ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

    Pemda Kabupaten Paniai Resmi Launching Festival Danau Paniai

    Segera Hentikan Operasi Tambang Emas Ilegal di Kampung Mogodagi

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    Senator Papua Pegunungan Desak Pemerintah Tarik TNI Nonorganik dari Wilayah Konflik

    Komunitas Literasi Dogiyai Dorong Literasi Siswa SD, Sebut Orang Papua Bukan Bodoh

    3 Distrik di Dogiyai Gelar Musrenbang Kampung Serentak Sebagai Tindak Lanjut RKPD 2027

    Distrik Kamuu Selatan Usulkan 7 Program Prioritas Pembangunan Lewat Musrenbang

    Distrik Kamuu Gelar Musrenbang, Hadirkan Aspirasi Seluruh Elemen Masyarakat

    KNPB Wilayah Dogiyai Melantik Pengurus Sektor Pugayamo, Ajak Siap Sambut MSN untuk Papua Merdeka

    Gereja GKI Tanah Papua Diminta Hadir Bersama Umat yang Ditindas dan Tanahnya Dirampas

    Momentum HPN 2026, Wanggai: Tanpa Pers, Pemerintah Tak Bisa Hadir!

    Bupati Intan Jaya Tegaskan Profesi Wartawan Tak Boleh Ditutupi

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Banjir  di Aceh dan Sumatera adalah Bencana Kemanusiaan

    Menantikan Kristus di Tanah Papua

    Anak Muda Papua Dapat Bantai Dalam Trend Zaman: Menurut Hannah Arendt “Banalitas Kejahatan”

    Kapiraya Kritis! Rumah Dibakar, Warga Tewas, Aktivis HAM Ketuk Pintu Pemerintah

    Kapitalisasi Dunia Kesehatan: Pintu Masuk Pelanggaran HAM Berat di Papua

    Ketika Hukum Menjanjikan, Tapi Realitas Mengingkari: Otsus Papua di Antara Teks dan Hidup Sehari-hari

    Victor Yeimo: Evaluasi Kritis 63 tahun UNCEN: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Penjajahan

    Rambut Putih, Cahaya Tak Padam: Kesaksian Elias tentang Pastor Nato Gobay

    Sagu: Sumber Kehidupan dan Identitas Budaya Masyarakat Sentani

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    Senator Papua Pegunungan Desak Pemerintah Tarik TNI Nonorganik dari Wilayah Konflik

    12 Oknum TNI Diduga Lakukan Pemerkosaan di Papua Tengah, HRD Minta Penyelidikan Independen

    Kapolres Merauke diminta bebaskan 11 Kaum Awam Katolik Papua yang ditangkap di halaman Gereja Katedral

    Koalisi HAM Papua Larang Danyonif TP 817/Aoba Intervensi Konflik Tanah Adat Kwipalo di Merauke

    FBRY-KJ Desak Tarik 600 Personel Militer Tambahan dari Yahukimo

    Mahasiswa Papua Pegunungan di Jayapura Serukan Perdamaian atas Konflik Lani–Yali di Jayawijaya

    Jurnalis Papua Diimbau Perkuat Investigasi dan Independensi Hadapi Regulasi Baru

    TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penikaman di Dekai, Nilai Kunjungan Wapres Gibran Hanya Pencitraan

    KNPB Konsulat Makassar Tegaskan: Kami bukan Separatis

  • Kesehatan

    HIV/AIDS di Papua Tengah Masih Serius dan Endemi, Kesenjangan Pengobatan Jadi Tantangan Utama

    Kepala Puskesmas Aradide berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Paniai, siap layani peserta MUSPASME ke VIII  Komopa

    Kabupaten Dogiyai Raih Penghargaan UHC Kategori Utama untuk Ketiga Kalinya

    33 Tenaga Medis dari Kemenkes Tiba di Dogiyai, Siap Layani Masyarakat di 15 Puskesmas

    Kawal Fesmed 2026, Dinkes Papua Tengah Siagakan Tim Medis dan Ambulans

    Kepala Bidang P2P Dinkes Paniai: Empat Warga Baya Biru Dinyatakan Positif HIV/AIDS

    KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Gereja Kingmi Koordinator Paniai Awepaida

    KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS, di Jemaat Bahtera Dinubutu

    Dinas Kesehatan Paniai Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Massal di Distrik Bayabiru

  • Lingkungan

    Hentikan Pekerja PT. Jhonli Group di Merauke, Pemilik Hak Ulayat Tancapkan Salib

    Tani Merdeka Papua Tengah Gelar Panen Jagung lahan seluas 100 x 60 meter di Makimi Nabire

