MOWANE, JELATANEWSPAPUA.COM – Sebanyak empat grup musik akustik dari Kabupaten Dogiyai bersaing memukau dewan juri dalam lomba yang digelar Majelis Rakyat Papua (MRP) PPT di Aula Gereja Kingmi Digikotu, Moanemani, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Selasa (09/12).
Acara yang dimulai tepat pukul 11.00 waktu Papua itu bukan hanya sekadar perlombaan, melainkan upaya nyata untuk mengangkat potensi seni musik lokal dari anak-anak suku Mee.
Dari 6 grup yang mendaftar, hanya empat yang tampil secara kompetitif, yaitu Grup SMTK Habaku Woge, Pedi Bermazmur, Omk Paroki Mauwa, dan Kamapi Bermazmur. Setelah melalui penilaian ketat berdasarkan enam kriteria – teknik vokal, kualitas suara, interpretasi ekspresi, penampilan, penguasaan lagu, dan intonasi, Grup KAMAPI Bermazmur berhasil meraih gelar juara dengan penampilan yang dinilai terbaik.
Musik Akustik adalah Jati Diri Papua
Dewan juri yang terdiri dari pemusik akustik senior Herman You dan praktisi seni musik Nataniel Auwe menyampaikan komitmen untuk menilai secara objektif.
“Kami ingin melihat bagaimana anak-anak muda mengolah budaya lokal melalui musik akustik,” ucap Auwe dalam sambutannya.
Herman You, yang juga menjadi juru bicara hasil perlombaan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap perkembangan musik di tanah airnya.
“Saya telah berkecimpung dalam dunia musik akustik sejak lama. Sayangnya, musik hip hop atau rap yang lebih fokus pada percakapan kini mulai banyak diminati, padahal bukan bagian dari tradisi Papua,” jelasnya.
Menurutnya, musik akustik lebih identik dengan budaya daerah dan menjadi wadah untuk menjaga jati diri bangsa.
Pendapat tersebut mendapatkan dukungan penuh dari Yahya Iyai, anggota MRP PPT perwakilan Pokja Agama.
“Musik akustik mampu membangkitkan imajinasi dan kreativitas untuk menciptakan karya yang bernuansa budaya Papua asli,” ujarnya sambil memberikan sanjungan kepada para peserta.
Tujuan: Bangun Generasi Muda yang Cinta Budaya Lokal
Yehuda Gobai, anggota MRP PPT Pokja Agama yang turut hadir, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menggali dan mengembangkan bakat anak-anak Mee.
“Kita ingin mereka bangga dengan kekayaan budaya sendiri dan terus mengembangkannya melalui musik akustik,” ucapnya.
Para peserta yang tampil juga mengaku merasa terbantu untuk mengasah kemampuan.
“Kami berlatih selama beberapa minggu untuk acara ini. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus digelar agar lebih banyak anak muda terlibat,” ucap perwakilan Grup Pedi Bermazmur.