Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Rumah Dinas Pemkab Dogiyai Terbakar, Dua Anak dan Lansia Berhasil Diselamatkan

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

    Pemda Kabupaten Paniai Resmi Launching Festival Danau Paniai

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    KPP FIM-WP Jayapura sampaikan pernyataan sikap: soroti ketimpangan pendidikan di tanah Papua

    Bansos harus menyentuh masyarakat: Fransiskus Muyapa pastikan warga Distrik Bogobaida terima langsung 

    Mahasiswa Papua di Gorontalo gelar aksi nasional, desak Presiden usut dugaan pelanggaran HAM di Kemburu Puncak

    Peringatan Otonomi Daerah ke-30, Bupati Dogiyai Tekankan Sinergi dan Efisiensi Anggaran

    Mahasiswa Independen Se-Sorong Raya sampaikan tuntutan HAM Papua, desak penyelesaian menyeluruh 

    TPNPB keluarkan warning ke Metro TV, bantah tuduhan pembunuhan warga sipil di Puncak

    Kelompok Uti Waita, binaan Tani Merdeka Papua Tengah gelar panen raya Padi di Nabire

    Kelompok Tani Anak Muda Maju, DPW Tani Merdeka Papua Tengah tanam padi di Wanggar

    KOMNAS HAM  RI Publikasikan Hasil Pemantauan Enam Kasus Pelanggaran HAM di Papua

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

    Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

    Uang Bukan Segalanya

    Manusia Mee Bukan Binatang

    Konflik Kapiraya: Siapa Dalang di Balik Saudara Bunuh Saudara?

    Selesaikan Konflik Kapiraya dengan Kembalikan Hak Kesuluhan kepada Suku Mee dan Kamoro

    Konflik Di Kapiraya: Suku Kamoro Dan Suku Mee Diadudomba

    Banjir  di Aceh dan Sumatera adalah Bencana Kemanusiaan

    Menantikan Kristus di Tanah Papua

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    Mahasiswa Papua di Gorontalo gelar aksi nasional, desak Presiden usut dugaan pelanggaran HAM di Kemburu Puncak

    Mahasiswa Independen Se-Sorong Raya sampaikan tuntutan HAM Papua, desak penyelesaian menyeluruh 

    TPNPB keluarkan warning ke Metro TV, bantah tuduhan pembunuhan warga sipil di Puncak

    KOMNAS HAM  RI Publikasikan Hasil Pemantauan Enam Kasus Pelanggaran HAM di Papua

    Konsolidasi terbuka KNPB: Papua dinilai  zona darurat militer, HAM dan kemanusiaan

    Menteri HAM: 15 Tewas 7 Luka, Jangan Bermain Opini, Proses Hukum Harus Segera

    Pemuda Katolik Dogiyai: Kunjungan Wapres ke Papua Tengah Dinilai Seremonial, Diduga Mengaburkan Pelanggaran HAM

    10 Warga Sipil Tewas, Mahasiswa Puncak di Gorontalo Desak Hentikan Operasi Militer

    Diduga Libatkan Satgas TNI, Komnas HAM Minta Panglima TNI Jelaskan Dugaan Serangan Udara ke Honai

  • Kesehatan

    Pengurus dan anggota KPA Paniai laksanakan pemeriksaan massal tes darah lengkap untuk deteksi HIV-AIDS

    Dogiyai Masuk Prioritas Nasional, Tim BPJS Turun ke Kamuu Selatan Aktifkan Data Warga

    KPA Kabupaten Paniai bahas progres program penanggulangan HIV/AIDS tahun 2026

    Mahasiswi Uncen diduga diabaikan di RS Yowari, meninggal di area parkiran

    RSUD Paniai buka rekrutmen Fisikawan Medis, Bank Papua juga buka penerimaan pegawai

    KPA Paniai gelar pemeriksaan HIV dan distribusi pengamanan bagi 27 Personal Kopasgas TNI di Enarotali

    HIV/AIDS di Papua Tengah Masih Serius dan Endemi, Kesenjangan Pengobatan Jadi Tantangan Utama

    Kepala Puskesmas Aradide berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Paniai, siap layani peserta MUSPASME ke VIII  Komopa

    Kabupaten Dogiyai Raih Penghargaan UHC Kategori Utama untuk Ketiga Kalinya

  • Lingkungan

    MUSORMA XVIII AMPPJ Jayapura 2026 resmi digelar

    Kelompok Uti Waita, binaan Tani Merdeka Papua Tengah gelar panen raya Padi di Nabire

    Kelompok Tani Anak Muda Maju, DPW Tani Merdeka Papua Tengah tanam padi di Wanggar

    Asrama Mahasiswa/i Kabupaten Paniai kota studi Nabire gelar pelantikan Badan Formatur 

    Komunitas Porter Paniai gelar evaluasi efektivitas layanan transportasi publik

    Panen Raya Jagung Kelompok Paniai Tani Merdeka Papua Tengah, bukti kemandirian petani lokal

    Penyuluh Papua Tengah bagikan bibit bawang merah unggul ke Kabupaten Deiyai

    Forkopimda dan Masyarakat Dogiyai Sepakati Atasi Miras dan Penyakit Sosial, Instruksi Resmi Keluar Besok

    Bupati Dogiyai Ajak Masyarakat Tangani Penyakit Sosial

  • Pendidikan

    Melkias Yeimo gelar ibadah syukur atas raih Sarjana Teknik di Nabire

    Atas nama Bupati, Kadinsos Paniai resmikan TK-PAUD YPK Betlehem Madi, Pemerintah tekankan pentingnya pendidikan usia dini

    IPM-IDAKI Nabire Resmi Terbentuk, Paulus Deba Pimpin Organisasi Pelajar Idadagi Kigamani

    STK Touye Paapaa Deiyai Lepas Mahasiswa PKL, Diharapkan Jadi Guru Profesional

    Pamkab Dogiyai Buka Pendaftaran Beasiswa Afirmasi dan Program Baru Beasiswa Aimin

    SMK Karel Gobai Bagikan Seragam Sekolah, Tanamkan Semangat Disiplin dan Motivasi Belajar

    Kisah Inspiratif: Ev. Dr. Yefri Edowai Raih S3 Lewat Perjuangan Mandiri

    Sekolah Dasar di Paniai Gelar MBG untuk Siswa

    BEM STAK Nabire Gelar Seminar Nasional dan Pelatihan Jurnalistik, Wakil Ketua III Resmi Membuka Kegiatan

  • Religi

    Kerawam Keuskupan Timika Konsolidasi di Nabire, Dukung Agenda Keuskupan Timika di Paniai

    Klasis Agadide rayakan HUT ke-64 KINGMI, Jemaat didorong hidup dalam damai Kristus

    Pos PI Kanaan Ugabado di Enarotali Gereja Kingmi gelar pelepasan 7 anak kepada Tuhan 

    Panitia MUSPASMEE VIII Sampaikan Terima Kasih, 10.573 Peserta Hadiri Pesta Iman di Komopa

    Gereja GKI Tanah Papua Diminta Hadir Bersama Umat yang Ditindas dan Tanahnya Dirampas

    Uskup Timika Resmi Buka MUSPASME VIII Paroki Kristus Jaya Komopa

    Kordinator Paniai Awepaida Rayakan HUT Masuk Injil KINGMI ke-87, Panitia Sampaikan Apresiasi

    Tim Penegak Daa dan Diyodou Rayakan Ulang Tahun ke-12

    Ketua Panitia MUSPASME VIII Tegaskan Kesiapan Sukseskan Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII di Komopa

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Berita Papua

KPP FIM-WP Jayapura sampaikan pernyataan sikap: soroti ketimpangan pendidikan di tanah Papua

by Derek Kobepa
3 Mei 2026
in Papua
0
SHARES
10
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAPURA, JELATANEWSPAPUA.COM – Komite Pimpinan Pusat Forum Independen Mahasiswa West Papua (KPP FIM-WP) menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait kondisi pendidikan di Tanah Papua. Pernyataan tersebut disampaikan di Jayapura, Papua, pada Sabtu, (02/05/2026).

Dalam pernyataannya, KPP FIM-WP menegaskan bahwa salah satu tujuan utama negara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa.” Mereka menilai bahwa amanat konstitusi tersebut belum sepenuhnya terwujud secara merata, khususnya di wilayah Papua dan Papua Barat.

“Kami menegaskan bahwa hak atas pendidikan adalah hak fundamental setiap warga negara sebagaimana diatur dalam UUD 1945, khususnya Pasal 28C ayat (1), Pasal 28E ayat (1), dan Pasal 31,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

KPP FIM-WP juga mengutip Pasal 31 Ayat (2) yang menyatakan, “setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan,” serta Ayat (4) yang mengamanatkan alokasi anggaran pendidikan minimal 20 persen dari APBN dan APBD.

Soroti Ketimpangan Regulasi dan Implementasi

Dalam analisisnya, KPP FIM-WP membandingkan sejumlah regulasi, termasuk Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) dan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua.

