Penyair : Derek Kobepa
Hari ini 1961-2025
Pertama Desember kembali datang
Seperti nyala lilin yang menegakkan ingatan
Pada sejarah yang belum selesai dituliskan
Kami lahir di tanah yang penuh suara
Angin yang membawa cerita-cerita lama
Tentang sebuah bangsa yang berdiri
Sebelum peta dunia berubah warna
Tanah ini bertanya
Ada apa pada 1 Desember 1961?
Ketika bintang pagi pertama kali berkibar
Menyebut nama Papua di langit dunia
Ada apa dengan Trikora?
Ketika perang diumumkan
Sebelum kami sempat menyebut diri
Ada apa dengan New York Agreement?
Mengapa pulau kami dibicarakan
Di meja yang tak menyisakan kursi untuk kami?
Ada apa dengan Roma Agreement?
Mengapa keputusan lahir jauh dari tanah ini
Yang darah dan hutannya menjadi taruhannya?
Mengapa Freeport masuk duluan?
Ketika kami belum ditanya
Apakah kami mau menyerahkan perut gunung kami?
Lalu Pepera, apa kabar suaranya?
Apakah seluruh anak negeri telah bicara
Atau hanya bisikan yang dijawab sebagai teriakan?
Mengapa Otsus terus beranak jilid?
Apakah kedamaian bisa dibeli
Jika batin masih terbelenggu tanda tanya?
Mengapa pasukan terus datang?
Mengapa rumah jadi pos
Dan tanah leluhur menjadi garis operasi?
Mengapa hutan tumbang,
sungai menangis,
dan orang asli terus hilang dari peta?
Kami bukan ingin api
Kami hanya ingin jawabannya
Agar luka tidak diwariskan
Agar kami hidup damai di negeri sendiri
Sebab tanah ini bukan sekadar tanah
Ia adalah mama yang melahirkan kami
Ia adalah doa yang kami genggam
Ia adalah identitas kami bernyawa
Selama tanya belum terjawab
Kami akan terus menyebut namanya
Dengan puisi, dengan doa, dengan air mata
Papua, rumah kami
Semoga suatu hari
Sejarah mau berjalan pulang
Mengetuk pintu keadilan
Dan mengatakan:
“Aku kembali untuk menyelesaikan yang pernah kau tanya.”
Paniai, 01 Desember 2025