NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Pusat menyatakan dukungan penuh kepada Liga Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (LMID) yang akan menggelar Forum Nasional pada 25-27 Agustus 2025 di Bogor, Jawa Barat. Forum ini dinilai menjadi momentum strategis membahas isu Hak Menentukan Nasib Sendiri (HMNS) Bangsa Papua Barat.
Ketua I KNPB Pusat, Warpo Sampari Wetipo menegaskan sikap politik LMID adalah langkah maju dan keputusan berani dari organisasi pro-demokrasi nasional. Menurutnya, Forum Nasional LMID merupakan arena konsolidasi demokratis yang bernilai politik tinggi untuk perjuangan Papua Barat.
KNPB menilai dukungan dan solidaritas dari kelompok mahasiswa progresif Indonesia adalah bagian penting membangun kekuatan kolektif nasional dan internasional. Warpo menyebut solidaritas ini dibutuhkan Bangsa Papua Barat yang terus menghadapi ketidakadilan.
“Bangsa Papua Barat sangat membutuhkan solidaritas sejati dari rakyat Indonesia yang mencintai keadilan dan kemanusiaan,” kata Warpo.
Ia menegaskan dukungan LMID merupakan bentuk tanggung jawab sejarah, bukan sekadar solidaritas politik.
Dalam beberapa tahun terakhir, perjuangan Papua Barat mendapat dukungan dari organisasi sipil, mahasiswa, hingga komunitas internasional. Namun represi dan militerisme masih menjadi wajah dominan yang dihadapi rakyat Papua di tanahnya sendiri.
KNPB menekankan solidaritas yang dibangun LMID akan memperkuat diplomasi rakyat dan perlawanan sipil non-kekerasan. Momentum ini dianggap penting untuk mengonsolidasikan barisan rakyat tertindas di tingkat nasional.
“LMID sedang melangkah ke tingkat Dewan Nasional, dan kami mendukung penuh karena kita memiliki musuh yang sama, yaitu penjajahan,” tegas Warpo.
Menurutnya, KNPB akan terus memperluas jaringan organisasi dan politik untuk mencapai pembebasan nasional West Papua.
Dukungan ini disebut sebagai bentuk apresiasi sekaligus komitmen bersama memperkuat perjuangan rakyat tertindas. KNPB memastikan suara rakyat Papua tidak boleh diredam dalam forum-forum nasional.
KNPB menyerukan kepada rakyat Papua, simpatisan, dan jaringan solidaritas di Indonesia serta dunia internasional agar terus memperluas dukungan.
“Forum Nasional LMID bukan hanya milik mahasiswa, tetapi milik semua rakyat yang memperjuangkan demokrasi sejati dan keadilan sosial,” pungkasnya.(*)