua manusia Papua (khususnya orang-orang Kristen Katolik), memiliki devosi yang mendalam kepada bunda Maria yang memiliki hubungan kedekatan sebagai Anak-mama dengan Yesus Puteranya, yang ketika diminta, Yesus tidak mungkin menolaknya.
Penutup
Berdevosi kepada bunda Maria memiliki dampak yang sangat besar dan dasyat bagi keselamatan dan kemerdekaan setiap makluk hidup. Demi kemerdekaan segenap makluk ini, bunda Maria mempersiapkan diri dan terus berjuang secara berani menghadapi setiap kesulitan dan kerasnya hidup. Semua yang dikerjakan oleh bunda Maria patut diapresiasi dan dihormati melalui doa-doa devosi kepada-Nya. Membangun relasi melalui devosi kepadanya, bunda Maria akan membawa kepada Yesus Puteranya yang akan membebaskan dan menyelamatkan manusia secara nyata. Bunda Maria turut serta dalam mengubah kehidupan orang Papua.
Penulis adalah Dosen STK “Touye Paapaa” Deiyai, Keuskupan Timika