NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Solidaritas Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, resmi menyerahkan aspirasi penolakan terhadap rencana pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Mapia Raya kepada DPR Provinsi Papua Tengah. Penyerahan aspirasi ini berlangsung di Cafe Kari Kurung, Nabire, Selasa (09/09).
Aspirasi tersebut diterima langsung oleh Ketua DPR Provinsi Papua Tengah, Delius Tabuni, didampingi Wakil Ketua I, Wakil Ketua II, serta sejumlah anggota DPR lainnya.Dalam kesempatan itu, anggota DPR Papua Tengah asal Kabupaten Dogiyai, Elias Anou, menegaskan bahwa Dogiyai belum memenuhi kriteria dan persyaratan untuk dimekarkan menjadi dua kabupaten.
“Dogiyai tidak layak untuk dimekarkan menjadi Kabupaten Mapia Raya. Biasanya, dorongan pemekaran DOB hanya diperjuangkan oleh segelintir orang demi kepentingan politik mereka sendiri,” tegas Elias di hadapan para perwakilan pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Dogiyai.
Ia juga menambahkan, DPR Papua Tengah hingga saat ini belum menemukan adanya kajian akademis yang mendasari usulan pemekaran tersebut. “Kalau memang ingin ada pemekaran, harus ada kajian ilmiah yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” sambungnya.
Sementara itu, Ketua DPR Papua Tengah, Delius Tabuni, menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal aspirasi solidaritas pelajar, mahasiswa, dan masyarakat Dogiyai hingga ke tingkat pusat.
“Kami di DPR Papua Tengah akan berdiri bersama masyarakat. Aspirasi ini akan kami teruskan dan kawal hingga ke Jakarta. Sebagai wakil rakyat, sudah menjadi tugas kami untuk mendengarkan dan memperjuangkan suara warga,” ujarnya.