NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM — Memasuki masa Adven yang merupakan periode penantian bagi umat Kristiani, Pemuda Katolik (PK) Komda Papua Tengah menyampaikan seruan kepada Kapolda Papua Tengah agar segera memperkuat langkah pengamanan di seluruh wilayah Papua Tengah menjelang perayaan Natal 2025.
Dalam keterangan tertulis yang diterima jelatanewspapua.com, pada Minggu (30/11), PK Komda Papua Tengah menilai bahwa situasi keamanan harus menjadi fokus utama karena sejumlah potensi gangguan bisa meningkat pada akhir tahun.
Dalam keterangan yang ditandatangani Ketua PK Tino Mote dan Sekertaris Natan Tebai, menyampaikan empat poin yang diminta untuk segera ditindaklanjuti oleh Kapolda.
Pertama, Pemuda Katolik meminta Kapolda melakukan evaluasi menyeluruh sekaligus memperkuat kinerja para Kapolres di Papua Tengah. Mereka menilai aparat di tingkat kabupaten perlu lebih proaktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di daerah yang rawan terjadi gangguan.
Kedua, PK memberi catatan khusus kepada Kapolres Nabire, Mimika, dan Dogiyai. Mereka meminta agar jajaran kepolisian tidak terlibat dalam konflik-konflik sosial yang terjadi, serta mengedepankan pendekatan persuasif dan menghindari tindakan kekerasan dalam menangani persoalan masyarakat.
Ketiga, Pemuda Katolik mendesak Kapolda Papua Tengah untuk menertibkan peredaran minuman keras. Mereka meminta agar dikeluarkan surat resmi pelarangan penjualan miras guna mencegah gangguan keamanan selama masa perayaan Natal.
Keempat, PK meminta kepolisian melarang penjualan bahan peledak, khususnya petasan, sebelum 1 Januari 2025. Menurut mereka, penjualan petasan kerap memicu keresahan dan berpotensi menimbulkan kekacauan di berbagai wilayah.
“Empat hal ini menjadi atensi Natal 2025 untuk kita semua,” tulis Pemuda Katolik Papua Tengah dalam pernyataannya.
PK Komda Papua Tengah berharap Kapolda dapat segera mengambil langkah-langkah strategis agar masyarakat dapat menjalani masa Adven dan perayaan Natal dalam suasana yang aman dan damai.