PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Ketua Partai Bintang Timur, Yulvin Mote, menegaskan komitmen partainya untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Papua Barat. Ia menyerukan persatuan seluruh rakyat Papua sebagai kunci melawan sistem nasional dan internasional yang dinilainya telah mengekang harapan bangsa Papua.
“Kita bukan orang lain, kita semua orang Papua dengan satu tujuan. Kehadiran persatuan akan mematahkan kekuatan besar negara Indonesia. Mari kita lumpuhkan sistem internasional yang telah mengikat harapan bangsa Papua dalam cengkeraman kolonial demi kepentingan penguasa,” ujar Yulvin dalam pernyataannya di Paniai, Kamis (14/8/2025).
Menurutnya, sejarah Papua telah dipenuhi distorsi dan pengaburan fakta, termasuk momentum 15 Agustus 1962 yang ia anggap jarang diungkap secara jujur. “Jangan percaya sejarah 15 Agustus yang ditutupi kepentingan. Fakta perjuangan para pejuang kita, orang tua kita, telah dikelabui,” tegasnya.
Sebagai latar, Perjanjian New York yang ditandatangani pada 15 Agustus 1962 merupakan kesepakatan antara Indonesia dan Belanda mengenai penyerahan kekuasaan atas Irian Barat (sekarang Papua) dari Belanda kepada Indonesia. Transisi ini dilakukan melalui sebuah badan sementara PBB bernama United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA). Penandatanganan perjanjian berlangsung di markas besar PBB di New York, Amerika Serikat.
Yulvin Mote menilai bahwa rakyat Papua harus memikirkan dan mempersiapkan langkah politik sejak dini untuk menentukan masa depan wilayahnya. “Papua di ujung Papua mau lepas, kita harus memikirkan itu dari sekarang,” ujarnya.
Sejak berdirinya Partai Bintang Timur pada 1962, Yulvin Mote memimpin partai ini dengan garis politik pro kemerdekaan Papua Barat. Ia menutup pernyataannya dengan ajakan agar semua pihak bersatu memperjuangkan tegaknya keadilan yang utuh bagi rakyat Papua, baik di tingkat nasional maupun internasional.