JAYAPURA, JELATANEWSPAPUA.COM – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sentani menggelar aksi longmarch dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia, Rabu 10 Desember 2025. Aksi dimulai pukul 08.00 WIT dengan titik kumpul massa di berbagai lokasi strategis di wilayah Sentani.
Aksi ini merupakan bagian dari seruan aksi se-Jayapura, sebagaimana diumumkan KNPB dalam poster resmi yang beredar sehari sebelumnya. Ratusan massa terlihat bergerak dari berbagai titik pangkalan ojek menuju pusat kota Sentani.
Titik Kumpul dan Pergerakan Massa
Massa aksi terkonsentrasi pada beberapa lokasi utama, yakni:
- Pangkalan Ojek Sereh,
- Pangkalan Ojek Pos 7,
- Pasar Lama Sentani,
- Pangkalan Ojek Sosial,
- Kemiri
- Sabron
Sekitar pukul 09.43 WIT, dua kelompok besar massa dari Sereh dan Pos 7 Mahasiswa Teologi mulai bergerak dan bergabung di Jalan Raya Sentani. Barisan semakin memanjang menuju lampu merah Sentani.
“Barisan dirapatkan, tetap dalam komando,” seru koordinator lapangan melalui pengeras suara.
Aksi berlangsung damai, dengan pengawalan internal untuk memastikan longmarch tetap tertib.
09.56 WIT – Barisan Membesar, Aksi Meluas Hingga Abepura
Pada pukul 09.56 WIT, massa yang terus berdatangan memperkuat barisan. Mahasiswa teologi dari Pos 7 bergabung dan menambah panjang iring-iringan.
Informasi yang dihimpun dari jaringan KNPB, aksi peringatan Hari HAM Sedunia juga berlangsung di Abepura–Jayapura, di mana warga dilaporkan melakukan pendudukan titik-titik kota sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Di Sentani, warga sekitar Pos 7 juga mulai bergerak menuju pangkalan ojek untuk bergabung dalam aksi.
Sasaran Aksi
Sesuai seruan dalam poster resmi KNPB Wilayah Sentani, longmarch diarahkan menuju. Adapun dress code dinyatakan bebas. Struktur Lapangan
Korlap Umum : Balma Kalaka, Wakorlap : Emar Pahabol, Penanggung Jawab : Badan Pengurus, Pusat KNPB Ketua Umum : Agus Kossay.
Kondisi Terkini
Hingga laporan ini diturunkan, aksi longmarch masih berlangsung dengan situasi aman dan terkendali. Aparat terlihat memantau dari kejauhan tanpa intervensi langsung, sementara massa tetap bergerak tertib menuju titik sasaran.
Jelata News Papua akan terus memberikan pembaruan langsung dari lapangan. (*)