    Lewat keputusan bersama, kampung Epouto Paniai tegakkan Aturan Adat dan Ketertiban Sosial

    BP3 OKP dan BPP Papua Tengah Apresiasi Panen Jagung Tani Merdeka di Nabire

    Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah Apresiasi Pemprov Buka Ruang Tani Merdeka

    Aksi Nyata Pemuda dan DLH, Ubah Wajah Dogiyai Jadi Lebih Asri dan Hijau

    GPPMMA Aikai Gelar Aksi Bersihkan Sampah di Pelabuhan Aikai dan sekitarnya 

    Anggota DPR Papua Tengah Mendesak Pemerintah dan Aparat Hentikan Konflik di Timika

    Bupati Paniai Imbau Pelaku Usaha Tak Naikkan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

  • Pendidikan

    Komunitas Literasi Dogiyai Dorong Literasi Siswa SD, Sebut Orang Papua Bukan Bodoh

    MUSPASMEE VIII : STK Touye Paapaa tegaskan Pendidikan penentu masa depan generasi muda Papua

    IPPMMA WUBWE Nabire Gelar Musyawarah Besar Ke-VII, Anastasia Agapa Jadi Ketua Baru

    BEM USTJ Periode 2026-2027 Dilantik, Targetkan Pemimpinan Inklusif untuk Mahasiswa dan Papua

    STT Yusuf Makai Nabire Yudisiumkan 15 Sarjana Angkatan Ke-4, Wisuda 3 Februari

    Pelajar Nabire Didorong Jadi Produsen Konten Positif di Festival Media Papua 2026

    Festival Media Se-Tanah Papua 2026 Resmi Digelar di Papua Tengah

    Bupati Kab. Dogiyai Tekankan Pentingnya Noken, Regenerasi, dan Penguatan Pendidikan

    IPPM-DW HIMLEKS Rayakan Natal dan Dies Natalis di Sentani

  • Religi

    Gereja GKI Tanah Papua Diminta Hadir Bersama Umat yang Ditindas dan Tanahnya Dirampas

    Uskup Timika Resmi Buka MUSPASME VIII Paroki Kristus Jaya Komopa

    Kordinator Paniai Awepaida Rayakan HUT Masuk Injil KINGMI ke-87, Panitia Sampaikan Apresiasi

    Tim Penegak Daa dan Diyodou Rayakan Ulang Tahun ke-12

    Ketua Panitia MUSPASME VIII Tegaskan Kesiapan Sukseskan Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII di Komopa

    Natal Penuh Damai di Pos PI Maranatha: Jemaat Rayakan Kelahiran Yesus Raja Damai

    Kadinsos Paniai, Bantu Semen dan Cat untuk Dukung MUSPAS Mee ke-VIII, di Paroki Kristus Jaya Komopa

    Gelar Dialog Terkait “Postingan Viral”, Dewan Pastoral Paroki Imakulata Moanemani Tegaskan Gereja Tidak Berafilias dengan Pihak Manapun

    Masalah dan Harapan OMK Dekenat Paniai Bahas: Iman, Ekonomi, dan Advokasi Sosial

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Pendidikan

Peran Guru Dalam Mengelola Kurikulum Deep Learning Berbasis Kontekstual Papua

Sebuah Refreksi

by Redaksi
6 Oktober 2025
in Pendidikan
0
SHARES
65
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Musa Pekei, S.IP

Prolog

Guru adalah seorang yang bekerja sebagai pendidik, pengontrol, pengevaluasi serta menjadi teladan yang hidup bukan “mematikan” bagi siswa. Menjadi guru di Papua memang tugas yang sangat berat. Diseluruh tanah Papua saat ini, sebagian guru tidak memaknai panggilan sebagai seorang dengan baik. Kebanyakan siswa setelah tamat tidak melanjutkan kuliah dengan baik. Maka setiap guru dituntut menjadi guru yang mampu memberikan pikiran, tenaga, dan waktu, serta konsisten sebagai seorang guru sampai akhir hayat. Bukan seorang menjadi kepalah dinas Kependudukan dan lain sebagainya, dan itu fakta di tanah Papua. Siswa adalah agen perubahan ditanah ini, didiklah mereka dengan penuh kasih dan sayang dengan dedikasi yang tinggi didalam kelas.

Siswa sebagai subjek sekaligus objek dalam proses pembelajaran di kelas maupun di luar kelas. Sumber pembelajarannya adalah pengetahuan yang ada dalam teks, buku-buku, audio, video, internet atau bahan-bahan alam sekitarnya yang bisa diangkat dan yang bisa diukur. Hubungan antara guru dan siswa memiliki hak dan kewajiban dalam pembelajaran berlangsung. Seorang guru mempunyai kewajiban, tanggungjawab, dalam menjalankan tugasnya sebagai pengajar, pendidik, dengan berkarakter dan bermoral baik dalam kelas maupun diluar kelas, supaya siswa bisa mengikuti kehidupan baik dari hidup guru itu sendiri. Maka itu guru juga dituntut mampu menerapkan kurikulum Deep Learning.

Kurikulum Deep Learning adalah kurikulum yang mengajak seluruh pengelola satuan pendidikan tingkat dasar dan menengah untuk dapat menjalankan pembelajaran mendalam yang menekankan pada tiga aspek yaitu: pertama, pembelajaran bermakna Mainingful , Kedua, pembelajaran berkesadaran Mindful, Ketiga, pembelajaran menggembirakankan Joyful. Proses belajar sebagai pengalaman yang bermakna dan menggembirakan (Olah Pikir,Olah Hati,Olah Rasa dan olah raga).

Maksud dari penulis, kontekstual Papua artinya bahwa konsep materi dalam buku modul dapat di realisasikan dalam bentuk, dan diangkat dari contoh kasus dalam kehidupan situasi sosial masyarat adat Papua, Sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang undang Otonomi Khusus (Otsus No 21 thn 2001 dan UU perubahan kedua No 2 tahun 2021 ).Tentu pembelajaran mendalam itu, dapat di sesuaikan dengan konteks Papua sesuai dengan sarana dan prasarana yang ada di sekolah tersebut. Melalui ini pengalaman belajar bisa dapat membawa siswa pada tingkatan menalar dengan baik, serta mengaplikasikan, dan merefleksikan dalam dinamika kehidupan yang ada.

Menurut Dasar Hukum , peraturan menteri pendidikan , kebudayaan ,riset ,dan teknologi Republik Indonesia nomor 12 tahun 2024 tentang kurikulum pada pendidikan anak usia dini ,jenjang pendidikan dasar ,jenjang pendidikan menengah. Peraturan menteri Penedidikan dasar dan menengah Republik Indonesia nomor 13 tahun 2025 tentang perubahan atas peraturan menteri pendidikan, kebudayaan -kebudayaan , riset ,dan teknologi republik Indonesia . Standard Kompetensi lulusan Pasal 4 Permendikdasmen nomor 10 tahun 2025, tentang Standar kompetensi lulusan pada pendidikan anak usia dini , jenjang pendidikan dasar,jenjang pendidikan menengah yaitu 8 standar komtensi lulusan: 1) Keimanan dan ketaqwaan terhadap tuhan yang maha Esa 2) Kewargaan 3) Penalaaran Kristis 4) Kreativitas 5) Kolaborasi 6) kemandirian 7) Kesehatan 8) Komunikasi.

Jika dilihat dari gambaran dasar hukum kurikulum pendidikan ini ,maka batang tubuh pembelajaran dalam kurikulum pembelajaran mendalam terdiri dari tiga bagian yaitu 1) Intrakurikuler 2) Kokurikuler 3) Extrakurikuler . Penjabaran dari tiga bagian tesebut sebagai berikut : Intrakurikuler adalah Kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan sesuai dengan jadwal beban belajar pada struktur kurikulum. Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan , pendalaman,dan pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

Extrakurikuler adalah kegiatan pengembangan karakter dalam rangka perluasan potensi bakat, minat, kemampuan , kepribadian , kerjasama , dan kemandirian peserta didik secara optimal yang dilakukan dengan bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan.

Aktualisasi Pembelajaran Mendalam di sekolah

Aktualisasi konsep pembelajaran mendalam di Papua tentunya banyak tantangan tersendiri mulai dari ketersediaaan buku modul, fasilitas dan saran prasarana. Bukan berarti semua sekolah satuan pendidikan di Papua mulai dari tingkat ,TK, SD,SMP, SMA, SMK tidak mampu menyesuaikan dengn sistem kurikulum pendidikan nasional. Namun Pemerintah daerah tingkat Provinsi maupun kabupaten bisa merancang pendidikan yang berbasis pendidikan local sekaligus menyiapkan tenaga guru professional yang di latih melalui Balai Latihan Pendidikan Guru (BLPG) yang nantinya tenaga guru tersebut siap mengabdi dimanapun tempat ia ditugaskan.

Pembelajaran mendalam dalam konteks Papua adalah bagaimana pemilik atu pengelola lembaga ,yayasan pendidikan untuk dapat menggarap workshop atau pelatihan untuk meningkatkan kapasitas sekaligus menerapkan pembelajaran dalam kelas.Kondisi di Papua khususnya di bidang pendidikan banyak sekolah yang belum memiliki fasiliatas ,tenaga guru dan saran prasarana yang belum lengkap. Namun dalam pembelajaran guru wajib merancang pembelajaran secara kreatif dengan memanfaatkan media yang ada salah satu nya lingkungan alam yang tersedia, Misalnya: Mata Pelajaran IPA Dampak Oksigen (O2), Karbondioksida (CO2) bagi makluk hidup “mengajak siswa menanam pohon di pekarangan lingkungan sekolah dan diluar lingkungan sekolagh ”. Maksudnya adalah dengan menanam pohon, siswa mampu memaknai dan sadar bahwa oksigen itu sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dan makluk hidup lainnya agar menikmati kebahagiaan dalam kehidupan, yang nyaman ketika pohon tersebut tumbuh dan besar dan bermanfaat untuk berteduh di bawah pohon dan bisa di jadikan gazebo untuk pembelajaran dan lain sebagainya.

Hal lain adalaha mata pelajaran PKN dengan thema “Berdemokrasi Sesuai Dengan Nilai Nilai Pancasila” “mengajak siswa berorganisasi di OSIS dan terlibat dalam kegiatan MUBES OSIS”. Artinya bahwa Siswa di ajak untuk menginternalisas konsep demokrasi sesuai dengan nilai nilai pancasila sekaligus bagaimana siswa memaknai demokrasi dengan mempraktekan dalam kelas salah satu bermusyawah dengan memilih ketua kelas, menyepakati iuran wajib kelas, pembagian tugas pembersihan kelas dan juga dalam musyawarah besar dalam pemilihan ketua osis, serta bagaimana mengambil keputusan bersama. Tentunya dalam aplikasi model demokrasi seperti itu mengajak siswa mampu memakanai nilai demokrasi serta mengaplikasikan dan turut serta ambil bagian secara langsung dan membahagiakan siswa tersebut karena telah berhasil mengambil keputusan secara tepat .

Mata pelajaran adalah adalah seni budaya “Kreatifitas Karya ” siswa di ajak untuk membuat karya rajutan noken , dimana konsep materi kreatfitas di internalisasikan dalam karya nyata. Dituntut untuk siswa memaknai materinya serta membuat model karya noken papua dengan kreasi berwarna warna yang menggambarkian pulau papua. Hal ini menyenangkan siswa karena bebas menentukan model atau bentuk noken secara bebas dan bahagia karena hasilnya dapat menghasilakan karya sekaligus bisa di gunakan orang lai atau bisa juga di jadikan nilai uang jika di jual.

Korelasi Pembelajaran Mendalam dalam Kehidupan Nyata Di Papua 

Baca Juga:

MUSPASMEE VIII : STK Touye Paapaa tegaskan Pendidikan penentu masa depan generasi muda Papua

Sistem Pendidikan Era Otsus di Tanah Papua

Dinas Pendidikan Papua Tengah Buka Rekrutmen Guru Kontrak 3T Tahun 2025

Pemkab Paniai Melalui Dinas Pendidikan Teken MoU Bersama BAN-PDM Papua

Pembelajaran Mendalam Deep Learning adalah kurikulum nasional yang telah di undang undangkan melalui kementerian Dasar Dan Menengah (Kemendikdasmen). Perintah ini tentunya semua sekolah yang ada di seluruh Indonesia wajib mengikuti. Indikator pokok dalam deep leraning adalah bagaimana pembelajaran itu bermakan,menyenangkan dan membahagiakan. Tuntutan pembelajaran mendalam ini tentu cukup menantang bagi sekolah sekolah yang berada di pelosok pelosok Indonesia seperti di papua.Di papua banyak sekolah yang belum memiliki fasilitas,sarana prasaran ,wifi . Pelaksanaan pembelajaran di papua bisa dapat di sesuaikan dengan konteks social masyarakat papua. Guru harus mampu mengajak siswa untuk Memahami,mengingat, menganalisis, mengaplikasikan, mengevaluasi ,menerapkan dan menciptakan suatu proyek secara nyata. Semua mata pelajaran dalam pembelajaran di sekolah bisa ambil contoh kongkrit dalam kehidupan sehari-hari yang terjadi di tanah Papua.

Contoh konkrit yang bisa diangkat misalnya mata pelajaran sejarah “Awal Kolonialisme dan imeperialisme Eropa di Nusantara”. Dalam pembelajaran ini guru harus mampu mendalami konsep kolonialisme dan imperialisme serta ciri-cirinya. Sesui dengan pendalaman materi itu mengajak siswa untuk mendalami “motivasi masuknya Misionaris belanda di Papua ,serta bagaimana bentuk bentuk perlakuannya terhadap orang orang asli Papua, serta sejarah masuknya PT Freeport Indonesia, LNG Bintuni, Minyak di kota Sorong dan lain sebagainya”.

Dari proses belajar mengajar dalam kelas setidaknya menghasilkan satu karya nyata yang memberikan kontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat secara umum. Siswa diajak untuk berpikir kritis, reflektif dan bisa dapat mengaplikasikan ilmunya dalam kehidupan sehari hari. Tujuan akhir dari pembelajaran mendalam adalah bagaimana siswa mampu memahami materi pembelajaran dan senang mempeljari serta mampu melaksankan dengan langkah langkah tepat dan sekaligus senang melakukan aktifitasnya hingga bahagia dalam mencapai puncak kebahagiannya.

Epilog

Menurut hemat penulis perlu juga memperdalam pembelajaran mendalam merealisasikan kontribusi sdm yang handal. Dengan adanya pembelajaran mendalam guru mampu mensikronkasan dengan potensi potensi local papua. Mengelola metode pembelajaran dengan semenarik mungkin yang mampu membangkitkan daya pikir siswa sampe pada tingkat tinggi yaitu daya kritis yang maju ,sadar, memaknai dan senang melakukan nya dengan penuh kebahagiaan.

Dalam model pembelajaran ini para siswa mesti berpikir kritis, melakukan dengan senang hati dan hasilnya bisa dapat mempengaruhi kebagiaannya dalam karya-karya yang mereka ciptakan. Dan itu mesti dibimbing oleh guru. Setiap guru dituntut untuk berpikir kritis, cara mengajarnya mesti kontekstualisasikan dengan situasi atau kehidupan orang Papua. Misalnya jika Guru mengajar matematika , maka dalam penjabarannya guru harus mampu menjelaskan atau mengkonkritkan dengan kehidupan nyata yang bisa dapat di mengerti supaya para siswa senang untuk mengerjakan tugas, minimal siswa mampu menghasilkan sesuatu yang baik demi masa depan pribadi dan untuk tanah Papua.

Model pembelajaran seperti ini juga, bisa meningkatkan semangat, dan daya juang, supaya seorang siswa dalam pembelajaran, bertumbuh pola pikir, rasa dan sampai pada menciptakan sesuatu dengan baik .Sehingga dalam pembelajaran lanjutannya siswa mampu mendalami pembelajaran secara mandiri. Harapanya, guru mampu meningkatkan kemauan belajar serta meningkatkan daya pikir kritis serta mampu menigkatkan pembelajaran secara mandiri hingga menciptakan karya nyata. Sehingga peran guru juga bisa di andalkan dalam menyiapkan sumberdaya manusia yang unggul untuk masa depan Bangsa Papua dan masa depan Bangsa Indonesia.

Penulis adalah: Guru honorer SMKN 1 Nabire dan SMKS Anigou Kesehatan Nabire Provinsi Papua Tengah.

Post Views: 1,891
Tags: Kontekstual PapuaKurikulum Deep LearningPendidikanPeran Guru
Previous Post

HUT Kabupaten Paniai Ke-29, Dinas Koperasi dan UMKM Tampilkan Produk Unggulan Lokal

Next Post

KNPB Konsulat Wilayah Makassar Sampaikan Materi Sejarah Papua dalam Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru IPMY

Redaksi

Redaksi

BERITA TERKAIT

Pelosok

Komunitas Literasi Dogiyai Dorong Literasi Siswa SD, Sebut Orang Papua Bukan Bodoh

24 jam ago
Pendidikan

MUSPASMEE VIII : STK Touye Paapaa tegaskan Pendidikan penentu masa depan generasi muda Papua

7 hari ago
Papua

IPPMMA WUBWE Nabire Gelar Musyawarah Besar Ke-VII, Anastasia Agapa Jadi Ketua Baru

1 minggu ago
Papua

BEM USTJ Periode 2026-2027 Dilantik, Targetkan Pemimpinan Inklusif untuk Mahasiswa dan Papua

2 minggu ago
Papua

STT Yusuf Makai Nabire Yudisiumkan 15 Sarjana Angkatan Ke-4, Wisuda 3 Februari

2 minggu ago
Papua

Pelajar Nabire Didorong Jadi Produsen Konten Positif di Festival Media Papua 2026

4 minggu ago
Next Post

KNPB Konsulat Wilayah Makassar Sampaikan Materi Sejarah Papua dalam Kegiatan Penerimaan Mahasiswa Baru IPMY

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved