ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

    Pemda Kabupaten Paniai Resmi Launching Festival Danau Paniai

    Segera Hentikan Operasi Tambang Emas Ilegal di Kampung Mogodagi

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    IPPMMA WUBWE Nabire Gelar Musyawarah Besar Ke-VII, Anastasia Agapa Jadi Ketua Baru

    BPKP Papua Tengah Evaluasi APIP Dogiyai, Target Tingkatkan Tata Kelola Pemerintah

    NGR Fraksi Meepago Luncurkan Strategi Besar Status West Papua Harus Diselesaikan di Pengadilan Internasional

    HIV/AIDS di Papua Tengah Masih Serius dan Endemi, Kesenjangan Pengobatan Jadi Tantangan Utama

    RDPU DPD RI: Senator Arianto Kogoya Dorong Perlindungan Serius Bahasa Daerah Papua

    Senator ARK: Orang Papua Harus Menjadi Tuan di Atas Tanah Adatnya Sendiri

    BEM USTJ Periode 2026-2027 Dilantik, Targetkan Pemimpinan Inklusif untuk Mahasiswa dan Papua

    Hentikan Pekerja PT. Jhonli Group di Merauke, Pemilik Hak Ulayat Tancapkan Salib

    STT Yusuf Makai Nabire Yudisiumkan 15 Sarjana Angkatan Ke-4, Wisuda 3 Februari

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Banjir  di Aceh dan Sumatera adalah Bencana Kemanusiaan

    Menantikan Kristus di Tanah Papua

    Anak Muda Papua Dapat Bantai Dalam Trend Zaman: Menurut Hannah Arendt “Banalitas Kejahatan”

    Kapiraya Kritis! Rumah Dibakar, Warga Tewas, Aktivis HAM Ketuk Pintu Pemerintah

    Kapitalisasi Dunia Kesehatan: Pintu Masuk Pelanggaran HAM Berat di Papua

    Ketika Hukum Menjanjikan, Tapi Realitas Mengingkari: Otsus Papua di Antara Teks dan Hidup Sehari-hari

    Victor Yeimo: Evaluasi Kritis 63 tahun UNCEN: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Penjajahan

    Rambut Putih, Cahaya Tak Padam: Kesaksian Elias tentang Pastor Nato Gobay

    Sagu: Sumber Kehidupan dan Identitas Budaya Masyarakat Sentani

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    12 Oknum TNI Diduga Lakukan Pemerkosaan di Papua Tengah, HRD Minta Penyelidikan Independen

    Kapolres Merauke diminta bebaskan 11 Kaum Awam Katolik Papua yang ditangkap di halaman Gereja Katedral

    Koalisi HAM Papua Larang Danyonif TP 817/Aoba Intervensi Konflik Tanah Adat Kwipalo di Merauke

    FBRY-KJ Desak Tarik 600 Personel Militer Tambahan dari Yahukimo

    Mahasiswa Papua Pegunungan di Jayapura Serukan Perdamaian atas Konflik Lani–Yali di Jayawijaya

    Jurnalis Papua Diimbau Perkuat Investigasi dan Independensi Hadapi Regulasi Baru

    TPNPB Klaim Bertanggung Jawab atas Penikaman di Dekai, Nilai Kunjungan Wapres Gibran Hanya Pencitraan

    KNPB Konsulat Makassar Tegaskan: Kami bukan Separatis

    Hari HAM Sedunia 10 Desember 2025: Operasi Militer di Gearek Nduga Picu Pengungsian Warga Sipil

  • Kesehatan

    HIV/AIDS di Papua Tengah Masih Serius dan Endemi, Kesenjangan Pengobatan Jadi Tantangan Utama

    Kepala Puskesmas Aradide berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Paniai, siap layani peserta MUSPASME ke VIII  Komopa

    Kabupaten Dogiyai Raih Penghargaan UHC Kategori Utama untuk Ketiga Kalinya

    33 Tenaga Medis dari Kemenkes Tiba di Dogiyai, Siap Layani Masyarakat di 15 Puskesmas

    Kawal Fesmed 2026, Dinkes Papua Tengah Siagakan Tim Medis dan Ambulans

    Kepala Bidang P2P Dinkes Paniai: Empat Warga Baya Biru Dinyatakan Positif HIV/AIDS

    KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Gereja Kingmi Koordinator Paniai Awepaida

    KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS, di Jemaat Bahtera Dinubutu

    Dinas Kesehatan Paniai Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Massal di Distrik Bayabiru

  • Lingkungan

    Hentikan Pekerja PT. Jhonli Group di Merauke, Pemilik Hak Ulayat Tancapkan Salib

    Tani Merdeka Papua Tengah Gelar Panen Jagung lahan seluas 100 x 60 meter di Makimi Nabire

