DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Menginjak satu tahun masa pengabdiannya sebagai anggota DPRD Kabupaten Dogiyai dari daerah Pemilihan (Dapil) 3 (tiga), Akulian Magai menunjukkan komitmen nyata dalam menjawab persoalan mendasar masyarakat di pelosok. Melalui langkah strategis, ia menghadirkan satu unit mobil pelayanan dan dua titik akses internet satelit Starlink di Kampung Piyakunu, Distrik Mapia Tengah, Dogiyai.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Namun Magai menegaskan bahwa keputusannya adalah wujud janji kampanye untuk menjadi pelayan bagi masyarakat yang selama ini terisolasi secara transportasi maupun informasi.
“Program saya sejak awal adalah terpanggil untuk melayani. Setelah setahun bertugas, prinsip itu tetap saya pegang teguh,” ujar Magai kepada jelatanewspapua.com, Senin [19/01].
Mobil Pelayanan: Solusi untuk Mama-Mama dan Gereja
Kesulitan transportasi di pedalaman Dogiyai, Papua Tengah, kerap membuat hasil bumi warga terbuang percuma. Menanggapi hal tersebut, Magai mengambil keputusan berani dengan mengkredit satu unit mobil empat pintu berwarna putih untuk operasional masyarakat dan gereja.
Mobil tersebut telah diserahkan secara resmi dalam ibadah syukurannya di Kampung Piyakhunu pada Februari 2025 lalu untuk melayani Jemaat Maranatha Diyouto, Jemaat Imanuel Waneuwo, dan Gereja Santo Petrus Diyeugi.
“Saya sedih melihat mama-mama kesulitan bawa hasil kebun ke pasar karena tidak ada kendaraan. Banyak hasil keringat mereka terbuang. Itulah alasan saya mengambil mobil ini meski dengan sistem kredit atas nama pribadi. Kalau dalam lima tahun tidak lunas, saya siap tanggung risikonya, yang penting rakyat terbantu,” tegasnya.
Untuk memastikan transparansi, magai tidak memegang kunci kendaraan tersebut. Pengelolaan sepenuhnya diserahkan kepada sopir dan pengurus gereja demi kepentingan publik.
Memutus Isolasi Informasi lewat Starlink
Memasuki awal 2026, Akulian kembali membuat terobosan dengan memasang dua unit internet satelit Starlink di wilayah Podeta Kebo. Ia menyadari bahwa tanpa akses internet, generasi muda di kampung akan tertinggal jauh dari perkembangan zaman.
“Tujuan saya agar anak-anak sekolah dan pemuda di kampung bisa membaca berita dunia dan mengikuti perkembangan sosial. Jika mereka terputus dari informasi, masa depan mereka dipertaruhkan,” jelasnya.
Lanjutnya, Kini, fasilitas tersebut menjadi pusat belajar bagi pelajar dan pemuda gereja setempat.
Menjaga Marwah Masyarakat Podeta
Sebagai putra daerah pertama dari masyarakat Podeta yang duduk di kursi DPRD sejak Kabupaten Dogiyai dimekarkan pada 2008, Akulian merasa memikul beban moral yang besar.
“Kepercayaan masyarakat adalah amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata. Ini bukan sekadar tentang posisi saya, tapi tentang harga diri masyarakat Podeta dan warga kampung secara umum,” tuturnya.
Ia berharap langkah kecil yang dirintis ini dapat memicu perubahan lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat di pedalaman Dogiyai.
“Mungkin yang saya lakukan ini sederhana, tapi saya ingin membuka jalan bagi perubahan nyata di masa depan,” pungkasnya.