NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Sebuah tonggak sejarah baru bagi dunia pers di Bumi Cenderawasih resmi ditetapkan. Ketua Asosiasi Wartawan Papua (AWP), Elisa Sekenyap, mendeklarasikan bahwa Festival Media Se-Tanah Papua akan menjadi agenda rutin yang digelar setiap dua tahun sekali.
Pengumuman monumental ini disampaikan Elisa dalam malam penutupan festival perdana yang berlangsung meriah di Nabire, Kamis malam [15/01].
Sejarah Baru Pers Papua
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Elisa menegaskan bahwa ajang ini adalah festival media pertama yang pernah ada sejak kehadiran pers di Tanah Papua.
“Ini adalah sejarah. Belum pernah ada festival media sejak wartawan ada di Tanah Papua. Ini pertama kalinya, dan sejarah itu bermula di Papua Tengah,” tegasnya di hadapan sejumlah peserta.
Keberhasilan acara ini tak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Elisa memberikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Kapolda Papua Tengah, Kapolres Nabire, PLN Nabire, hingga para donatur pribadi yang telah menyokong penuh kegiatan ini sejak hari pertama.
Inklusivitas: Tak Ada Sekat Antar-Jurnalis
Meski digagas oleh Asosiasi Wartawan Papua (AWP) yang beranggotakan jurnalis asli Papua, Elisa menekankan bahwa semangat festival ini adalah pendekatan untuk menciptakan lingkungan yang terbuka dan menerima semua orang tanpa terkecuali. Baginya, festival ini milik seluruh insan pers dari Merauke hingga Sorong.
“Kami (AWP) hanyalah inisiator. Di sini, tidak ada perbedaan antara wartawan asli Papua maupun non-Papua. Kita semua hadir bersama-sama untuk memajukan industri media di tanah ini,” ujar Elisa.
Wadah Edukasi dan Sinergi Masa Depan
Selama tiga hari penyelenggaraan (13-15 Januari 2026), festival ini bukan sekadar ajang kumpul-kumpul. Sebanyak 1.132 peserta aktif, yang terdiri dari 149 jurnalis dari 6 provinsi serta ratusan pelajar SMA/SMK dan mahasiswa, tumpah ruah menyerap ilmu dari para pakar.
Mulai dari isu jurnalisme, hukum, pemerintahan, hingga politik dikupas tuntas sebagai bekal pengetahuan bagi para jurnalis dan generasi muda Papua.
“Banyak siswa yang hadir, dan kami sebagai wartawan saling berbagi pengalaman. Ini adalah wadah penting untuk berdiskusi dan melatih diri,” tambahnya.
Menatap Festival Media 2028
Menutup festival dengan optimisme, Elisa memastikan bahwa api semangat ini tidak akan padam. Meski lokasi berikutnya masih menjadi teka-teki, komitmen untuk menyelenggarakan festival media dua tahun mendatang sudah bulat.
“Dua tahun lagi, kita akan kembali menggelar Festival Media. Saya mengajak seluruh teman-teman wartawan, mari kita tetap bersinergi untuk menyelenggarakan kegiatan yang jauh lebih baik lagi ke depan,” Tutupnya.