NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire, Nancy Karolin Worabay, menghimbau masyarakat untuk lebih mengawasi diri saat beraktivitas di tengah meningkatnya kasus kejahatan di kota ini.
Himbauan disampaikan usai memimpin Rapat Paripurna, Rabu (14/08), di halaman gedung DPRK Nabire. Nancy menegaskan, pengendalian keamanan kota merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat.
“Ini tanggung jawab kita semua. Pemerintah, melalui Bupati, telah merespons kekhawatiran masyarakat dengan memberikan jaminan perlindungan bagi siapa saja yang menangkap pelaku begal. Situasi ini jelas meresahkan warga Nabire,” ujar Nancy saat diwawancarai.
Nancy menekankan pentingnya peran aktif masyarakat, mulai dari tingkat kepala kampung, RT/RW, hingga kelurahan, dalam menjaga keamanan lingkungan. Setiap kelurahan yang terjadi tindak kriminal diharapkan dapat segera melaporkan ke aparat terkait agar tindakan cepat dapat dilakukan.
“RT, RW, lurah, kepala kampung, semua harus proaktif. Setiap laporan dari masyarakat sangat penting agar kejahatan bisa dikendalikan dengan cepat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi Nabire saat ini berbeda dari sebelumnya. Sebagai ibu kota Provinsi Papua Tengah, aktivitas keluar masuk orang dari delapan kabupaten terpusat di kota ini. Hal tersebut berimplikasi pada meningkatnya tingkat kriminalitas, selain pembangunan dan aktivitas pemerintahan yang padat.
“Dengan menjadi pusat dari delapan kabupaten, aktivitas orang masuk keluar Nabire meningkat. Tidak bisa dipungkiri, kejahatan seperti begal dan curanmor bagian dari dampak perkembangan kota. Kita harus proaktif dan menjaga diri,” jelas Nancy.
Nancy menegaskan, kesadaran dan partisipasi seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci untuk menekan tindak kriminalitas di Nabire.