PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai terus menggencarkan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di wilayah Kabupaten Paniai. Kali ini, KPA Paniai menggelar kegiatan sosialisasi dan penyuluhan pencegahan HIV/AIDS di Gereja Kingmi Jemaat Bahtera Dinubutu, Klasis Agadide Dinubutu, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Minggu (11/01/2026) siang petang.
Kegiatan tersebut diikuti dengan antusias oleh sekitar 60 orang anggota Jemaat Bahtera Dinubutu yang terdiri dari kaum bapak, ibu, pemuda, serta remaja gereja. Sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja KPA Paniai dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS, cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Acara dipandu oleh moderator Jubal Nawipa, S.IP dan dibuka secara resmi oleh Ketua KPA Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, S.IP. Dalam kegiatan tersebut, Sepanya Yogi didampingi oleh Sekretaris KPA Paniai Agustinus Muyapa, S.H, Bendahara KPA Nikolaus Yogi, S.E, serta orang anggota tim KPA Paniai.
Dalam sambutannya, Ketua KPA Paniai, Sepanya Yogi, S.IP menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Gereja Kingmi Jemaat Bahtera Dinubutu yang telah memberikan kepercayaan kepada KPA Paniai untuk menyampaikan materi pencegahan HIV/AIDS kepada jemaat.
“Kami menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas undangan dari Jemaat Bahtera Dinubutu. Dengan senang hati kami memenuhi panggilan ini sebagai bentuk tanggung jawab moral dan sosial KPA Paniai untuk terus melakukan edukasi dan pencegahan HIV/AIDS di seluruh wilayah Kabupaten Paniai,” ujar Sepanya Yogi.

Lebih lanjut, Yogi menjelaskan bahwa sejak kepengurusan KPA Paniai dilantik, pihaknya berkomitmen menjalankan seluruh program kerja secara aktif dan berkelanjutan. Program tersebut meliputi edukasi, sosialisasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pengecekan darah lengkap yang dilaksanakan di berbagai tempat, seperti sekolah, gereja, dan komunitas masyarakat, sesuai dengan nota kesepahaman (MoU) yang telah disepakati bersama berbagai pihak.
“Sejak kami dilantik, kami bertekad menjalankan organisasi KPA Paniai dengan sepenuh hati. Kami terus melakukan edukasi dan sosialisasi, melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengecekan darah lengkap, serta berbagai upaya pencegahan HIV/AIDS, agar masyarakat semakin sadar dan peduli terhadap kesehatan dirinya dan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Sepanya Yogi juga menyampaikan kekagumannya atas partisipasi aktif jemaat selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, keterlibatan gereja dan jemaat merupakan kunci penting dalam memutus mata rantai penyebaran HIV/AIDS di tengah masyarakat.
“Kami melihat jemaat sangat aktif mengikuti kegiatan ini. Kerja sama yang baik antara gereja dan KPA Paniai menjadi kekuatan besar dalam upaya pencegahan HIV/AIDS. Semoga materi yang disampaikan hari ini dapat menjadi refleksi dan pengetahuan yang berguna bagi seluruh umat Jemaat Bahtera Dinubutu,” tambahnya.
Sementara itu, Badan Pengurus Jemaat Bahtera Dinubutu, Pdt. Marten Nawipa, S.Th, M.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga dan terima kasih kepada KPA Paniai yang telah memenuhi undangan jemaat dan bersedia berbagi pengetahuan terkait pencegahan HIV/AIDS.
“Kehadiran KPA Paniai hari ini merupakan bagian dari program kerja jemaat yang telah kami rancang dan tetapkan. Kami melihat bahwa persoalan HIV/AIDS merupakan isu serius yang harus dipahami oleh seluruh jemaat, sehingga gereja merasa perlu menghadirkan pihak yang berkompeten untuk memberikan pencerahan,” ungkap Pdt. Marten Nawipa.
Baca Juga : Misi Kemanusiaan dari Rumah Tuhan: KPA Paniai Sosialisasi HIV/AIDS di Gereja GKI Jemaat Betlehem Madi
Ia juga menambahkan bahwa ke depan, Jemaat Bahtera Dinubutu tidak hanya akan fokus pada isu pencegahan HIV/AIDS, tetapi juga berencana menghadirkan berbagai materi pencerahan lainnya, termasuk isu Hak Asasi Manusia (HAM), dengan menghadirkan pemerhati HAM Papua.
“Selain pencegahan HIV/AIDS, kami juga akan berupaya menghadirkan materi-materi pencerahan lainnya, seperti pemahaman tentang HAM, dengan mengundang pemerhati HAM Papua agar jemaat semakin sadar dan peduli terhadap berbagai persoalan sosial di Tanah Papua,” tambahnya.
Pada sesi utama, pemateri Yosua Yogi, S.Kep., Ners, menyampaikan materi pencegahan HIV/AIDS secara komprehensif kepada jemaat. Ia menjelaskan pengertian HIV dan AIDS, perbedaan keduanya, cara penularan, faktor risiko, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, Yosua Yogi juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin dan mengajak masyarakat untuk tidak takut melakukan tes HIV. Ia juga mengingatkan jemaat agar tidak memberikan stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).
“ODHA tidak boleh dikucilkan. Mereka membutuhkan dukungan, perhatian, dan pendampingan dari keluarga, gereja, dan masyarakat. Dengan pemahaman yang benar, kita dapat bersama-sama mencegah penularan HIV/AIDS sekaligus membangun solidaritas sosial,” jelasnya di hadapan jemaat.
Baca Juga : KPA Paniai Gelar Deklarasi dan Penandatanganan MOU Penanggulangan HIV/AIDS Bersama 24 Distrik dan 216 Desa
Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dalam suasana dialogis, di mana jemaat diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan pemateri dan tim KPA Paniai. Berbagai pertanyaan seputar penularan HIV/AIDS, pola hidup sehat, serta langkah pencegahan dijawab secara terbuka dan edukatif.
Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama antara tim KPA Paniai dan Jemaat Bahtera Dinubutu, dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan. Pada kesempatan tersebut, KPA Paniai juga menyerahkan sumbangan sukarela kepada Badan Pekerja Jemaat (BPJ) Jemaat Bahtera Dinubutu guna mendukung kebutuhan pelayanan dan kegiatan gereja, dan HAM Tuhan jemaat setempat doakan tim KPA Paniai.
Melalui kegiatan ini, KPA Paniai berharap kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya jemaat gereja, terhadap bahaya HIV/AIDS semakin meningkat, sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara bersama-sama demi mewujudkan masyarakat Paniai yang sehat dan berdaya.
“Kami akan akan terus melakukan langkah langkah selanjutnya sesuai prosedur kerja KPA Paniai,” tutup Sepanya Yogi. (*)