PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM — Sebanyak 216 anggota Satgas Pembersihan dan Penanaman Pohon resmi dilantik oleh Bupati Paniai dalam upaya memperkuat gerakan kebersihan dan penghijauan di wilayah Paniai. Pelantikan berlangsung pada Rabu, (10/12 2025), di Aula Kantor Bupati Paniai, Madi. Paniai, Papua Tenga.
Dari total anggota yang disahkan, tujuh orang berasal dari Distrik Fajar Timur, masing-masing mewakili desa di kampung Bodatadi, Yabo I, Yabo II, Ganiyaka Gaka, Dauwagu, Akoubaida dan Ibouwagu. Keterlibatan mereka menjadi simbol kuat partisipasi masyarakat akar rumput dalam menjaga kelestarian lingkungan, sesuai amanat Bupati Paniai.
Dalam sambutannya, Bupati Paniai menegaskan bahwa Satgas Lingkungan adalah garda terdepan dalam menjaga bumi Paniai.
“Satgas yang dilantik hari ini adalah orang-orang yang akan memimpin gerakan perubahan lingkungan di kampung-kampung. Menanam pohon bukan hanya kegiatan, tapi komitmen untuk menyelamatkan masa depan. Pemerintah akan mendukung penuh kerja kalian di lapangan,” ujar Bupati.
Yampit juga menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi rutin terhadap kinerja para Satgas.
“Tahun depan saya akan turun langsung untuk mengecek kinerja setiap satgas. Jika lingkungan kampung bersih dan tertata indah, itu akan menjadi bukti bahwa kalian bekerja dengan baik,” tegas Bupati.
Kepada media ini Salah satu perwakilan Satgas dari desa Ibouwagu di Distrik Fajar Timur, Mesak G. Kudiai, menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala kampung yang hadir dan mendukung proses pelantikan.
“Kami berterima kasih kepada tujuh kepala kampung di Distrik Fajar Timur yang sudah mendampingi kami hari ini. Ini bukti kita satu hati untuk menjaga lingkungan. Mari kita bergandengan tangan, bekerja bersama demi kebersihan dan kelestarian kampung kita,” ungkap Mesak.
Mesak menambahkan dukungan pemerintah dan masyarakat di tujuh desa Distrik Fajar Timur, program ini diyakini dapat menjadi motor perubahan menuju Paniai yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan.
“Kami sudah merencanakan pengadaan bibit pohon yang belum tersedia di Distrik Fajar Timur. Karena itu, kami akan mencarinya di kota-kota besar seperti Nabire dan sekitarnya. Program ini tidak bisa berjalan hanya oleh kami saja; kami membutuhkan dukungan penuh dari seluruh masyarakat kampung agar gerakan ini benar-benar berhasil,” pungkasnya. (*)