JAYAPURA, JELATANEWSPAPUA.COM – Tim Harmonisasi Penanganan Konflik Horisontal Kabupaten Deiyai dan Dogiyai mengajak serius Tim Harmonisasi Kabupaten Mimika untuk segera bergandeng tangan menangani konflik yang tengah terjadi antara Mee dan Kamoro di Kapiraya.
Permintaan kolaborasi ini disampaikan langsung oleh Ketua Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai, Ernes Kotouki, yang menegaskan bahwa keterlibatan pihak Mimika sangat penting untuk mempercepat penyelesaian masalah.
Hal itu disampaikan Kotouki kepada Wartawan via telepon seluler pada kamis [12/03] dari Deiyai.
Mimika paling Tepat untuk Pendekatan dengan masyarakat Kamoro
Menurutnya, masyarakat Kamoro bermukim di wilayah Kabupaten Mimika. Hal ini membuat pendekatan langsung kepada mereka dinilai jauh lebih efektif jika dilakukan oleh tim dari daerah tersebut.
“Kami berharap Tim Harmonisasi dari Kabupaten Mimika dapat berkolaborasi dengan kami dalam menangani kasus ini. Mengingat warga dari Suku Kamoro mayoritas berada di wilayah Kabupaten Mimika, pihak yang paling tepat untuk melakukan pendekatan kepada mereka adalah Tim Harmonisasi dari kabupaten Mimika,” tegas Kotouki.
Tim Deiyai dan DOGIYAI sudah Beraksi di Kapiraya
Saat ini, Tim Harmonisasi dari Kabupaten Deiyai dan Dogiyai telah aktif bekerja di lokasi kejadian. Mereka melakukan pendataan secara menyeluruh di area konflik serta membuka saluran untuk menerima aspirasi masyarakat setempat.
Selain itu, tim juga telah melakukan koordinasi erat dengan berbagai pihak terkait, termasuk aparatur keamanan dan tokoh masyarakat, untuk mempersiapkan langkah-langkah konkret dalam proses penyelesaiannya.
Targetnya Penyelesaian melalui Meja Adat
Kolaborasi dengan Tim Harmonisasi Mimika diharapkan dapat mempercepat penyelesaian konflik, dengan fokus pada mekanisme meja adat yang telah menjadi tradisi turun-temurun bagi kedua suku.
Pendekatan berbasis nilai-nilai adat ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan setiap keputusan yang diambil tidak hanya mengakhiri konflik, tetapi juga menjaga keharmonisan dan perdamaian antar masyarakat di wilayah tersebut secara jangka panjang.[*]