    Lewat keputusan bersama, kampung Epouto Paniai tegakkan Aturan Adat dan Ketertiban Sosial

    BP3 OKP dan BPP Papua Tengah Apresiasi Panen Jagung Tani Merdeka di Nabire

    Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah Apresiasi Pemprov Buka Ruang Tani Merdeka

    Aksi Nyata Pemuda dan DLH, Ubah Wajah Dogiyai Jadi Lebih Asri dan Hijau

    GPPMMA Aikai Gelar Aksi Bersihkan Sampah di Pelabuhan Aikai dan sekitarnya 

    Anggota DPR Papua Tengah Mendesak Pemerintah dan Aparat Hentikan Konflik di Timika

    Bupati Paniai Imbau Pelaku Usaha Tak Naikkan Harga Kebutuhan Pokok Jelang Natal dan Tahun Baru

  • Pendidikan

    IPPMMA WUBWE Nabire Gelar Musyawarah Besar Ke-VII, Anastasia Agapa Jadi Ketua Baru

    BEM USTJ Periode 2026-2027 Dilantik, Targetkan Pemimpinan Inklusif untuk Mahasiswa dan Papua

    STT Yusuf Makai Nabire Yudisiumkan 15 Sarjana Angkatan Ke-4, Wisuda 3 Februari

    Pelajar Nabire Didorong Jadi Produsen Konten Positif di Festival Media Papua 2026

    Festival Media Se-Tanah Papua 2026 Resmi Digelar di Papua Tengah

    Bupati Kab. Dogiyai Tekankan Pentingnya Noken, Regenerasi, dan Penguatan Pendidikan

    IPPM-DW HIMLEKS Rayakan Natal dan Dies Natalis di Sentani

    Pemkab Dogiyai Melalui Dikpora  Gelar Launching SSH di SD YPPK Goodide

    TK Negeri Bogodide Resmi Terakreditasi Tepat di Hari Guru Nasional

  • Religi

    Kordinator Paniai Awepaida Rayakan HUT Masuk Injil KINGMI ke-87, Panitia Sampaikan Apresiasi

    Tim Penegak Daa dan Diyodou Rayakan Ulang Tahun ke-12

    Ketua Panitia MUSPASME VIII Tegaskan Kesiapan Sukseskan Musyawarah Pastoral Mee ke-VIII di Komopa

    Natal Penuh Damai di Pos PI Maranatha: Jemaat Rayakan Kelahiran Yesus Raja Damai

    Kadinsos Paniai, Bantu Semen dan Cat untuk Dukung MUSPAS Mee ke-VIII, di Paroki Kristus Jaya Komopa

    Gelar Dialog Terkait “Postingan Viral”, Dewan Pastoral Paroki Imakulata Moanemani Tegaskan Gereja Tidak Berafilias dengan Pihak Manapun

    Masalah dan Harapan OMK Dekenat Paniai Bahas: Iman, Ekonomi, dan Advokasi Sosial

    Kingmi Pos PI Inii Enaimo Merayakan Natal dan HUT Ke-XII: Yesus Menjadi Pusat Hidup Jemaat

    Mahasiswa Semester VII STAK Nabire Rayakan Natal di Pantai Tiba Lakukan: “Tuhan Survei Hati Setiap Orang”

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Berita Papua

Senator ARK: Orang Papua Harus Menjadi Tuan di Atas Tanah Adatnya Sendiri

by Derek Kobepa
30 Januari 2026
in Papua
0
SHARES
38
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, JELATANEWSPAPUA.COM – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Perwakilan Provinsi Papua Barat Daya, Agustinus R. Kambuaya (ARK), mengajak seluruh Orang Asli Papua (OAP) untuk membuka ruang dialog bersama terkait masa depan Papua dan posisi masyarakat adat di tengah arus pembangunan nasional.

Dalam refleksinya, Senator ARK menegaskan bahwa hari-hari ini energi orang Papua lebih banyak habis untuk berteriak, protes, saling menyalahkan, dan saling menuntut tanggung jawab, sementara realitas terus berubah dan sering kali tidak berpihak pada masyarakat adat Papua.

“Kemarin adalah sejarah, hari ini adalah kenyataan, dan besok adalah harapan,” ujar ARK, dipetik media ini, Jumat (30/01).

Ia menyoroti kondisi masyarakat adat yang semakin tersingkir dari ruang hidupnya sendiri. Mengutip pemikiran Tan Malaka, ARK menyebut bahwa “semakin ke pinggir kita semakin terdesak.” Pertanyaan mendasar yang perlu dijawab bersama, menurutnya, adalah bagaimana Orang Papua dapat memegang kendali atas rumahnya sendiri dan menjadi tuan di atas tanah adatnya.

