DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM-Bupati Kabupaten Dogiyai Yudas Tebai menekankan pentingnya noken, regenerasi dan penguatan pendidikan saat membuka acara pada Hari Noken Sedunia ke-13 di Aula SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Moanemani yang di selenggarahkan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Oleharaga Kabupaten Dogiyai pada hari Kamis, (04/12).
Yudas Tebai mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olaharaga Kabupaten Dogiyai, menegaskan urgensi menjaga budaya, memperkuat generasi, dan membenahi sektor pendidikan. Ia menyebut noken sebagai ruang hidup yang memuat nilai keberlanjutan orang Papua. Ia meminta generasi muda menjadikannya identitas yang wajib dirawat.
Menurut Bupati, orang Mee lahir dan hidup dari noken. Nilai kebaikan harus tumbuh dari akar budaya itu. Ia mengingatkan pentingnya keadilan dalam pembinaan generasi muda.
Tebai menekankan bahwa pemimpin tidak boleh pilih muka dalam memberi kesempatan kepada anak-anak. Dalam Lomba-lomba Hari Noken harus dijalankan secara adil. Generasi penerus perlu dipersiapkan mengambil peran strategis ke depan.
Di hadapan para guru, Bupati menegaskan pendidikan adalah fondasi perubahan Dogiyai. Guru memegang tongkat besar menentukan arah masa depan. Mereka harus kembali menjadi kekuatan inti dalam pertumbuhan anak-anak.
Ia menekankan bahwa sekolah, bukan kantor, adalah ruang utama untuk menjalankan tugas guru. Penempatan guru harus kembali ke prinsip dasar itu. Komitmen ini dianggap penting untuk memperkuat kualitas pendidikan.
Bupati menyinggung guru yang ditempatkan di kantor dinas. Ia memastikan mereka akan dikembalikan ke sekolah setelah proses CPNS rampung. Dogiyai masih kekurangan tenaga pengajar di banyak distrik.
Ia menegaskan sekolah harus menjadi rumah tugas utama bagi guru. Kekurangan tenaga pendidik tidak boleh dibiarkan. Pengembalian guru ke sekolah menjadi langkah prioritas.
Kepala Dinas Pendidikan menjelaskan agenda kerja beberapa bulan terakhir berjalan maraton. Staf hampir tidak memiliki waktu jeda karena intensitas pekerjaan. Kondisi ini dianggap sebagai konsekuensi komitmen memperbaiki kualitas pendidikan.

Ia menilai pengangkatan 38 pegawai baru sebagai momentum penting. Penambahan pegawai akan memperkuat tenaga pendidikan di lapangan. Sekolah diharapkan mendapat dukungan nyata.
Kepala Dinas menegaskan Dogiyai membutuhkan habitus baru dalam tata kelola sekolah. Guru dan kepala sekolah harus kembali belajar. Kapasitas mereka harus meningkat agar kualitas pendidikan tidak stagnan.
Ia menyatakan masa depan anak-anak Dogiyai hanya dapat dibangun melalui guru yang disiplin. Guru harus siap berubah dan terus mengembangkan diri. Perbaikan kualitas pendidikan bergantung pada tanggung jawab mereka.
Dinas telah menyiapkan data sekolah untuk pelatihan bahasa Inggris. Program ini sesuai permintaan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Data diambil dari sekolah pinggiran agar pemerataan kualitas benar-benar tercapai.
Dalam laporan panitia, Benediktus Goo menjelaskan pelaksanaan berbagai lomba Hari Noken. Ia memaparkan tahap persiapan hingga pelaksanaannya di sekolah. Lomba menjadi ruang ekspresi bagi siswa.
Kegiatan lomba menanamkan kebanggaan identitas budaya kepada siswa dan mempersiapkan siswa agar berani tampil di muka umum. Perubahan yang dicanangkan pemerintah harus mengakar hingga tingkat paling jauh. Sekolah terpencil wajib mendapat perhatian yang sama. Pemerataan menjadi prinsip utama perbaikan pendidikan.