DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM— Pembangunan akses jalan dan jembatan menuju Dusun Dadiyai Watiya dan Dusun Baida di Kampung Mauwa mulai bergerak setelah pemerintah distrik, kontraktor, dan masyarakat pemilik hak ulayat mencapai kesepakatan bersama. Pada Kamis (11/12), Kepala Distrik Kamuu, Markus Auwe, bersama Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Dogiyai, Penias Tebai, serta kontraktor Emanuel Tebai, bertemu langsung dengan warga adat sebelum pekerjaan dimulai.
Dalam pertemuan itu, Auwe menjelaskan bahwa pihaknya memfasilitasi dialog antara pemerintah, kontraktor, dan masyarakat sebagai langkah awal untuk memastikan semua proses berjalan sesuai kesepahaman. Ia menegaskan bahwa komunikasi terbuka merupakan kunci agar proyek pembangunan tidak menimbulkan kendala di tengah jalan. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan pandangan sebelum kegiatan konstruksi dimulai.
Masyarakat pemilik hak ulayat dan pihak kontraktor sepakat bahwa pekerjaan harus diawali dengan doa bersama sebagai bentuk penghormatan terhadap adat. Kesepakatan tersebut langsung diikuti dengan pemberian dana doa oleh kontraktor sebagai bentuk penghargaan kepada nilai-nilai adat yang berlaku. Warga menilai langkah itu sebagai tanda niat baik untuk menjaga hubungan harmonis selama pembangunan berlangsung.
Kepala Distrik Kamuu menyampaikan bahwa pendekatan yang tepat akan sangat menentukan kelancaran pekerjaan di lapangan. Ia menyebut bahwa upaya memahami masyarakat dan menghormati adat memberikan dampak positif terhadap penerimaan warga terhadap proyek ini. “Hari ini atau besok alat berat sudah mulai masuk ke lokasi,” ujar Auwe.
Auwe juga berharap seluruh proses pembangunan di Distrik Kamuu dapat berlangsung aman dan lancar. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari hasil akhir fisik, tetapi juga dari terciptanya suasana kondusif antara pemerintah dan masyarakat. Menurutnya, kerja sama yang baik akan menjadi model yang perlu dipertahankan dalam pembangunan berikutnya.
Sementara itu, masyarakat dari kedua dusun menyampaikan harapan agar pekerjaan jalan dan jembatan dapat diselesaikan sebelum 25 Desember 2025. Tenggat waktu ini dianggap penting karena akses tersebut sangat dibutuhkan warga untuk mobilitas harian menjelang perayaan akhir tahun. Mereka menilai pembangunan ini akan membantu mempermudah hubungan antarwilayah dan mempercepat aktivitas ekonomi.
Untuk mendukung proses pembangunan, warga menyatakan kesiapan untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan di lokasi pekerjaan. Mereka menegaskan bahwa stabilitas lingkungan sekitar adalah hal yang harus dijaga agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan. Keterlibatan warga ini juga menjadi bentuk tanggung jawab bersama demi tercapainya manfaat pembangunan.
Pemerintah distrik menyambut baik komitmen masyarakat tersebut dan berharap kolaborasi ini dapat memperkuat hubungan yang selama ini terjalin. Pembangunan akses jalan dan jembatan ini diharapkan membuka ruang percepatan pembangunan di wilayah pedalaman Dogiyai. Proyek ini juga dianggap sebagai wujud nyata kerja sama antara pemerintah dan masyarakat adat untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
Dengan dimulainya proses pembangunan ini, pemerintah dan masyarakat Mauwa menatap masa depan dengan optimisme. Mereka berharap kehadiran akses baru tidak hanya mempermudah perjalanan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang lebih luas. Pembangunan ini menjadi langkah awal menuju peningkatan kesejahteraan dan konektivitas di wilayah Distrik Kamu.