Kritik Diri dan Tantangan Ekonomi OAP

Agustinus secara terbuka mengajak masyarakat Papua untuk berani melakukan kritik diri. Ia menyinggung pola konsumsi dan kemandirian ekonomi masyarakat adat yang mulai menjauh dari akar budaya.

“Kita teriak masyarakat adat, tapi kita makan nasi, bukan petatas, keladi, atau sagu,” kata Senator ARK

Kambuaya juga mempertanyakan minimnya pengusaha OAP di sektor-sektor strategis seperti pertanian, perikanan, peternakan, hingga pertambangan, sementara sumber daya alam Papua justru dikuasai oleh pihak luar.

Menurut ARK, kondisi politik daerah juga tidak lepas dari persoalan. Banyak kepala daerah terjebak dalam ketergantungan pada donatur atau bohir Pilkada, sehingga ruang kebijakan menjadi sempit. Di sisi lain, pemerintah daerah menghadapi tekanan efisiensi anggaran, sementara program-program strategis nasional lebih dominan.

Kewenangan Daerah Menyempit

ARK menilai bahwa saat ini pemerintah pusat semakin menarik kewenangan dan anggaran ke pusat, dengan berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, Program 3 Juta Rumah, hingga Koperasi Desa Merah Putih.

“Para gubernur hari ini seperti hanya menjadi Kepala Sekretariat Daerah, Head of Regional Secretariat,” tegasnya.

Ia menyebut tidak adanya special policy yang dapat diputuskan secara mandiri oleh daerah, sementara kepala daerah tetap dituntut kreatif di tengah keterbatasan fiskal.

Seruan Dialog Besar Tanah Papua

ARK menekankan pentingnya dialog pembangunan jangka panjang, bukan sekadar diskusi visi-misi lima tahunan.

BacaJuga:

Mambor Ajak Jurnalis Lokal Jadi Pemain Utama di Tanah Papua, Bukan Sekadar Penonton

DPR Papua Tengah: Peradilan Adat Dinilai Kunci Perdamaian Konflik Sosial di Papua

Puisi – “Tanya yang Tak Pernah Diam di Tanah Papua”

“Kita tidak mau lima atau sepuluh tahun lagi masih meneriakkan masalah yang sama,” kata ARK.

Ia mengingatkan bahwa generasi Papua ke depan tidak boleh menjadi generasi protes yang frustasi dan putus asa, tetapi harus menjadi pelaku dan pemain ekonomi yang mandiri, berdikari, dan bermartabat dalam adat serta budaya.

Isu keseimbangan ekonomi dan ekologi juga menjadi perhatian serius, termasuk penerapan konsep Green Economy dan Blue Economy tanpa merusak ekosistem Papua.

Undangan Konsolidasi Bersama

Sebagai langkah konkret, Senator ARK mengundang seluruh komponen strategis di Tanah Papua untuk duduk bersama, antara lain: MRP se-Tanah Papua, DPR se-Tanah Papua, DPD se-Tanah Papua, Komite Eksekutif, BP3OKP, Dewan Adat Papua dan LMA, Gereja-gereja se-Tanah Papua.

Forum ini diharapkan dapat merumuskan agenda strategis bersama yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat, termasuk catatan kritis terhadap lemahnya implementasi Otonomi Khusus (Otsus) akibat tumpang tindih dengan undang-undang sektoral.

“Bukan soal seberapa kuat kita berteriak atau melawan, tetapi seberapa kuat kita mengonsolidasikan diri untuk maju dan mempertahankan keberadaan kita,” tegas ARK.

Ia menutup dengan penegasan bahwa tanah adat tidak boleh dijual sembarangan, lembaga adat harus solid, dan seluruh elemen Papua harus bersatu agar tidak terus termarjinalkan di atas kekayaan alamnya sendiri, sementara bangsa lain terus maju dan makmur. ***

Post Views: 147
Tags: Buka ruang DialogDialogMasyarakat AdatSenator ARKTanah Papua
Previous Post

BEM USTJ Periode 2026-2027 Dilantik, Targetkan Pemimpinan Inklusif untuk Mahasiswa dan Papua

Next Post

RDPU DPD RI: Senator Arianto Kogoya Dorong Perlindungan Serius Bahasa Daerah Papua

Derek Kobepa

Derek Kobepa

Next Post

RDPU DPD RI: Senator Arianto Kogoya Dorong Perlindungan Serius Bahasa Daerah Papua

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved