PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM — Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Paniai memperingati Hari Noken Sedunia yang diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
Ketua DPD KNPI Paniai, Salmon Nawipa, ST, menyampaikan bahwa peringatan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk membangkitkan kembali kesadaran generasi muda Papua mengenai pentingnya menjaga identitas budaya dan hutan adat.
“Kami hasil tanah dan kami hidup dari tanah, sama-sama jaga tanah,” kata Nawipa kepada media ini, Kamis (4/12).
Menurut Salmon Nawipa, noken bukan hanya benda fungsional, tetapi simbol kehidupan masyarakat Papua yang menggambarkan kesederhanaan, kearifan, dan kedekatan dengan alam. “Noken adalah identitas, noken adalah kebanggaan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan hutan adat adalah penopang utama bagi keberlanjutan noken.
“Hutan luas yang berisi pohon adalah sumber utama bahan organik noken. Tanpa hutan, tidak ada noken,” katanya.
Salmon menambahkan, KNPI Paniai akan terus mendorong berbagai aksi nyata untuk menjaga hutan adat dan melindungi ruang hidup masyarakat Papua.
“Ini bukan hanya perayaan, tetapi panggilan untuk merawat warisan leluhur, hidup kami di tanah Papua” tegasnya. Akhirnya, atas nama DPD KNPI Paniai saya Salmon Nawipa, S.T, selaku Ketua mengucapkan selamat hari Noken se-Dunia ke 13 tahun.
Sementara itu, Tokoh penting di balik pengusulan noken hingga diakui UNESCO adalah Titus Pekei, putra Papua yang dikenal sebagai penggagas dan penggerak diplomasi budaya tersebut. Ia menjelaskan bahwa perjuangannya dilakukan demi memastikan noken tetap bertahan sebagai identitas budaya masyarakat Papua.
“Noken memiliki nilai filosofis yang besar bagi orang Papua. Kita harus terus melestarikannya agar tidak hilang ditelan modernisasi,” katanya.
Titus menambahkan perayaan tahun ini juga menjadi pengingat penting bagi generasi muda Papua untuk terus menjaga dan mempromosikan noken agar tetap hidup dan berkembang.
“Pelestarian noken bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi juga memperkuat identitas budaya masyarakat Papua,” pungkasnya.
Reporter: Samuel Nawipa