Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Dilantik Secara Sah, PASI Dogiyai Siap Cetak Atlet Berprestasi Hingga Tingkat Internasional

    Rumah Dinas Pemkab Dogiyai Terbakar, Dua Anak dan Lansia Berhasil Diselamatkan

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    KPK Tahan Tersangka Dugaan Korupsi Terkait Kepabeanan di Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu

    Tiga Kampung di Distrik Kamuu Raih Penghargaan dalam Lomba Antar‑Kampung Kabupaten Dogiyai

    KNPB Sentani Serukan Konsolidasi dan Aksi Nasional 15 Agustus 2026 di Tanah Tabi Papua

    Bupati Dogiyai Buka Monev Dana Otsus dan DAK 2026

    Juru Parkir Diduga Curi Noken Penjual di Depan Supermarket Hadi Biak

    Abni Auwe Terima SK DPC PBB Dogiyai, Siap Penuhi Syarat Verifikasi Pemilu 2029

    KNPB Nabire Serahkan Surat Pemberitahuan Aksi Nasional kepada Polres Nabire dan MRP Papua Tengah

    Panitia Mubes II Fajar Timur Resmi Dibentuk, Siap Satukan Seluruh Elemen Masyarakat Adat

    DPW dan DPD Tani Merdeka Papua Tengah Dukung Don Muzakir Jadi Wakil Menteri Pertanian

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Mama Yasinta Moiwend: di Antara Propaganda, Manipulasi, dan Pencarian Kebenaran

    OPINI: Banyak Cara, Satu Merdeka

    Sebuah Refleksi Kritis Terhadap DOB Moni dan Komodifikasi Gunung Egeida dan Blok Wabu

    Polemik Pemekaran Kabupaten Moni: Antara Janji Pembangunan, Politik, Kekuasaan dan Ancaman Konflik Sosial di Papua Tengah

    Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

    Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

    Uang Bukan Segalanya

    Manusia Mee Bukan Binatang

    Konflik Kapiraya: Siapa Dalang di Balik Saudara Bunuh Saudara?

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    Maybrat Berdarah Jelang 17 Agustus: YKKMP Negara Buka Fakta Minta Tiga Warga Sipil Terluka

    Juru Parkir Diduga Curi Noken Penjual di Depan Supermarket Hadi Biak

    IPMI-J Jayapura Dukung Aksi GPMI di Nabire, Desak DPR Papua Tengah Segera Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa

    Mahasiswa Papua di Makassar Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM dan Dorong Dialog untuk Intan Jaya

    Dua Anggota TPNPB dan Seorang Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer di Yahukimo 

    IPMADO Dogiyai Tuntut Hentikan Militerisasi Pasca 5 Warga Tewas

    IPMADO: Kehadiran Militer Picu Ketakutan dan Lumpuhkan Aktivitas Warga Dogiyai

    Forum Solidaritas Mahasiswa di Gorontalo Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Dialog Damai untuk Papua

    YKKMP: Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo Bertentangan dengan Prinsip Hukum Humaniter Internasional

  • Kesehatan

    Selamatkan Anak Negeri Paniai! KPA Gelar Sosialisasi Kepada Sahabat 06 Meepago Korwil Panai Diajak Cegah HIV/AIDS

    KPA Paniai Edukasi Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Aradide tentang Pencegahan HIV/AIDS

    Adinkes Papua Tengah Perkuat Kemitraan PP-ATM di Paniai, Dorong Sinergi Lintas Sektor hingga Tingkat Kampung

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Ratusan Siswa Baru SMA Negeri 1 Paniai

    KPA Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Mudika Paroki Kristus Jaya Komopa, Tekankan Edukasi dan Hapus Stigma

    KPA Paniai Kembali Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Jemaat Maranatha Klasis Agadide

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Training Tutor, Membangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

    PAR Koordinator Aweepaida Paniai Gelar Seminar dan Pelatihan, KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi HIV-AIDS 

    Pengurus dan anggota KPA Paniai laksanakan pemeriksaan massal tes darah lengkap untuk deteksi HIV-AIDS

  • Lingkungan

    Masyarakat Paniai Himbau Hentikan Pembakaran Hutan, Siap Serahkan Pelanggar ke Jalur Hukum

    Porter Yonii Paniai Apresiasi Kepedulian Bupati Yampit Nawipa, Minta Sekretariat Resmi untuk Tingkatkan Pelayanan

    Intelektual dan Mahasiswa Distrik Fajar Timur Gelar Konsolidasi Perdana, Bahas Persiapan MUBES Ke-II

    Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah Apresiasi Pemkab Nabire atas Bantuan Bibit Jagung bagi Petani

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Rapat Panitia Persiapan Training Tutor AIDS

    DPW Tani Merdeka Papua Tengah Sosialisasi dan Tinjau Sektor Perikanan di Paniai

    Pemuda Kingmi Klasis Bogobaida Rayon Nabire Bergerak Galang Dana untuk Ret-Treat Akbar

    Porter Yonii Paniai Ajak Sopir dan Petugas Terminal Jaga Kekompakan di Karel Gobai Enarotali

    Film Pesta Babi Resmi Tayang di YouTube

  • Pendidikan

    Mahasiswa Afirmasi ADIK-ADEM Asal Intan Jaya Desak Pemkab Segera Cairkan Beasiswa, Sampaikan Delapan Tuntutan

    Kabid TK-PAUD Paniai: Sebanyak 515 Siswa dari 31 TK dan PAUD Telah Menyelesaikan Pendidikan Tahun Ajaran 2026

    Ketua BEM STAK Nabire Ajak Ratusan MABA 2026 Pahami Aturan Akademik dan Budaya Disiplin

    Di MPLS SMAN 2 Dogiyai, Kepala Distrik Kamuu Ajarkan Pemimpin Melayani

    TK Negeri Waikato Paapaa Aikai Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru, Pendidikan Berkualitas Tanpa Dipungut Biaya

    TK Negeri Kagama Resmi Tamatkan 8 Siswa, Begini Pesan Kabid TK-Paud

    TK Negeri Ekadide Resmi Tamatkan 19 Siswa, Siapkan Generasi Emas Paniai

    17 Siswa TK Efata Kugitadi Resmi Ditamatkan, Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Pendidikan Sejak Dini

    TK Negeri Bobamo Gelar Penamatan, Kabid TK-Paud Apresiasi Dewan Guru dan Orang Tua 

  • Religi

    Panitia HUT Merangkap Natal 2026 Pos PI Maranatha Resmi Dilantik, Begini Pesan Hamba Tuhan

    Ketua Klasis Debei Letakkan Batu Pertama Rumah Pastori Jemaat Anugrah Dadimani

    Orang Muda Katolik Tulang Punggung Gereja, KYD Jadi Sarana Pembinaan Berkelanjutan

    Tutup KYD ke-5: Orang Muda Katolik Diminta Miliki Iman Militan dan Optimis

    OMK Diajak Hidupkan Budaya dan Iman Atasi Penyakit Sosial di Dogiyai

    Bangun Karakter Kuat, KYD 2026 Tekankan Nilai Kedamaian dan Keutuhan

    Komisi Kepemudaan: Datang ke Kamapi Youth Day, Pulang Harus Bawa “Hasil”

    Uskup Timika Buka Kamapi Youth Day 2026

    Misa Pembukaan KAMAPI Youth Day, Uskup Bernardus: Orang Muda adalah Aset Berharga

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Artikel Opini

Mengapa Kenyataan Terasa Begitu Pahit? Hai Tanah Papua

(refleksi atas a call to revive the holiness of Papua)

by Redaksi
31 Juli 2024
in Artikel Opini
0
SHARES
181
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Martinus Tenouye

OPINI – Ada baiknya, kita menyikapi hal tersebut dengan melakukan evaluasi diri. Pentingnya perenungan bahwa melakukan kejahatan adalah tidak baik. Hal yang tidak baik mengingatkan kita pada kekurangan yang harus diperbaiki dan rekonsiliasi diri. Bisa jadi, kenyataan yang tidak sesuai keinginan karena kita salah dalam menyerapkan rencana atau gagal dalam melaksanakan trategi memcapai tujuan. Maka yang pentinnya adalah kita musti menyemukan trategis untuk melawan kejahatan.

Baca Juga: Pemkab Dogiyai Gelar Musrenbang RPJPD Tahun 2025-2045

Kita bisa belajar dari orang-orang yang berani melawan kejahatan tanpa kekerasan. Nelson Mandela adalah seorang murid dari Mahatma Gandhi yang sangat berpengaruh kuat dalam memperjuangkan kebenaran dan keadilan. Bersama gurunya yakni Mahatma Gandhi mengunakan kekuatan Aihmsa untuk melawan berbagai kejahatan di India. Mereka terinspirasi oleh kekuatan aihmsa atau puasa kekerasan dalam menuntut persamaan hak dan penghapusan tindakan kejahatan seperti diskriminasi dan lain sebagainya, oleh kulit putih terhadap masyarakat kulit hitam di Afrika Selatan.

Baca Juga: Demi SDM, Kakam Ikebo di Dogiyai ini Peruntukan Dana Desa Untuk Biaya Anak-anak Sekolah

Jika ajaran Mahatma Gandhi diikuti, maka kejahatan dapat terhindarkan. Apabila banyak pihak mengikuti gerakan ahimsa (pantang kekerasan, maka korban kemanusiaan tidak akan terjadi. Kekerasan yang dibalas dengan kekerasan hanya akan melahirkan kejahatan dan bibit-bibit permusuhan yang baru. Karna itu, dalam hal ini Gandhi mengajarkan pada setiap pihak tentang pentingnya memperjuangkan sesuatu berdasarkan kebenaran. semua bentuk perjuangan harus berada di jalan yang benar dan bermoral.

Baca Juga: ULMWP Mengecam Sejumlah Aksi Penembakan di Papua

Pemerintah Indonesia dan bangsa Papua, khususnya bangsa Papua sejak tahun 1961 sampai dengan tahun 2024 hidup dalam sebuah goa yang gelap. Artinya, hidup dalam penderitaan, penindasan, pemerkosaan, pembunuhan, penembakkan dan kejahatan-kejahatan lainnya. Kalau kita melihat dari situasi seperti sekarang ini, kita tidak tahu kapan akan berakhir kejahatan-kejahatan itu. Karna kenyataan bahwa di dunia sekarang ini semua pihak selalu saja tutup mata untuk melihat kebenaran yang terjadi di atas tanah Papua. Sejarah pun selalu dibungkan oleh pihak-pihak tertentu. Kapan datang keadilan untuk buka mata agar melihat kebenaran yang sebenarnya.

Baca Juga: Hari Ke-5 KYD, Menggali Potensi Orang Muda Katolik melalui Lomba Outdoor

Saya ingin tegaskan kepada pihak pemerintah dan pihak agama. Pentinnya kerja sama dalam hal melunaskan krisis kemanusiaan di tanah Papua. Jangan lakukan seperti benda yang tidak punya mata, ada mata tetapi seolah-olah tidak memiliki mata, ada telingah tetapi seolah-oleh tidak memiliki telingah. Hai, pihak agama bukalah matamu untuk melihat realitas yang terjadi di depan mata anda. Ini khusus para pastor dan para imam di tanah Papua, baik ramput kritin maupun rambut Panjang, bukalah matamu, dan bersuaralah tentang kebenaran dan keadilan di atas tanah Papua, sampaikanlah kesaksianmu, kepada banyak orang. Kesaksian yang utama dan terutama adalah menampaikan kesaksian tentang kebenaran, kepada semua pihak, menyampaikan hal itu bukan hanya pihak pemerintah Indonesia saja tetapi juga bangsa Papua.

Baca Juga: AWP: Penghentian Penyidikan Teror Bom terhadap Victor Mambor Tidak Sah dan Cacat Hukum

Rahmat khusus yang diterima pada saat pentahibisan imamat adalah kekuatan paling hampu (kekuatan Tuhan). Tentu kalau seorang imam ia hendak bersuara tentang realitas di atas tanah Papua pasti Tuhan akan berikan Rahmat yang lebih besar lagi. Kita tahu bahwa kita seorang imam ini sudah memiliki Rahmat khusus. Jika kita bertanya, Tuhan berikan Rahmat khusus bagi para imam, lalu Rahmat itu untuk apa? Apakah mendapatkan Rahmat supaya orang dipuji dan dihormati, apakah mendapatkan Rahmat khusus supaya gampang mendapat makanan yang enak dan ingin memiliki kekayaan-kekayaan tertentu?

Rahmat khusus berarti suci, kudus, luhur, murni dll. Tuhan berikan Rahmat kepada semua orang khusus para imam dan para calon imam supaya mereka betul-betul mewartakan kesaksian Yesus. Memanggil mereka dalam panggilan khusus supaya mereka tetap berada pada yang benar. Artinya bahwa mereka berani menjadi seorang imam, seorang pemimpin yang kokoh dan kuat. Sebenarnya menjadi seorang pemimpin “pastor” itu tidak muda. Oleh karena itu, ia harus tahu tugas dan tanggunjawabnya. Tugas dan tanggun jawab adalah hidup dalam kekudusan. Hidup dalam kekudusan berarti menjaga Rahmat khusus tersebut dan melakukan hal-hal baik dalam hidupnya.

Baca Juga: KPU Paniai Gelar Tes Tertulis CAT Bagi Calon PPD

Sebenarnya seorang pemimpin “pastor” sebagai identitasnya dia adalah orang umum. Dia hidup ditengah kedua pihak. Sementara ia hidup ditengah-tengah kedua pihak, sebagai pemimpin “pastor” dia harus tahu tugas dan tanggun jawabanya. Contoh; pemerintah Indonesia dan bangsa Papua. Kedua pihak tersebut yang paling banyak korban nyawa manusia ialah orang Papua, mati banyak banyak, karna ditembak, disiksa, diperkosa, dipenjarah dan lain-lain. Peristiwa ini benar-benar apa yang terjadi di depan mata semua orang? Oleh sebab itu, para pastor maupun pihak-pihak lain yang berjuang demi kemanusiaan di tanah Papua, semua pihak berhak untuk berbicara hal ini. Pendeta, pewarta, maupun pastor, berbicara tentang kasih di depan altar, ia juga harus bicara tentang realitas yang terjadi di tengah-tengah umatnya. Tuhan Yesus disalibkan, disiksa oleh karena menuarakan kebenaran bukan karna hal-hal lainnya.Tuhan Yesus membela kebenaran, perhatikan yang menderita, membantu orang miskin dan menyelamatkan yang dianiaya serta perhatikan orang janda. Pendeta, pewarta dan pastor adalah pengikut Yesus Kristus. Pertanyaan adalah apakah mereka menuarakan kebenaran seperti Yesus Kristus? Dan apakah mereka berkorban demi banyak orang, dan perhatikan yang menderita,dianiya,dipenjara dll? apakah mereka percaya akan panggilan dan umat-umatnya, atau pura-pura tuli. Selalu dengar kelu-kesa dari umat tetapi pura-pura tuli dan diam begitu saja. Apakah hal seperti ini Tuhan Yesus sendiri yang mengajar mereka sehingga takut untuk bersuara dan bersaksi atas kebenaran?

Baca Juga: Didimus Tebai: Generasi Muda Harus Berani Menjadi Pahlawan

Dibawah ini bagaimana Mahatma Gandhi mengandalkan Tuhan dalam perjuangan bangsa India. Dan menggunakan kekuatan aihmsa (puasa kekerasan). Gandhi mengajarkan pada semua pihak tentang pentingnya memperjuangkan sesuatu berdasarkan kebenaran. semua bentuk perjuangan harus berada di jalan yang benar dan bermoral. Gandhi mendapatkan kekuatan besar dalam perjuangannya, karena ia melakukan puasa demi keluar dari kekerasan. Selain puasa itu Gandhi juga sangat mencintai negerinya sendiri. ketika memperjuangkan suatu bangsa itu Gandhi mengatakan seperti berikut:

Jika kita percaya kepada Tuhan, tidak hanya dengan kepandaian kita, tetapi dengan seluruh diri kita maka kita akan mencintai seluruh umat manusia tanpa membedakan ras atau kelas, bangsa atau pun agama. kita akan bekerja untuk kesatuan umat manusia. “Semua kegiatan saya bersumber pada cinta kasih saya yang kekal kepada umat manusia. Saya tidak mengenai perbedaan antara kaum keluarga dan orang luar, orang sebangsa dan orang asing, berkulit putih atau berwarna, orang Hindu atau orang India beragama lain, orang Muslim, Parsi, Kristen, atau Yahudi. Saya dapat mengatakan bahwa jiwa saya tidak mampu membuat perbedaan-perbedaan semacam itu ” melalui suatu proses panjang melakukan disiplin keagamaan, saya telah berhenti membenci siapa pun juga selama lebih dari empat puluh tahun ini”. Semua anak manusia bersaudara dan janganlah hendaknya manusia yang satu merasa asing terhadap yang lain. Kebahagiaan semua manusia (sarvodaya) seharusnya menjadi tujuan kita. Tuhan merupakan daya pengikat yang menyatukan semua manusia. Memutuskan ikatan ini walaupun dengan musuh terbesar kita sekalipun berarti merobek-robek Tuhan itu sendiri. Rasa perikemanusiaan, masih terdapat pada orang yang paling jahat sekalipun.

Baca Juga: Kehancuran

Pandangan ini dengan sendirinya menyebabkan diterima paham pantang kekerasan sebagai cara yang paling baik untuk mengatasi segala persoalan nasional maupun internasional. Gandhi menegaskan bahwa ia bukanlah seorang tukang mimpi, tetapi sebaliknya seorang idealis praktis. Pantang kekerasan bukanlah dimaksudkan hanya untuk orang suci dan orang baik saja tetapi juga untuk orang biasa. “Pantang kekerasan adalah hukum bagi makhluk manusia. sedangkan kekerasan adalah hukum bagi orang yang kejam. Daya rohani terlena dalam diri manusia kejam itu dan ia tidak mengenai hukum lain selain kekuatan jasmani. martabat manusia menuntut ketaatan terhadap suatu hukum yang lebih tinggi, yaitu kekuatan rohani.
Upaya Gandhi untuk menegaskan pentingnya gerakan tanpa kekerasan di India itu menyita waktu, tenaga, dan pikiran. Salah satu gerakannya disebut savodaya yang mencakup ahimsa, hartal, satyagraha dan swadesi. Pemikiran kemanusiaan yang dikembangkan Gandhi mengandung ajaran moral. Melalui pendekatan yang humanis, ia menegaskan bahwa perjuangan demi kemanusiaan seharusnya ditempuh dengan cara yang manusiawi pula. Upaya pembalaan terhadap kebenaran atau kemanusiaan yang dilakukan melalui perlawanan tanpa kekerasan pada dasarnya diharakan bukan untuk membuat lawan menderita. Siapa pun yang menjalankan prinsip tersebut dalam perjuangan harus senantiasa berupaya membalas setiap kejahatan yang diterimanya dengan kebaikan.

Semua tindakan manusia harus berdasar pada kejujuran dan kebenaran. Kejujuran mendorong kita untuk berani menyatakan sikap secara terbuka, terbebas dari segala kepalsuan dan ketidakbenaran. Kita harus berusaha menjunjung tinggi nilai kejujuran di setiap sisi kehidupan yang kita jalani. Memulai sagala sesuatu dengan jujur merupakan cara hebat untuk mengalahkan kejahatan. Prinsip ini perjuangkan supaya, kedua belah pihak itu tidak melakukan kekerasan, melainkan menemukan kebenaran. Dengan jujur, kedua pihak tersebut harus duduk bersama lalu menemukan solusi bersama agar ke depan tidak terjadi kekerasan lagi.

Penulis adalah mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) “fajar timur” Jayapura-Papua.

Sumber:
Mali Mateus Perjumpaan Pancasila dan kristianitas (Yogyakarta: lamalera, 2009)
Age Lars-Johan Sama-Sama Happy (Jogya: PT Gramedia, 2023)
Wang Andri The Wisdom Of Confucius, (Jakarta: PT Gramedia,2012)

 

Post Views: 2,348

Baca Juga:

Doa Sakral Bangsa Papua Digelar 24-30 Juli di Meepago, Bentuk Landasan Peradaban Bangsa

Peringatan 55 Tahun Proklamasi Papua Barat, Nieuw Guinea Raad Serukan Intervensi PBB

Tolak Eksploitasi: Mahasiswa Paniai Desak Cabut DOB dan Tambang 

Peringati 132 Tahun Misi Katolik: Parade Rohani dan Aspirasi Libur Lokal

Tags: Kenyataan terasa PahitTanah PapuaWest Papua
Previous Post

Demi SDM, Kakam Ikebo di Dogiyai ini Peruntukan Dana Desa Untuk Biaya Anak-anak Sekolah

Next Post

Tanah Papua Bagaikan Ekaristi

Redaksi

Redaksi

BERITA TERKAIT

Artikel Opini

Mama Yasinta Moiwend: di Antara Propaganda, Manipulasi, dan Pencarian Kebenaran

3 bulan ago
Artikel Opini

OPINI: Banyak Cara, Satu Merdeka

3 bulan ago
Artikel Opini

Sebuah Refleksi Kritis Terhadap DOB Moni dan Komodifikasi Gunung Egeida dan Blok Wabu

4 bulan ago
Artikel Opini

Polemik Pemekaran Kabupaten Moni: Antara Janji Pembangunan, Politik, Kekuasaan dan Ancaman Konflik Sosial di Papua Tengah

4 bulan ago
Artikel Opini

Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

5 bulan ago
Artikel Opini

Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

6 bulan ago
Next Post

Tanah Papua Bagaikan Ekaristi

Please login to join discussion

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved