NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Mengonfirmasi pernyataan Gubernur Papua Tengah terkait situasi keamanan di Kabupaten Puncak dan Intan Jaya yang dinyatakan sudah aman, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Puncak, Thomas Tabuni, S.Ip., mengatakan pemerintah daerah bersama Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Bambang Trisnohadi, telah mengumumkan rencana pemulangan pengungsi ke kampung masing-masing. Hal itu disampaikan kepada wartawan usai Rapat Paripurna DPRK Puncak di Hotel Mahavira, Nabire, Senin (27/8).Â
Baca Juga:Â Gubernur Papua Tengah Klaim Aman, Data Independen Sebut Ribuan Warga Masih Mengungsi
Pertemuan yang berlangsung di Distrik Gome, ibu kota Kabupaten Puncak pada 21 Agustus 2025, disebut Thomas sebagai kunjungan Pangkogabwilhan untuk memastikan pemulangan pengungsi, baik yang ada di Gome maupun di Sinak.
Dalam pemberitaan SeputarPapua (21/8), Letjen TNI Bambang Trisnohadi meminta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat turut membantu agar pengembalian pengungsi dapat segera terlaksana.
“Kami akan menjamin keamanan saudara-saudara sekalian saat kembali ke distrik dan kampung masing-masing,” kata Bambang, dikutip dari SeputarPapua.
Baca Juga:Â Kritik Nietzsche terhadap Kolonialisme di Papua
Ketua DPRK Puncak, Thomas Tabuni, menyambut baik inisiatif tersebut sebagai langkah nyata penyelamatan pengungsi.
“Pemerintah provinsi bersama pemerintah daerah juga telah berkomitmen untuk membangun kembali rumah warga pengungsi,” jelasnya.
Baca Juga:Â TNI Rampas Bantuan Beras Masyarakat di Beoga, Kabupaten Puncak
Karena itu, ia mengimbau masyarakat tidak lagi bertahan di kamp pengungsian.
“Pengungsi harus kembali supaya masyarakat bisa berkebun dan beraktivitas lagi. Kalau terlalu lama di kamp pengungsian, kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Bisa sakit dan sebagainya,” tambahnya.
Untuk menindaklanjuti hal ini, Pemerintah Kabupaten Puncak juga akan menyambut langsung para pengungsi di titik-titik pengungsian.
“Bulan September kami akan bergerak. Pemerintah Kabupaten Puncak, DPR, dan forkopimda akan dibagi di setiap titik. Sekda akan memimpin langsung,” imbuhnya.
Baca Juga:Â Laporan Dugaan Pelanggaran HAM di Puncak Jaya Menjelang HUT RI ke-80
Meski begitu, Thomas mengakui pemerintah dan DPR belum memastikan kondisi pengungsi beserta kerugian akibat konflik bersenjata yang memaksa mereka mengungsi.
“Kami juga perlu lihat. Bagaimana kondisi rumah mereka? Apa saja yang hilang, apa saja yang dibakar, berapa korbannya? Mayatnya seperti apa? Ini kami belum pernah lihat karena situasinya agak mencekam,” terangnya.
Ia menegaskan pihaknya akan mengawal pemulangan hingga memastikan kondisi pengungsi beserta kerugian yang dialami. Melalui Rapat Paripurna yang digelar dalam rangka pengambilan sumpah/janji pimpinan DPRK Puncak dan penggantian antarwaktu anggota, kini DPRK Puncak sudah lengkap dan siap bekerja.
“Kami sudah lengkap sekarang, dan sudah tidak ragu-ragu lagi,” tegasnya menutup.
Baca Juga:Â HPM-LJ Menolak Kehadiran Militer Organik dan Non Organik di Lanny Jaya
Lantas, bagaimana jika terjadi konflik bersenjata dan warga mengungsi lagi? Sejauh mana tingkat aman bagi warga di puncak?