Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Rumah Dinas Pemkab Dogiyai Terbakar, Dua Anak dan Lansia Berhasil Diselamatkan

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

    Pemda Kabupaten Paniai Resmi Launching Festival Danau Paniai

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    BEM FISIP UNCEN Soroti Penutupan Jalur Mandiri Kedokteran Tahun 2026

    IMAPEDO Gorontalo nyatakan sikap: Papua darurat militer dan Dogiyai krisis kemanusiaan

    Diskusi dan Peluncuran Buku “Tragedi Dogiyai Berdarah” Digelar di Nabire

    KPP FIM-WP Jayapura sampaikan pernyataan sikap: soroti ketimpangan pendidikan di tanah Papua

    Bansos harus menyentuh masyarakat: Fransiskus Muyapa pastikan warga Distrik Bogobaida terima langsung 

    Mahasiswa Papua di Gorontalo gelar aksi nasional, desak Presiden usut dugaan pelanggaran HAM di Kemburu Puncak

    Peringatan Otonomi Daerah ke-30, Bupati Dogiyai Tekankan Sinergi dan Efisiensi Anggaran

    Mahasiswa Independen Se-Sorong Raya sampaikan tuntutan HAM Papua, desak penyelesaian menyeluruh 

    TPNPB keluarkan warning ke Metro TV, bantah tuduhan pembunuhan warga sipil di Puncak

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

    Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

    Uang Bukan Segalanya

    Manusia Mee Bukan Binatang

    Konflik Kapiraya: Siapa Dalang di Balik Saudara Bunuh Saudara?

    Selesaikan Konflik Kapiraya dengan Kembalikan Hak Kesuluhan kepada Suku Mee dan Kamoro

    Konflik Di Kapiraya: Suku Kamoro Dan Suku Mee Diadudomba

    Banjir  di Aceh dan Sumatera adalah Bencana Kemanusiaan

    Menantikan Kristus di Tanah Papua

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    FIM-WP ancam mobilisasi besar dalam aksi Mimbar Bebas kasus Dogiyai berdarah

    Operasi Militer di Tembagapura Tewaskan 5 Warga Sipil, Ribuan Warga Dilaporkan Mengungsi

    Pemutaran film Pesta Babi di Universitas Mataram dibubarkan, Mahasiswa lanjutkan Nobar di luar Kampus 

    Diskusi dan Peluncuran Buku “Tragedi Dogiyai Berdarah” Digelar di Nabire

    Mahasiswa Papua di Gorontalo gelar aksi nasional, desak Presiden usut dugaan pelanggaran HAM di Kemburu Puncak

    Mahasiswa Independen Se-Sorong Raya sampaikan tuntutan HAM Papua, desak penyelesaian menyeluruh 

    TPNPB keluarkan warning ke Metro TV, bantah tuduhan pembunuhan warga sipil di Puncak

    KOMNAS HAM  RI Publikasikan Hasil Pemantauan Enam Kasus Pelanggaran HAM di Papua

    Konsolidasi terbuka KNPB: Papua dinilai  zona darurat militer, HAM dan kemanusiaan

  • Kesehatan

    Pengurus dan anggota KPA Paniai laksanakan pemeriksaan massal tes darah lengkap untuk deteksi HIV-AIDS

    Dogiyai Masuk Prioritas Nasional, Tim BPJS Turun ke Kamuu Selatan Aktifkan Data Warga

    KPA Kabupaten Paniai bahas progres program penanggulangan HIV/AIDS tahun 2026

    Mahasiswi Uncen diduga diabaikan di RS Yowari, meninggal di area parkiran

    RSUD Paniai buka rekrutmen Fisikawan Medis, Bank Papua juga buka penerimaan pegawai

    KPA Paniai gelar pemeriksaan HIV dan distribusi pengamanan bagi 27 Personal Kopasgas TNI di Enarotali

    HIV/AIDS di Papua Tengah Masih Serius dan Endemi, Kesenjangan Pengobatan Jadi Tantangan Utama

    Kepala Puskesmas Aradide berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Paniai, siap layani peserta MUSPASME ke VIII  Komopa

    Kabupaten Dogiyai Raih Penghargaan UHC Kategori Utama untuk Ketiga Kalinya

  • Lingkungan

    Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah tegaskan Ormas harus bekerja nyata untuk rakyat

    MUSORMA XVIII AMPPJ Jayapura 2026 resmi digelar

    Kelompok Uti Waita, binaan Tani Merdeka Papua Tengah gelar panen raya Padi di Nabire

    Kelompok Tani Anak Muda Maju, DPW Tani Merdeka Papua Tengah tanam padi di Wanggar

    Asrama Mahasiswa/i Kabupaten Paniai kota studi Nabire gelar pelantikan Badan Formatur 

    Komunitas Porter Paniai gelar evaluasi efektivitas layanan transportasi publik

    Panen Raya Jagung Kelompok Paniai Tani Merdeka Papua Tengah, bukti kemandirian petani lokal

    Penyuluh Papua Tengah bagikan bibit bawang merah unggul ke Kabupaten Deiyai

    Forkopimda dan Masyarakat Dogiyai Sepakati Atasi Miras dan Penyakit Sosial, Instruksi Resmi Keluar Besok

  • Pendidikan

    BEM FISIP UNCEN Soroti Penutupan Jalur Mandiri Kedokteran Tahun 2026

    SMK Karel Gobai umumkan kelulusan 100 persen, Kepala Sekolah: hasil perjuangan tiga tahun

    SMK Karel Gobai gelar ibadah pelepasan 95 siswa, tekankan peran tiga pilar penentu masa depan

    Melkias Yeimo gelar ibadah syukur atas raih Sarjana Teknik di Nabire

    Atas nama Bupati, Kadinsos Paniai resmikan TK-PAUD YPK Betlehem Madi, Pemerintah tekankan pentingnya pendidikan usia dini

    IPM-IDAKI Nabire Resmi Terbentuk, Paulus Deba Pimpin Organisasi Pelajar Idadagi Kigamani

    STK Touye Paapaa Deiyai Lepas Mahasiswa PKL, Diharapkan Jadi Guru Profesional

    Pamkab Dogiyai Buka Pendaftaran Beasiswa Afirmasi dan Program Baru Beasiswa Aimin

    SMK Karel Gobai Bagikan Seragam Sekolah, Tanamkan Semangat Disiplin dan Motivasi Belajar

  • Religi

    Kerawam Keuskupan Timika Konsolidasi di Nabire, Dukung Agenda Keuskupan Timika di Paniai

    Klasis Agadide rayakan HUT ke-64 KINGMI, Jemaat didorong hidup dalam damai Kristus

    Pos PI Kanaan Ugabado di Enarotali Gereja Kingmi gelar pelepasan 7 anak kepada Tuhan 

    Panitia MUSPASMEE VIII Sampaikan Terima Kasih, 10.573 Peserta Hadiri Pesta Iman di Komopa

    Gereja GKI Tanah Papua Diminta Hadir Bersama Umat yang Ditindas dan Tanahnya Dirampas

    Uskup Timika Resmi Buka MUSPASME VIII Paroki Kristus Jaya Komopa

    Kordinator Paniai Awepaida Rayakan HUT Masuk Injil KINGMI ke-87, Panitia Sampaikan Apresiasi

    Tim Penegak Daa dan Diyodou Rayakan Ulang Tahun ke-12

    Ketua Panitia MUSPASME VIII Tegaskan Kesiapan Sukseskan Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII di Komopa

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Pendidikan

Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah Gelar Mimbar Bebas, Bacakan 19 Tuntutan ke Negara

by Aleks Waine
12 September 2025
in Pendidikan

Pelajar dan Mahasiswa di Papua Tengah melakukan aksi mimbar bebas di Kompleks Pasar Karang Tumaritis, Nabire Papua Tengah, Kamis (11/09). - đź“· AW/Redaksi JNP

0
SHARES
78
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Sejumlah pelajar dan mahasiswa di Provinsi Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Kompleks Pasar Karang Tumaritis, Nabire, pada Kamis (11/09).

Aksi ini digelar untuk menyuarakan berbagai persoalan yang mereka nilai sebagai bentuk diskriminasi, perampasan ruang hidup, dan marjinalisasi terhadap orang asli Papua.

Koordinator aksi, Amsal You, membacakan pernyataan sikap berisi 19 tuntutan. Ia menyebutkan, bangsa Papua sejak awal telah dikorbankan dalam konspirasi politik internasional melalui New York Agreement pada 15 Agustus 1962 yang melibatkan Belanda, Indonesia, dan Amerika Serikat.

“Sejak tahun 1961 hingga saat ini bangsa Papua dikorbankan oleh konspirasi Amerika dan Indonesia melalui New York Agreement. Persetujuan itu memaksa Belanda melepaskan West Papua ke Indonesia karena misi terselubung eksploitasi sumber daya alam di Papua,” tegasnya dalam keterangan tertulis.

Soroti Sejarah Politik Papua

Mereka menilai New York Agreement dilakukan secara paksa tanpa mempertimbangkan hak-hak rakyat Papua yang kala itu masih berstatus wilayah koloni Belanda. Kesepakatan itu, menurut mereka, juga bertentangan dengan Piagam PBB yang menekankan hak menentukan nasib sendiri bagi wilayah jajahan.

“Bangsa Papua sudah disiapkan Belanda untuk menjadi sebuah negara yang sah berdasarkan Konvenan Perserikatan Bangsa-Bangsa. Sesuai dengan Piagam PBB Pasal 73, wilayah jajahan wajib diberi kemerdekaan. Hal ini juga ditegaskan dalam perjanjian internasional seperti Canberra Agreement tahun 1947 yang mendorong percepatan pembangunan wilayah Pasifik Selatan untuk menuju kemerdekaan,” lanjut pernyataan mereka.

Kritik Pemerintah Daerah dan Pusat

Selain menyinggung sejarah politik, massa aksi juga mengkritik kebijakan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah yang dinilai hanya melayani kepentingan modal dan elite politik. Mereka mendesak Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan delapan bupati di wilayah itu agar menghentikan segala bentuk investasi yang dianggap merugikan masyarakat Papua.

“Pemerintah jangan hanya membuka jalan bagi perusahaan dan pemodal, sementara masyarakat adat dan pelajar Papua dibiarkan hidup dalam penderitaan,” ujar Amsal.

19 Poin Tuntutan

Dalam aksi tersebut, pelajar dan mahasiswa Papua Tengah menyampaikan 19 tuntutan kepada negara, antara lain:

1. Hentikan investasi ilegal di Papua Tengah.
2. Bebaskan 4 tahanan politik di Sorong, karena ide atau gagasan tidak bisa dipidana.
3. Buka ruang demokrasi dan hentikan kriminalisasi aktivis mahasiswa dengan pasal karet.
4. Hentikan rencana pemekaran di Papua Tengah yang dianggap sarat kepentingan politik praktis.
5. Hentikan pembangunan PLTA dan perusahaan ilegal di Deiyai.
6. Hentikan aktivitas perusahaan ilegal di Blok Wabu, Intan Jaya.
7. TNI/Polri diminta tidak menjadikan sekolah, gereja, dan puskesmas sebagai pos militer di Intan Jaya dan Puncak.
8. Hentikan rencana pembangunan pelabuhan di Kapiraya.
9. Pemerintah Provinsi Papua Tengah segera memfasilitasi kembalinya pengungsi ke Intan Jaya.
10. Kapolres Nabire hentikan kriminalisasi masyarakat sipil.
11. Polisi minimal berpendidikan S1 agar tidak bertindak brutal di Papua Tengah.
12. Pemerintah Papua Tengah segera mencabut izin perusahaan ilegal.
13. Segera bangun pasar yang layak bagi mama-mama Papua.
14. Polres Nabire segera menindak kasus begal.
15. Hentikan kriminalisasi jurnalis di seluruh Tanah Papua.
16. Kementerian HAM segera menyelesaikan persoalan HAM di Papua.
17. Hentikan kapitalisasi di RSUD Nabire dan evaluasi Dinas Kesehatan Provinsi.
18. Tarik pasukan militer non-organik dari Papua.
19. Gelar perundingan damai untuk menyelesaikan masalah Papua secara bermartabat.
20. Belum Ada Tanggapan Pemerintah.

Aksi mimbar bebas ini berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Hingga berita ini diturunkan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun pihak kepolisian belum memberikan tanggapan resmi atas tuntutan yang disampaikan pelajar dan mahasiswa tersebut.

Post Views: 1,819

Baca Juga:

FIM-WP ancam mobilisasi besar dalam aksi Mimbar Bebas kasus Dogiyai berdarah

Pemeriksaan BPK Selesai, Inspektorat Dogiyai Targetkan WTP

Jalan Rusak Parah, Warga Mapia Barat Sampaikan Keluhan Saat Pemeriksaan BPK

Dogiyai Masuk Prioritas Nasional, Tim BPJS Turun ke Kamuu Selatan Aktifkan Data Warga

Tags: Aksi Mimbar bebasNabirePapua TengahPelajar Mahasiswa
Previous Post

Nelayan Napan Desak Pemerintah Bangun Rumpon Baru

Next Post

Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

Aleks Waine

Aleks Waine

Jurnalis Papua

BERITA TERKAIT

Papua

BEM FISIP UNCEN Soroti Penutupan Jalur Mandiri Kedokteran Tahun 2026

4 menit ago
Pendidikan

SMK Karel Gobai umumkan kelulusan 100 persen, Kepala Sekolah: hasil perjuangan tiga tahun

1 minggu ago
Pendidikan

SMK Karel Gobai gelar ibadah pelepasan 95 siswa, tekankan peran tiga pilar penentu masa depan

1 minggu ago
Pendidikan

Melkias Yeimo gelar ibadah syukur atas raih Sarjana Teknik di Nabire

2 minggu ago
Pendidikan

Atas nama Bupati, Kadinsos Paniai resmikan TK-PAUD YPK Betlehem Madi, Pemerintah tekankan pentingnya pendidikan usia dini

2 minggu ago
Pelosok

IPM-IDAKI Nabire Resmi Terbentuk, Paulus Deba Pimpin Organisasi Pelajar Idadagi Kigamani

3 minggu ago
Next Post

Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved