Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Dilantik Secara Sah, PASI Dogiyai Siap Cetak Atlet Berprestasi Hingga Tingkat Internasional

    Rumah Dinas Pemkab Dogiyai Terbakar, Dua Anak dan Lansia Berhasil Diselamatkan

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    LPPL Yuyu Kominfo FM 107,7 MHz Mulai Diberi Pelatihan Penyiaran

    Kepala Distrik Kamuu Selatan Tegaskan Kedisiplinan & Pengisian E-Kinerja ASN

    KPK Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Terkait Kepabeanan di Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu

    Tiga Kampung di Distrik Kamuu Raih Penghargaan dalam Lomba Antar‑Kampung Kabupaten Dogiyai

    KNPB Sentani Serukan Konsolidasi dan Aksi Nasional 15 Agustus 2026 di Tanah Tabi Papua

    Bupati Dogiyai Buka Monev Dana Otsus dan DAK 2026

    Juru Parkir Diduga Curi Noken Penjual di Depan Supermarket Hadi Biak

    Abni Auwe Terima SK DPC PBB Dogiyai, Siap Penuhi Syarat Verifikasi Pemilu 2029

    KNPB Nabire Serahkan Surat Pemberitahuan Aksi Nasional kepada Polres Nabire dan MRP Papua Tengah

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Distrack for Hip-hop Merauke “pesta Babi”

    Mama Yasinta Moiwend: di Antara Propaganda, Manipulasi, dan Pencarian Kebenaran

    OPINI: Banyak Cara, Satu Merdeka

    Sebuah Refleksi Kritis Terhadap DOB Moni dan Komodifikasi Gunung Egeida dan Blok Wabu

    Polemik Pemekaran Kabupaten Moni: Antara Janji Pembangunan, Politik, Kekuasaan dan Ancaman Konflik Sosial di Papua Tengah

    Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

    Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

    Uang Bukan Segalanya

    Manusia Mee Bukan Binatang

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    Maybrat Berdarah Jelang 17 Agustus: YKKMP Negara Buka Fakta Minta Tiga Warga Sipil Terluka

    Juru Parkir Diduga Curi Noken Penjual di Depan Supermarket Hadi Biak

    IPMI-J Jayapura Dukung Aksi GPMI di Nabire, Desak DPR Papua Tengah Segera Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa

    Mahasiswa Papua di Makassar Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM dan Dorong Dialog untuk Intan Jaya

    Dua Anggota TPNPB dan Seorang Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer di Yahukimo 

    IPMADO Dogiyai Tuntut Hentikan Militerisasi Pasca 5 Warga Tewas

    IPMADO: Kehadiran Militer Picu Ketakutan dan Lumpuhkan Aktivitas Warga Dogiyai

    Forum Solidaritas Mahasiswa di Gorontalo Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Dialog Damai untuk Papua

    YKKMP: Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo Bertentangan dengan Prinsip Hukum Humaniter Internasional

  • Kesehatan

    Selamatkan Anak Negeri Paniai! KPA Gelar Sosialisasi Kepada Sahabat 06 Meepago Korwil Panai Diajak Cegah HIV/AIDS

    KPA Paniai Edukasi Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Aradide tentang Pencegahan HIV/AIDS

    Adinkes Papua Tengah Perkuat Kemitraan PP-ATM di Paniai, Dorong Sinergi Lintas Sektor hingga Tingkat Kampung

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Ratusan Siswa Baru SMA Negeri 1 Paniai

    KPA Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Mudika Paroki Kristus Jaya Komopa, Tekankan Edukasi dan Hapus Stigma

    KPA Paniai Kembali Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Jemaat Maranatha Klasis Agadide

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Training Tutor, Membangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

    PAR Koordinator Aweepaida Paniai Gelar Seminar dan Pelatihan, KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi HIV-AIDS 

    Pengurus dan anggota KPA Paniai laksanakan pemeriksaan massal tes darah lengkap untuk deteksi HIV-AIDS

  • Lingkungan

    Distrack for Hip-hop Merauke “pesta Babi”

    Masyarakat Paniai Himbau Hentikan Pembakaran Hutan, Siap Serahkan Pelanggar ke Jalur Hukum

    Porter Yonii Paniai Apresiasi Kepedulian Bupati Yampit Nawipa, Minta Sekretariat Resmi untuk Tingkatkan Pelayanan

    Intelektual dan Mahasiswa Distrik Fajar Timur Gelar Konsolidasi Perdana, Bahas Persiapan MUBES Ke-II

    Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah Apresiasi Pemkab Nabire atas Bantuan Bibit Jagung bagi Petani

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Rapat Panitia Persiapan Training Tutor AIDS

    DPW Tani Merdeka Papua Tengah Sosialisasi dan Tinjau Sektor Perikanan di Paniai

    Pemuda Kingmi Klasis Bogobaida Rayon Nabire Bergerak Galang Dana untuk Ret-Treat Akbar

    Porter Yonii Paniai Ajak Sopir dan Petugas Terminal Jaga Kekompakan di Karel Gobai Enarotali

  • Pendidikan

    Mahasiswa Afirmasi ADIK-ADEM Asal Intan Jaya Desak Pemkab Segera Cairkan Beasiswa, Sampaikan Delapan Tuntutan

    Kabid TK-PAUD Paniai: Sebanyak 515 Siswa dari 31 TK dan PAUD Telah Menyelesaikan Pendidikan Tahun Ajaran 2026

    Ketua BEM STAK Nabire Ajak Ratusan MABA 2026 Pahami Aturan Akademik dan Budaya Disiplin

    Di MPLS SMAN 2 Dogiyai, Kepala Distrik Kamuu Ajarkan Pemimpin Melayani

    TK Negeri Waikato Paapaa Aikai Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru, Pendidikan Berkualitas Tanpa Dipungut Biaya

    TK Negeri Kagama Resmi Tamatkan 8 Siswa, Begini Pesan Kabid TK-Paud

    TK Negeri Ekadide Resmi Tamatkan 19 Siswa, Siapkan Generasi Emas Paniai

    17 Siswa TK Efata Kugitadi Resmi Ditamatkan, Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Pendidikan Sejak Dini

    TK Negeri Bobamo Gelar Penamatan, Kabid TK-Paud Apresiasi Dewan Guru dan Orang Tua 

  • Religi

    Panitia HUT Merangkap Natal 2026 Pos PI Maranatha Resmi Dilantik, Begini Pesan Hamba Tuhan

    Ketua Klasis Debei Letakkan Batu Pertama Rumah Pastori Jemaat Anugrah Dadimani

    Orang Muda Katolik Tulang Punggung Gereja, KYD Jadi Sarana Pembinaan Berkelanjutan

    Tutup KYD ke-5: Orang Muda Katolik Diminta Miliki Iman Militan dan Optimis

    OMK Diajak Hidupkan Budaya dan Iman Atasi Penyakit Sosial di Dogiyai

    Bangun Karakter Kuat, KYD 2026 Tekankan Nilai Kedamaian dan Keutuhan

    Komisi Kepemudaan: Datang ke Kamapi Youth Day, Pulang Harus Bawa “Hasil”

    Uskup Timika Buka Kamapi Youth Day 2026

    Misa Pembukaan KAMAPI Youth Day, Uskup Bernardus: Orang Muda adalah Aset Berharga

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Berita

Breaking News: Operasi Militer dan Penembakan di Intan Jaya, Masyarakat dua Kampung Mengungsi ke Hutan

by Redaksi
17 Agustus 2025
in Berita
0
SHARES
135
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

INTAN JAYA, JELATANEWSPAPUA.COM –Aparat gabungan TNI/Polri Indonesia kembali melakukan operasi militer besar-besaran pada Sabtu (16/08)  di Sugapa,  Kabupaten Intan Jaya. Penembakan dan pengepungan dilaporkan terjadi di Kampung Eknemba dan Kusage, wilayah Taitawa, Distrik Ndugupa, serta di Molemba, Sugapa, ibu kota Kabupaten Intan Jaya.

Sejak pukul 08.00 WIT, masyarakat setempat melaporkan suara rentetan tembakan terdengar jelas dari arah kedua kampung. Operasi berlangsung hingga siang dan sore hari, menimbulkan ketakutan luar biasa di tengah masyarakat sipil.

Masyarakat sipil  di dua kampung itu, lari meninggalkan rumah mereka. Kampung menjadi kosong, sementara hutan-hutan di sekitar menjadi tempat perlindungan darurat bagi para pengungsi.

“Situasi pagi itu sangat panik. Tembakan terdengar terus-menerus. Kami tidak sempat bawa semua barang, hanya pikul belanga, minyak, garam, selimut, dan kebutuhan pokok di dalam noken. Kami harus bertahan hidup di hutan,” kata DM seorang Masyarakat  yang diunggah di media sosial.

Para pengungsi terdiri dari anak-anak, perempuan, orang tua, hingga bayi. Mereka mengungsi dalam kondisi terbatas, tanpa kepastian makan maupun tempat tinggal aman.

Keterangan dari lapangan melalui unggahan itu, menuliskan  aparat masih menguasai penuh kedua kampung tersebut. Setiap orang yang mendekat ke arah kampung dikhawatirkan bisa menjadi target penembakan.

Hingga sore ini, operasi belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Warga di hutan masih berjaga-jaga, takut operasi meluas ke kampung-kampung sekitar.

Menurut sumber lokal, operasi ini merupakan lanjutan dari pola militerisasi yang sudah berlangsung beberapa tahun terakhir di Intan Jaya. Setiap kali aparat masuk dengan kekuatan bersenjata, masyarakat sipil yang menjadi korban paling pertama.

“Kami tidak tahu salah kami apa. Kami masyarakat biasa. Setiap operasi selalu kami yang menderita. Rumah kosong, ternak ditinggalkan, anak-anak trauma. Ini sudah berulang kali terjadi,” ujarnya melalui unggahan itu.

Pengungsian ke hutan bukan pertama kali dilakukan oleh warga Intan Jaya. Sejak 2019, operasi militer di kabupaten ini memaksa ribuan orang hidup berpindah-pindah dari kampung ke hutan, dari hutan kembali ke kampung, tanpa kepastian dan rasa aman.

Laporan masyarakat menyebutkan, kebutuhan mendesak saat ini adalah makanan, air bersih, selimut, serta obat-obatan. Anak-anak mulai mengalami demam dan batuk karena tinggal di alam terbuka tanpa perlindungan.

Masyarakat juga meminta agar lembaga kemanusiaan, baik gereja, lembaga independen, maupun organisasi sipil, segera melakukan intervensi kemanusiaan.

“Kami hanya minta hidup tenang. Pemerintah jangan kirim militer lagi. Kami tidak bisa hidup di hutan terus. Tolong semua pihak pantau kami,” kata seorang ibu sambil menangis menceritakan kondisi anaknya.

Warga juga secara tegas meminta kepada Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan operasi militer di Intan Jaya. Mereka menilai operasi yang dilakukan tanpa memikirkan keselamatan masyarakat sipil ini ilegal dan melanggar hak asasi manusia.

Pernyataan keras datang dari warga yang berhasil menyelamatkan diri ke hutan: “Kami minta Prabowo hentikan operasi militer ilegal di Intan Jaya. Kami orang Papua bukan musuh, kami rakyat biasa.”

Baca Juga:

No Content Available

Hingga berita ini diturunkan, jumlah korban jiwa maupun luka-luka belum dapat dipastikan. Situasi di lapangan masih sangat sulit dijangkau karena akses komunikasi dan transportasi terbatas.

Sumber lokal menambahkan bahwa suara tembakan hingga sore hari ini masih terdengar dari arah Kampung Eknemba dan Kusage. Hal ini menandakan aparat belum menarik pasukan dan operasi masih berlanjut.

Kondisi ini menambah daftar panjang krisis kemanusiaan di Papua Tengah, khususnya Intan Jaya. Kabupaten ini dalam beberapa tahun terakhir terus menjadi lokasi operasi militer dan bentrok bersenjata.

Akibat operasi-operasi tersebut, ribuan orang telah kehilangan tempat tinggal, banyak anak putus sekolah, dan lahan pertanian masyarakat terbengkalai.

Masyarakat sipil menegaskan bahwa yang paling mereka butuhkan bukanlah operasi militer, melainkan perlindungan, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan yang damai.

Pemerintah Indonesia didesak untuk menghentikan pendekatan militeristik yang hanya melahirkan penderitaan berkepanjangan bagi rakyat sipil Papua.

Sejumlah lembaga HAM internasional sebelumnya juga telah menyoroti situasi di Intan Jaya dan meminta pemerintah Indonesia untuk membuka akses bagi pemantau independen.

Warga berharap agar media, baik lokal maupun internasional, terus memantau perkembangan di Intan Jaya agar situasi tidak ditutup-tutupi.

“Jangan diam. Tolong suarakan penderitaan kami. Dunia harus tahu kami mengungsi lagi. Kami tidak bisa terus hidup seperti ini,” pungkas pernyataan masyarakat yang mengungsi.

Post Views: 1,340
Tags: Breaking News: Operasi Militer dan Penembakan di Intan JayaMasyarakat dua Kampung Mengungsi ke Hutan
Previous Post

Peringati 63 Tahun New York Agreement, KNPB Nabire Desak Referendum Papua

Next Post

Benarkah Indonesia Sudah Merdeka?

Redaksi

Redaksi

BERITA TERKAIT

Papua

LPPL Yuyu Kominfo FM 107,7 MHz Mulai Diberi Pelatihan Penyiaran

1 minggu ago
Pelosok

Kepala Distrik Kamuu Selatan Tegaskan Kedisiplinan & Pengisian E-Kinerja ASN

1 minggu ago
Berita

KPK Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Terkait Kepabeanan di Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu

4 minggu ago
Papua

Tiga Kampung di Distrik Kamuu Raih Penghargaan dalam Lomba Antar‑Kampung Kabupaten Dogiyai

1 bulan ago
Papua

KNPB Sentani Serukan Konsolidasi dan Aksi Nasional 15 Agustus 2026 di Tanah Tabi Papua

1 bulan ago
Papua

Bupati Dogiyai Buka Monev Dana Otsus dan DAK 2026

2 bulan ago
Next Post

Benarkah Indonesia Sudah Merdeka?

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved