PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Fransiskus Yogi, salah satu mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jurusan Bahasa Inggris Universitas Cenderawasih, memanfaatkan momen libur Natal dengan pulang ke kampung halamannya di Komopa, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah.
Selama berada di kampung halaman, Fransiskus membuka ruang baca buku sederhana di pinggir jalan sebagai upaya menumbuhkan minat baca anak-anak setempat. Kegiatan tersebut mendapat perhatian dari anak-anak yang melintas di kawasan itu.
Menurut Fransiskus, kondisi pendidikan anak-anak Papua saat ini menghadapi tantangan serius, baik dari sistem pendidikan maupun pengaruh lingkungan sekitar. Ia menilai bahwa pendidikan kerap “dimainkan” oleh berbagai kepentingan global yang justru berdampak pada proses pembelajaran anak-anak Papua.
“Dari kondisi anak-anak Papua saat ini, mereka seolah diarahkan ke satu tujuan tertentu yang dipermainkan oleh dunia untuk menindas, termasuk melalui pendidikan dan berbagai pengaruh lingkungan. Akibatnya, sistem pendidikan perlahan menjadi lemah,” ujar Fransiskus Yogi dalam unggahan Facebook pribadinya, Senin (26/01).
Ia menegaskan, kegiatan literasi menjadi sangat penting untuk menjawab situasi tersebut. Menurutnya, membaca buku dapat menjadi pintu awal bagi anak-anak Papua untuk berpikir kritis, mengenal dunia secara lebih luas, dan membangun masa depan mereka sendiri.
“Oleh karena itu, penting untuk mengangkat kegiatan literasi di tengah kondisi pendidikan Papua yang masih menghadapi tantangan berat,” tambahnya.
Fransiskus berharap, kegiatan sederhana seperti membuka ruang baca di pinggir jalan dapat menginspirasi masyarakat, mahasiswa, maupun pemuda lainnya untuk ikut terlibat dalam gerakan literasi demi meningkatkan kualitas pendidikan di Papua, khususnya di Kabupaten Paniai. (*)