Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Rumah Dinas Pemkab Dogiyai Terbakar, Dua Anak dan Lansia Berhasil Diselamatkan

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

    Pemda Kabupaten Paniai Resmi Launching Festival Danau Paniai

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    TPNPB keluarkan warning ke Metro TV, bantah tuduhan pembunuhan warga sipil di Puncak

    Kelompok Uti Waita, binaan Tani Merdeka Papua Tengah gelar panen raya Padi di Nabire

    Kelompok Tani Anak Muda Maju, DPW Tani Merdeka Papua Tengah tanam padi di Wanggar

    KOMNAS HAM  RI Publikasikan Hasil Pemantauan Enam Kasus Pelanggaran HAM di Papua

    Pemeriksaan BPK Selesai, Inspektorat Dogiyai Targetkan WTP

    Jalan Rusak Parah, Warga Mapia Barat Sampaikan Keluhan Saat Pemeriksaan BPK

    Menteri HAM: 15 Tewas 7 Luka, Jangan Bermain Opini, Proses Hukum Harus Segera

    Pemuda Katolik Dogiyai: Kunjungan Wapres ke Papua Tengah Dinilai Seremonial, Diduga Mengaburkan Pelanggaran HAM

    Dogiyai Masuk Prioritas Nasional, Tim BPJS Turun ke Kamuu Selatan Aktifkan Data Warga

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

    Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

    Uang Bukan Segalanya

    Manusia Mee Bukan Binatang

    Konflik Kapiraya: Siapa Dalang di Balik Saudara Bunuh Saudara?

    Selesaikan Konflik Kapiraya dengan Kembalikan Hak Kesuluhan kepada Suku Mee dan Kamoro

    Konflik Di Kapiraya: Suku Kamoro Dan Suku Mee Diadudomba

    Banjir  di Aceh dan Sumatera adalah Bencana Kemanusiaan

    Menantikan Kristus di Tanah Papua

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    TPNPB keluarkan warning ke Metro TV, bantah tuduhan pembunuhan warga sipil di Puncak

    KOMNAS HAM  RI Publikasikan Hasil Pemantauan Enam Kasus Pelanggaran HAM di Papua

    Konsolidasi terbuka KNPB: Papua dinilai  zona darurat militer, HAM dan kemanusiaan

    Menteri HAM: 15 Tewas 7 Luka, Jangan Bermain Opini, Proses Hukum Harus Segera

    Pemuda Katolik Dogiyai: Kunjungan Wapres ke Papua Tengah Dinilai Seremonial, Diduga Mengaburkan Pelanggaran HAM

    10 Warga Sipil Tewas, Mahasiswa Puncak di Gorontalo Desak Hentikan Operasi Militer

    Diduga Libatkan Satgas TNI, Komnas HAM Minta Panglima TNI Jelaskan Dugaan Serangan Udara ke Honai

    SRP Dogiyai Minta Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Hoaks, Tunggu Hasil Investigasi

    64 Tahun Berjuang, NGR Meepago: Masalah Papua Adalah Masalah Hukum

  • Kesehatan

    Pengurus dan anggota KPA Paniai laksanakan pemeriksaan massal tes darah lengkap untuk deteksi HIV-AIDS

    Dogiyai Masuk Prioritas Nasional, Tim BPJS Turun ke Kamuu Selatan Aktifkan Data Warga

    KPA Kabupaten Paniai bahas progres program penanggulangan HIV/AIDS tahun 2026

    Mahasiswi Uncen diduga diabaikan di RS Yowari, meninggal di area parkiran

    RSUD Paniai buka rekrutmen Fisikawan Medis, Bank Papua juga buka penerimaan pegawai

    KPA Paniai gelar pemeriksaan HIV dan distribusi pengamanan bagi 27 Personal Kopasgas TNI di Enarotali

    HIV/AIDS di Papua Tengah Masih Serius dan Endemi, Kesenjangan Pengobatan Jadi Tantangan Utama

    Kepala Puskesmas Aradide berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Paniai, siap layani peserta MUSPASME ke VIII  Komopa

    Kabupaten Dogiyai Raih Penghargaan UHC Kategori Utama untuk Ketiga Kalinya

  • Lingkungan

    Kelompok Uti Waita, binaan Tani Merdeka Papua Tengah gelar panen raya Padi di Nabire

