DEIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Anak Pendeta dan Gembala (APG) Korwil Deiyai menunjukkan kepedulian terhadap para korban dalam insiden penyerangan di Mogodagi, Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Dengan memberikan bantuan uang tunai untuk biaya pengobatan serta melakukan pelayanan doa di beberapa titik penanganan korban.
Kunjungan itu dipimpin langsung Ketua APG Korwil Deiyai, Oktopianus Doo, SP, didampingi Sekretaris APG, Andreas Badii, S.Kom, bersama sejumlah anggota APG. Mereka turut disertai para tokoh gereja seperti Ketua Koordinator Deiyai Pelipus Edowai, Ketua Pemberdayaan Melina Edowai, Ketua AMKI Deiyai Robert Edowai, dan Pdt. Marinus Edowai, M.Pd.
Rombongan mengawali kunjungan dengan mendatangi posko penanganan konflik yang berlokasi di kediaman Ernes Kotouki, kemudian melanjutkan pelayanan kepada korban luka bernama Nelius Peuki di Gakokebo. Di setiap lokasi, rombongan melakukan doa bersama dan menyerahkan bantuan kemanusiaan.
APG diterima hangat oleh para tokoh masyarakat Kapiraya seperti Kepala Suku Kapira Mesak Edowai, Kepala Distrik Kapiraya Akuliana Badokapa, S.Ip, serta anggota DPRK Deiyai, Ance Yupi. Mereka menyampaikan apresiasi atas dukungan moral serta bantuan bagi masyarakat yang terdampak konflik.
“Kami turut berduka cita atas gugurnya Pendeta Neles Peuki dan luka-luka yang dialami sejumlah warga lainnya. Bantuan ini kami berikan untuk membantu pemulihan kesehatan para korban, agar mereka dapat kembali beraktivitas seperti biasa,” ungkap perwakilan APG Korwil Deiyai, kepada media ini, Minggu (30/11).
Melalui aksi kemanusiaan ini, APG berharap agar kedamaian di Kapiraya dapat segera pulih, mengingat wilayah tersebut sejak lama dikenal sebagai pintu masuk misi gereja di tanah Mee dan Kamoro.
APG juga menyesalkan adanya keterlibatan suku-suku dari luar Kapiraya dalam aksi penyerangan, yang dinilai berpotensi memecah belah hubungan harmonis antara masyarakat Mee dan Kamoro yang selama ini hidup berdampingan. Mereka menyerukan agar tidak ada pihak luar yang memprovokasi maupun mengklaim wilayah yang bukan miliknya.
“Semua pihak yang datang mencari penghidupan di Kapiraya harus menyadari bahwa mereka berada di tanah orang lain dan wajib ikut menjaga perdamaian,” demikian imbauan APG. (*)