DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Dogiyai secara tegas mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah untuk segera dan tanpa penundaan menyelesaikan persoalan tapal batas tanah ulayat antara Suku Mee dan Suku Kamoro di Kapiraya.
Desakan ini disampaikan melalui siaran pers pada Rabu (11/02) kepada media jelatanewspapua.com, menyusul konflik antar kelompok yang terus memanas dan telah menimbulkan korban. Pemuda Katolik menilai pemerintah tidak boleh tinggal diam dan harus hadir secara nyata untuk menghentikan eskalasi konflik.
Dalam pernyataan sikapnya, Pemuda Katolik Komcab Dogiyai menyampaikan empat tuntutan tegas kepada pemerintah:
Pertama, Pemprov Papua Tengah melalui DPR Papua Tengah (DPRP) dan Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah harus segera membentuk panitia khusus (pansus) dan turun langsung ke lokasi untuk menyelesaikan sengketa tapal batas tanah ulayat Suku Mee dan Suku Kamoro. Tidak boleh ada alasan untuk menunda.
Kedua, Gubernur Papua Tengah wajib segera memanggil Bupati Mimika, Bupati Deiyai, dan Bupati Dogiyai untuk bersama-sama turun ke Kapiraya dan menyelesaikan persoalan ini melalui para-para adat. Penyelesaian harus dilakukan di hadapan pemilik hak ulayat dan tokoh adat yang sah.
Ketiga, Pemuda Katolik menegaskan bahwa persoalan ini murni sengketa tanah adat ulayat dan tidak berkaitan dengan batas administratif pemerintahan. Karena itu, penyelesaiannya tidak boleh digeser ke ranah birokrasi semata, melainkan harus diselesaikan secara adat melalui mekanisme para-para adat.
Keempat, pemerintah daerah harus segera menangani para korban konflik secara cepat dan dalam kondisi darurat. Penanganan medis, perlindungan keamanan, dan bantuan kemanusiaan harus diprioritaskan tanpa diskriminasi.
Pemuda Katolik Komcab Dogiyai menegaskan bahwa keterlambatan pemerintah dalam bertindak hanya akan memperburuk situasi dan memperluas dampak konflik. Pemerintah Provinsi Papua Tengah diminta bertanggung jawab menjaga stabilitas, keamanan, dan keharmonisan hidup antar suku di wilayah ini.
“Ini adalah sikap tegas Pemuda Katolik Komcab Dogiyai. Negara dan pemerintah harus hadir. Terima kasih,” tutup pernyataan tersebut.