Mereka menilai bahwa UU SISDIKNAS lebih progresif dalam menjamin hak pendidikan. Beberapa pasal yang disoroti antara lain:

  • Pasal 6 Ayat (1): “Setiap warga negara berusia tujuh sampai lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar.”
  • Pasal 5 Ayat (3): “Warga negara di daerah terpencil serta masyarakat adat berhak memperoleh layanan pendidikan khusus.”
  • Pasal 11 Ayat (1): “Pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan layanan dan menjamin penyelenggaraan pendidikan.”
  • Pasal 11 Ayat (2): “Pemerintah wajib menjamin tersedianya dana pendidikan bagi warga negara usia tujuh sampai lima belas tahun.”

Sebaliknya, mereka menilai bahwa dalam UU Otonomi Khusus Papua, khususnya Pasal 56, belum terdapat pengaturan yang tegas terkait tanggung jawab pemerintah dalam menjamin layanan pendidikan secara menyeluruh.

Sejarah dan Realitas Pendidikan Papua

KPP FIM-WP juga menyinggung sejarah pendidikan di Papua yang telah dimulai sejak tahun 1925 di Miei, Teluk Wondama, melalui lembaga pendidikan yang didirikan oleh zendeling Kristen Protestan.

“Dalam kurun waktu hampir satu abad, memang terjadi kemajuan baik dari segi kuantitas maupun kualitas pendidikan,” tulis mereka.

Namun demikian, mereka menilai kemajuan tersebut belum mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat Papua saat ini.

Indikator Ketertinggalan Masih Tinggi

KPP FIM-WP menyoroti berbagai indikator yang menunjukkan masih rendahnya kualitas pendidikan di Papua dan Papua Barat, di antaranya:

  • Rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM)
  • Keterbatasan tenaga guru
  • Rendahnya kesejahteraan dan kualitas guru
  • Tingginya angka ketidakhadiran guru
  • Minimnya sarana dan prasarana pendidikan
  • Tingginya angka buta huruf
  • Meningkatnya angka putus sekolah dan putus kuliah
  • Biaya pendidikan yang mahal

“Meskipun pembangunan terus berjalan, Papua dan Papua Barat masih berada pada peringkat terbawah dalam indikator pendidikan dan kesejahteraan di Indonesia,” tegas mereka.

Baca Juga:

Forum Independen Mahasiswa West Papua Kecam Militerisasi dan Eksploitasi di Tanah Papua

FIM-WP: Tutup Freeport dan Berikan Hak Penentuan Nasib Sendiri

Pertanyakan Kesiapan Bonus Demografi

Dalam pernyataan penutup, KPP FIM-WP juga menyinggung teori bonus demografi yang dinilai dapat menjadi peluang bagi pertumbuhan ekonomi.

Namun mereka mempertanyakan kesiapan Papua dalam menghadapi kondisi tersebut.

“Secara teori, bonus demografi akan menguntungkan karena mayoritas penduduk berada pada usia produktif. Namun pertanyaannya, apakah kualitas sumber daya manusia di Papua sudah siap untuk itu?” tulis KPP FIM-WP.

Mereka menegaskan bahwa tanpa perbaikan serius di sektor pendidikan, bonus demografi justru berpotensi menjadi beban sosial baru.

Desakan KPP FIM-WP

Melalui pernyataan ini, KPP FIM-WP mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk:

  • Memperkuat kebijakan pendidikan berbasis kebutuhan lokal Papua
  • Menjamin distribusi dan kesejahteraan tenaga pendidik
  • Meningkatkan akses pendidikan yang merata dan berkualitas
  • Memastikan implementasi anggaran pendidikan secara transparan dan tepat sasaran

“Kami menuntut agar negara hadir secara nyata dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh rakyat Papua,” tutup mereka.

Post Views: 88
Tags: FIM-WPHari Pendidikan NasionalKPP FIM-WP Jayapura
Previous Post

MUSORMA XVIII AMPPJ Jayapura 2026 resmi digelar

Derek Kobepa

Derek Kobepa

BERITA TERKAIT

Papua

Bansos harus menyentuh masyarakat: Fransiskus Muyapa pastikan warga Distrik Bogobaida terima langsung 

4 hari ago
Hukum HAM

Mahasiswa Papua di Gorontalo gelar aksi nasional, desak Presiden usut dugaan pelanggaran HAM di Kemburu Puncak

6 hari ago
Papua

Peringatan Otonomi Daerah ke-30, Bupati Dogiyai Tekankan Sinergi dan Efisiensi Anggaran

6 hari ago
Hukum HAM

Mahasiswa Independen Se-Sorong Raya sampaikan tuntutan HAM Papua, desak penyelesaian menyeluruh 

6 hari ago
Hukum HAM

TPNPB keluarkan warning ke Metro TV, bantah tuduhan pembunuhan warga sipil di Puncak

7 hari ago
Lingkungan

Kelompok Uti Waita, binaan Tani Merdeka Papua Tengah gelar panen raya Padi di Nabire

1 minggu ago

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved