PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Paniai resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Orientasi Kepengurusan periode 2025–2030 di Aula Kantor Bupati Paniai, Jalan Raya Madi, Rabu (26/11/2025). Agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meningkatkan kapasitas kepemudaan di Kabupaten Paniai.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Komite Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, S.IP, yang sekaligus memberikan materi khusus mengenai penanggulangan HIV/AIDS. Kehadiran KPA menambah bobot pembahasan Rakerda, terutama terkait pentingnya keterlibatan pemuda dalam isu kesehatan.
Dalam pidatonya, Sepanya Yogi menjelaskan bahwa sejak dilantik, KPA Paniai telah membangun kerja sama lintas sektor melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan sejumlah instansi pemerintah dan lembaga nonpemerintah. Di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Gereja Katolik, serta denominasi Kingmi, GKI, dan GPDI.
“Melalui MoU tersebut, kami melakukan konsolidasi dalam penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS. Untuk pertama kalinya, KPA Paniai melaksanakan tes massal HIV/AIDS di tingkat pemerintah ini baru pertama di Tanah Papua,” ujarnya.
Baca Juga : DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda
Ia menambahkan, KPA Paniai terus melakukan terobosan dengan menyasar sekolah-sekolah serta gereja-gereja melalui program sosialisasi pencegahan HIV/AIDS. Selain itu, koordinasi dengan KPA Provinsi Papua Tengah juga diperkuat guna menyelaraskan program kerja. KPA turut melibatkan tenaga kesehatan untuk memperdalam edukasi dan memastikan pelaksanaan tes massal berjalan optimal.
Selanjutnya, pemaparan materi sosialisasi pencegahan HIV AIDS di paparkan oleh Kosmas Kudubun, S.Tr.Kep, praktisi kesehatan yang aktif dalam kampanye kesehatan publik di Papua Tengah. Dalam penyampaiannya, Kosmas menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai agen perubahan dalam upaya edukasi dan pencegahan HIV/AIDS, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dan perubahan gaya hidup di Paniai dan Papua pada umumnya.
Menurutnya, penanggulangan HIV/AIDS tidak hanya menjadi tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan kolaborasi multipihak, termasuk organisasi kepemudaan. “Pemuda harus menjadi jembatan informasi yang benar dan bertanggung jawab, terutama bagi daerah yang akses informasinya masih terbatas pentingnya kesehatan,” tegasnya.
Untuk kasusnya, kata Kosmas, penyakit yang terinfeksi virus HIV AIDS menurut data KPA sejak Januari hingga kini sekitar 23 November 2025, 174 kasus di Paniai.
Materi KPA mendapatkan respons positif dari peserta Rakerda. Para peserta menilai bahwa isu kesehatan pemuda, khususnya pencegahan HIV/AIDS, perlu masuk sebagai bagian dari rencana kerja KNPI untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Paniai.