    Kelompok Tani Anak Muda Maju, DPW Tani Merdeka Papua Tengah tanam padi di Wanggar

    Asrama Mahasiswa/i Kabupaten Paniai kota studi Nabire gelar pelantikan Badan Formatur 

    Komunitas Porter Paniai gelar evaluasi efektivitas layanan transportasi publik

    Panen Raya Jagung Kelompok Paniai Tani Merdeka Papua Tengah, bukti kemandirian petani lokal

    Penyuluh Papua Tengah bagikan bibit bawang merah unggul ke Kabupaten Deiyai

    Forkopimda dan Masyarakat Dogiyai Sepakati Atasi Miras dan Penyakit Sosial, Instruksi Resmi Keluar Besok

    Bupati Dogiyai Ajak Masyarakat Tangani Penyakit Sosial

    Deiyai dan Dogiyai Desak Mimika Berkolaborasi Tangani Konflik Horizontal di Kapiraya

  • Pendidikan

    Atas nama Bupati, Kadinsos Paniai resmikan TK-PAUD YPK Betlehem Madi, Pemerintah tekankan pentingnya pendidikan usia dini

    IPM-IDAKI Nabire Resmi Terbentuk, Paulus Deba Pimpin Organisasi Pelajar Idadagi Kigamani

    STK Touye Paapaa Deiyai Lepas Mahasiswa PKL, Diharapkan Jadi Guru Profesional

    Pamkab Dogiyai Buka Pendaftaran Beasiswa Afirmasi dan Program Baru Beasiswa Aimin

    SMK Karel Gobai Bagikan Seragam Sekolah, Tanamkan Semangat Disiplin dan Motivasi Belajar

    Kisah Inspiratif: Ev. Dr. Yefri Edowai Raih S3 Lewat Perjuangan Mandiri

    Sekolah Dasar di Paniai Gelar MBG untuk Siswa

    BEM STAK Nabire Gelar Seminar Nasional dan Pelatihan Jurnalistik, Wakil Ketua III Resmi Membuka Kegiatan

    SD YPPK Santo Yohanes Terima Fasilitas Pembelajaran, Target Hentikan Nyontek dan Tingkatkan Kreativitas

  • Religi

    Kerawam Keuskupan Timika Konsolidasi di Nabire, Dukung Agenda Keuskupan Timika di Paniai

    Klasis Agadide rayakan HUT ke-64 KINGMI, Jemaat didorong hidup dalam damai Kristus

    Pos PI Kanaan Ugabado di Enarotali Gereja Kingmi gelar pelepasan 7 anak kepada Tuhan 

    Panitia MUSPASMEE VIII Sampaikan Terima Kasih, 10.573 Peserta Hadiri Pesta Iman di Komopa

    Gereja GKI Tanah Papua Diminta Hadir Bersama Umat yang Ditindas dan Tanahnya Dirampas

    Uskup Timika Resmi Buka MUSPASME VIII Paroki Kristus Jaya Komopa

    Kordinator Paniai Awepaida Rayakan HUT Masuk Injil KINGMI ke-87, Panitia Sampaikan Apresiasi

    Tim Penegak Daa dan Diyodou Rayakan Ulang Tahun ke-12

    Ketua Panitia MUSPASME VIII Tegaskan Kesiapan Sukseskan Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII di Komopa

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Artikel Opini

Perempuan, Pendidikan Dan Bangsa

by Redaksi
30 Juli 2025
in Artikel Opini
0
SHARES
184
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Marius Goo S.S., M.Fil

 “Perempuan dan pendidikan ibarat tanah dan tumbuhan: tubuhan tak dapat tumbuh tanpa tanah yang baik. Sedangkan perempuan dan bangsa seperti pondasi rumah dan rumah yang terbangun kokoh. Rumah tidak dapat terbangun kokoh tanpa pondasi yang kuat. Selanjutnya pendidikan dan bangsa itu bagaikan ukiran, mendapatkan ukuran yang nilai seninya tinggi dibutuhkan seniman yang cerdas, berhikmat dan berwawasan luas. Antara perempuan, pendidikan dan membangun sebuah bangsa yang kokoh tidak dapat dipisahkan dan tidak saling meniadakan.”

Pengatar

Perempuan itu mempunyai kodrat melahirkan anak manusia. Pendidikan itu melahirkan manusia yang berkualitas. Sedangkan bangsa yang bermartabat itu terdiri dari manusia-manusia yang berkualitas yang terlahir dari perempuan dan pendidikan yang berbobot pula. Bangsa dibangun atas manusia yang berkualitas dan bangsa dilahirkan dari manusia-manusia yang dilahirkan dari keluarga-keluarga melalui seorang perempuan. Dasar bangunan sebuah bangsa adalah perempuan yang melahirkan anak yang berbobot. Ketika perempuan hidup kacau, perempuan hancur, bangsa secara tidak langsung hancur. Demi mendirikan bangsa yang berkualitas, perempuan mesti diberikan peluang untuk mendapatkan (mengenyam) pendidikan yang layak. Selanjutnya, ketika perempuan mendapatkan pendidikan yang layak, bukan berarti menjadi alat kesombongan: angkuh dan ego terhadap laki-laki, terlebih terhadap suami. Perempuan harus mendapatkan pendidikan layak supaya bangunan rumah tangga menjadi kuat sehingga dari sana terbangun bangsa mini untuk mempersiapkan bangunan bangsa yang besar dan berwibawa.

Perempuan

Perempuan sering menyebut dirinya dengan kaum feminis dalam aliran feminismenya. Feminisme merupakan gerakan sososial yang bertujuan untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan sekaligus untuk mendapatkan hak-hak perempuan sebagai manusia yang setara. Perempuan memperjuangkan pengakuan kaum pria (laki-laki) agar hak-haknya sebagai sesama manusia yang setara diakui. Kaum feminis membuat gerakan baik sosial, politik, keagamaan atau ideologi tertentu dengan tujuan hak-hak sebagai wanita dihargai dan diberikan. Singkatnya, perempuan ingin agar tercipta keharmonisan dan kerja sama dalam membangun dunia, baik tingkat keluarga batih maupun di tingkat yang lebih besar dan tinggi di semua sektor kehidupan.

Perempuan dan laki-laki sama-sama manusia. Dalam mengatur (menata) dunia, sama-sama mempunyai peran dan fungsi yang sama. Berkaitan dengan perempuan mengandung, melahirkan dan menyusui adalah soal kodrat bukan pembagian peran atau tugas. Karena mengandung, melahirkan dan menyusui menjadi kodrat kaum hawa, maka setiap perempuan memiliki hak dan sekaligus untuk tanggung jawab. Ketika perempuan tidak melahirkan dunia akan menjadi kosong. Misalnya, terutama perempuan Papua ketika tidak melahirkan anak-anak Papua yang berbobot, orang Papua akan kosong di tanah Papua.

Perempuan wajib mengandung, melahirkan dan menyusui karena hal ini adalah kodrat. Tiga hal ini tidak bisa dilakukan oleh laki-laki. Apa pun alasan,  perempuan wajib mengandung, melahirkan dan menyusui. Kecuali alasan biologis, yakni kemandulan alami (tidak bisa mengandung), atau mau jedah melahirkan: itu pun melalui kesepakatan suami dan istri. Sedangkan alasan lain, yakni tidak mau mengandung karena terbawa emosi, benci dan kecewa terhadap seseorang atau suatu perbuatan, selanjutnya cari obat-obat buatan, minum pill atau cari dukun untuk tidak mengandung, tidak dibenarkan dan dapat dikatakan “kesalahan fatal”. Mereka yang karena tidak mau mengandung secara tahu, mau dan sadar tanpa sepengetahuan suami melakukan perbuatan-perbuatan yang aneh, dapat dikategorikan sebagai pelanggaran, apalagi perempuan-perempuan yang nikah secara gerejawi, melalui sakramen perkawinan.

Perempuan yang mau melahirkan manusia harus memiliki besic pengatahuan yang memadai. Paling kurang pengatahuan untuk memberikan asupan gizi saat dalam kandungan, memberikan ASI setelah melahirkan dan memberikan pembinaan-pembinaan saat anak berkembang. Perempuan yang memiliki pengetahuan akan mendidik dan mengajarkan anak secara bijaksana. Anak-anak yang dilahirkan oleh perempuan yang berpengetahuan atau perempuan berhikmat akan melakukan perbuatan-perbuatan yang mengagumkan.

Perempuan menanggung beban ganda dan sering mendapatkan tentangan ganda pula. Perempuan mendapatkan tantangan ganda, misalnya dalam keluarga sering tidak mendapatkan tempat strategis: pengorbanan seorang ibu di keluarga hanya dianggap sebagai tugasnya dan tidak lebih dari itu. Lebih para lagi, dibully atau direndahkan dan setiap pekerjaan tidak memiliki harga, bahkan dibentak dan dipukul. Selain itu, tangangan di tengah masyarakat yang menganggap status perempuan sebagai kaum lemah dan tidak bisa melakukan perbuatan yang besar. Cara dan pemikiran primitif di tengah keluarga dan di tengah masyarakat ini menjadi hambatan serius yang dihadapi perempuan. Walaupun dalam tantangan yang tidak ringan, mereka tetap tegar menanggung beban ganda yang dipundakan kepada mereka. Beban ganda yang pertama adalah dia harus menanggung keluarga. Perempuan tidak ingin keluarganya lapar dan mengalami kekurangan. Perempuan berjuang untuk mencukupkan kehidupan sejak melahirkan sampai membesarkan anak ditanggung dengan sepenuh hati tentu dengan kehadiran ayahnya. Selanjutnya beban ganda di tengah masyarakat yakni menyumbangkan anak-anak berbobot di tengah masyarakat demi mengangkat status masyarakat yang lebih beradab dan bermartabat.

Gereja Katolik mengajarkan keluarga adalah sekolah pertama dan utama. Karena itu, baik ayah maupun ibu menjadi guru pertama dan utama di sekolah pertama. Keluarga adalah institusi pendidikan yang paling mendasar dalam kehidupan manusia. Keluarga disebut sebagai sel masyarakat karena menjadi unsur inti dalam masyarakat. Ketika orangtua dikatakan guru, makan orangtua harus mendapatkan pendidikan untuk mengajarkan anak secara baik, benar dan bertanggung jawab terhadap pendidikan dan perkembangan anak selanjutnya. Hal ini sejalan pula dengan tujuan perkawinan katolik, yakni menurunkan anak dan mendidik anak.

Pendidikan

Pendidikan adalah kebutuhan utama dan mendasar dalam kehidupan manusia. Pendidikan bagaikan cahaya dalam perjalanan kehidupan yang gelap. Pendidikan menerangi dunia yang gelap dan membuka kebutaan kehidupan. Kegelapan yang dimaksud adalah kebodohan, keterbelakangan dan ketertinggalan.

Dalam usaha menciptakan keluarga yang bahagia, maupun Negara yang maju dibutuhkan pendidikan yang bebobot. Pendidikan harus didudukan sentral dalam kehidupan keluarga. Anak yang dilahirka dalam keluarga (orangtua) yang berpendidikan tahu bagaimana diarahkan dan dituntunnya ke jalan yang tepat, ke jalan kesuksesan.

Perempuan harus mendapat pendidikan yang memadai. Artinya, perempuan jangan diputuskan pendidikan dengan alasan apa pun. Orangtua harus membiayai pendidikan anak perempuan tanpa pertimbangan untung dan ruginya. Membiayai pendidikan seorang anak perempuan ibarat sedang menyelamatkan bangsa, sebab mereka akan menjadi pondasi bangsa. Dalam tubuhnya yang otaknya terdidik, melalui rahim yang mentalnya dipersiapkan akan mengandung dan melahirkan anak-anak yang siap masuk dalam percaturan dunia yang penuh strategi dan sandiwara.

Baca Juga:

TPNPB keluarkan warning ke Metro TV, bantah tuduhan pembunuhan warga sipil di Puncak

Atas nama Bupati, Kadinsos Paniai resmikan TK-PAUD YPK Betlehem Madi, Pemerintah tekankan pentingnya pendidikan usia dini

Kelompok Uti Waita, binaan Tani Merdeka Papua Tengah gelar panen raya Padi di Nabire

Kelompok Tani Anak Muda Maju, DPW Tani Merdeka Papua Tengah tanam padi di Wanggar

Pendidikan penting bagi kaum perempuan. Dengan demikian, orangtua tidak menjodohkan sebelum berpendidikan. Kepada anak-anak  perempuan pun diperingatkan (disampaikan) untuk mencari pasangan setelah selesai berpendidikan. Keluar sekolah dan kawin sebelum selesai pendidikan bagi anak-anak perempuan adalah malapetaka. Perempuan yang kawin sebelum umur pada umumnya dan secara khusus keluar sekolah (waktu kecil)  kawin akan menjadi beban bagi keluarga. Mereka akan mengalami kesusahan yang tidak sedikit, di samping menjadi penonton, dimungkinkan mereka akan mendapatkan tekanan yang berat dalam keluarga karena tidak potensial, tidak produktif dan kreatif dalam memelihara keluarga.

Bangsa

Bangsa yang besar dan bermartabat dibangun dari pendidikan yang berbobot dan berkualitas. Mendirikan bangsa yang maju tanpa didukung pendidikan yang berkulitas ibarat perempuan melahirkan anak tanpa bersetubuh dengan seorang laki-laki; terkecuali Yesus karena dari Roh Kudus dan Yesus adalah Anak Allah.

Mendirikan bangsa tanpa pendidikan akan terjadi jika mujizat turun langsung dari atas dan itu sesuatu yang “sangat tidak mungkin.” Di seluruh dunia tidak pernah ada bangsa yang didirikan tanpa pendidikan. Seperti keluarga pendidikan menjadi dasar, bangsa pun pendidikan adalah pondasi utama. Bangsa yang didirikan tanpa Sumber Daya Manusia (SDM) yang memadai akan terbangun bangsa boneka, bangsa biadab dan bangsa yang tukang bunuh rakyatnya sendiri dengan label teroris, KKB, KKBS, KKP. Menjadi bangsa yang hanya mencari kesalahan rakyat untuk mengejar dan membunuh tanpa berusaha memperbaiki.

Bangsa yang berbobot adalah bangsa yang dipimpin oleh orang-orang terdidik, kaum  pemikir yang hebat yang dilahirkan melalui pendidikan yang berkulitas. Bangsa yang dipimpin oleh militer pada akhirnya akan rusak dan hancur, apalagi memegang senjata tanpa besik moral yang mumpuni. Artinya, setiap warga masyarakat wajib mendapatkan pendidikan yang layak, termasuk militer, terlebih kaum perempuan yang akan menjadi pondasi bangsa.

Penutup

Perempuan adalah pondasi keluarga dan bangsa, maka perempuan harus mendapatkan pendidikan yang sepantasnya. Ketika perempuan tidak dapat melahirkan anak lagi dunia akan menjadi kosong. Pendidikan mengambil peran seperti perempuan, melahirkan kembali manusia dalam terang intelekstualitas. Jika perempuan tidak berbobot, juga pendidikan tidak berkualitas akan terlahir manusia-manusia pajangan yang hanya merusak dan menghancurkan, hanya mengacaukan situasi dan merisaukan kehidupan. Akan dilahirkan orang-orang yang gampang ditipu dan dipermainkan, mudah dirayu dan diprovokasi, yakni manusia kesin: bertubuh manusia tapi isi di dalamnya penuh dengan sifat-sifat binatang. Untuk melahirkan manusia yang berbobot, perempuan dan pendidikan harus berbobot. Dari sana, bangsa yang didirikan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang beradab dan berkualitas. Orang yang merusak pendidikan dan perempuan pasti akan menuai kehancuran (malapetaka) dalam kehidupan.

Penulis adalah Dosen STK “Touye Paapaa” Deiyai, Keuskupan Timika         

Post Views: 1,701
Previous Post

Pemprov Papua Tengah Gelar Monev APBD 2025, Dorong Percepatan Penyerapan Anggaran

Next Post

Dinas Lingkungan Hidup Bantu Mahasiswa Jayapura Dana Tiket Pulang

Redaksi

Redaksi

BERITA TERKAIT

Artikel Opini

Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

3 minggu ago
Artikel Opini

Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

1 bulan ago
Artikel Opini

Uang Bukan Segalanya

2 bulan ago
Artikel Opini

Manusia Mee Bukan Binatang

2 bulan ago
Artikel Opini

Konflik Kapiraya: Siapa Dalang di Balik Saudara Bunuh Saudara?

2 bulan ago
Artikel Opini

Selesaikan Konflik Kapiraya dengan Kembalikan Hak Kesuluhan kepada Suku Mee dan Kamoro

2 bulan ago
Next Post

Dinas Lingkungan Hidup Bantu Mahasiswa Jayapura Dana Tiket Pulang

Please login to join discussion

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved