NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Pemimpin Umum PT. Media Jubi Papua, Viktor Mambor, mendorong jurnalis asli Papua untuk mengambil peran sebagai aktor utama dalam meliput potensi besar di Bumi Cendrawasih.
Ia menegaskan bahwa putra daerah harus mendominasi narasi pemberitaan lokal, bukan justru menjadi penonton di saat media luar menguasai informasi.
Hal tersebut ditegaskan Viktor Mambor dalam workshop “Pitching yang Menjual Cara Meyakinkan Sponsor Potensial” pada rangkaian Festival Media Se-Tanah Papua di Kabupaten Nabire, Rabu (14/01).
“Kita orang Papua adalah pemain utama yang sebenarnya. Jangan sampai kita tenggelam dalam semangat ‘harap gampang’ atau sekadar mengandalkan media dari luar Papua,” ujar Viktor.
Kritik atas Dominasi Media Luar Viktor menyoroti ironi yang terjadi pada sektor lingkungan. Meski Papua masuk dalam tiga besar pemilik potensi hutan dunia, liputan mendalam mengenai isu tersebut justru lebih banyak dilakukan oleh jurnalis luar Papua.
“Liputan tentang hutan jarang sekali dilakukan oleh anak-anak Papua, lebih banyak didominasi media luar. Kita harus jadi tuan di tanah sendiri; itu poin paling penting. Bagaimana kita memanfaatkan potensi besar ini untuk kapasitas kita sendiri,” tegasnya.
Prinsip Kualitas: “Apple to Apple” Dalam sesi yang dimoderatori oleh Roni Hisage tersebut, Viktor juga memaparkan prinsip apple to apple dalam profesionalisme media. Menurutnya, untuk mendapatkan dukungan sponsor dan mencapai target jurnalistik yang berkualitas, seorang jurnalis harus meningkatkan standar kemampuannya.
“Kalau kita mau dapat ‘apel’, kualitas kita harus selevel ‘apel’. Analoginya sederhana: jika ingin memancing ikan besar, umpannya juga harus besar. Tidak mungkin pakai umpan ikan puri (teri) tapi berharap dapat hiu,” jelas Viktor.
Solidaritas dan Mentalitas di Lapangan
Menutup pesannya, tokoh pers Papua ini mengkritik mentalitas “manja” yang terkadang masih menghinggapi jurnalis lokal. Ia berpesan agar solidaritas antarjurnalis diperkuat, terutama saat menghadapi tantangan di lapangan.
“Di lapangan kita harus kompak dan saling menolong, jangan saling menjatuhkan. Jika ada yang membutuhkan akses ke narasumber atau bantuan teknis, mari kita bantu satu sama lain. Selebihnya, jangan lupa banyak berdoa,” pungkasnya.