Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua Iklan ini sepenuhnya milik redaksi jelata news papua
ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    Dilantik Secara Sah, PASI Dogiyai Siap Cetak Atlet Berprestasi Hingga Tingkat Internasional

    Rumah Dinas Pemkab Dogiyai Terbakar, Dua Anak dan Lansia Berhasil Diselamatkan

    Anak Muda Papua dan Trend Zaman: Merenungkan “Banalitas Kejahatan” Menurut Hannah Arendt

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    Bupati Dogiyai Kecewa dengan Standar Festival Kopi Papua Tengah

    Bupati Tebai: Kopi Dogiyai Potensi Terbesar Papua Tengah, Siap Dikembangkan Secara Berkelanjutan

    TPNPB-OPM Laporkan Pergerakan TNI di Paniai, Sampaikan Peringatan

    Dua Rumah Ibadah dan Rumah Warga Terbakar, Bantuan BTT Mulai Disalurkan

    Perjalanan Pembangunan Gereja Idakebo: Pengorbanan Umat dan Harapan Goa Maria

    Pembangunan Minimarket dan Bantuan Sembako, Langkah Dinas Koperasi Dogiyai Kembangkan Ekonomi Pro-Rakyat

    Panitia Penutupan Pelayanan Departemen Pemuda KINGMI Periode 2021-2026 Dilantik di Enarotali

    LPPL Yuyu Kominfo FM 107,7 MHz Mulai Diberi Pelatihan Penyiaran

    Kepala Distrik Kamuu Selatan Tegaskan Kedisiplinan & Pengisian E-Kinerja ASN

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Dari Dosa kepada Keselamatan dalam Perspektif Soteriologi

    Distrack for Hip-hop Merauke “pesta Babi”

    Mama Yasinta Moiwend: di Antara Propaganda, Manipulasi, dan Pencarian Kebenaran

    OPINI: Banyak Cara, Satu Merdeka

    Sebuah Refleksi Kritis Terhadap DOB Moni dan Komodifikasi Gunung Egeida dan Blok Wabu

    Polemik Pemekaran Kabupaten Moni: Antara Janji Pembangunan, Politik, Kekuasaan dan Ancaman Konflik Sosial di Papua Tengah

    Pernyataan Sikap : Pemuda Katolik Komisariat Cabang di Dogiyai

    Stop Jual Tanah: Tanah Tidak Dapat Bertambah Seperti Populasi Manusia

    Uang Bukan Segalanya

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    TPNPB-OPM Laporkan Pergerakan TNI di Paniai, Sampaikan Peringatan

    Maybrat Berdarah Jelang 17 Agustus: YKKMP Negara Buka Fakta Minta Tiga Warga Sipil Terluka

    Juru Parkir Diduga Curi Noken Penjual di Depan Supermarket Hadi Biak

    IPMI-J Jayapura Dukung Aksi GPMI di Nabire, Desak DPR Papua Tengah Segera Tindaklanjuti Aspirasi Mahasiswa

    Mahasiswa Papua di Makassar Desak Investigasi Dugaan Pelanggaran HAM dan Dorong Dialog untuk Intan Jaya

    Dua Anggota TPNPB dan Seorang Warga Sipil Tewas dalam Operasi Militer di Yahukimo 

    IPMADO Dogiyai Tuntut Hentikan Militerisasi Pasca 5 Warga Tewas

    IPMADO: Kehadiran Militer Picu Ketakutan dan Lumpuhkan Aktivitas Warga Dogiyai

    Forum Solidaritas Mahasiswa di Gorontalo Serukan Perlindungan Warga Sipil dan Dialog Damai untuk Papua

  • Kesehatan

    Selamatkan Anak Negeri Paniai! KPA Gelar Sosialisasi Kepada Sahabat 06 Meepago Korwil Panai Diajak Cegah HIV/AIDS

    KPA Paniai Edukasi Ratusan Siswa SMP Negeri 1 Aradide tentang Pencegahan HIV/AIDS

    Adinkes Papua Tengah Perkuat Kemitraan PP-ATM di Paniai, Dorong Sinergi Lintas Sektor hingga Tingkat Kampung

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Ratusan Siswa Baru SMA Negeri 1 Paniai

    KPA Paniai Gelar Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi Mudika Paroki Kristus Jaya Komopa, Tekankan Edukasi dan Hapus Stigma

    KPA Paniai Kembali Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS di Jemaat Maranatha Klasis Agadide

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Training Tutor, Membangun Generasi Berkarakter dan Berdaya Saing

    PAR Koordinator Aweepaida Paniai Gelar Seminar dan Pelatihan, KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi HIV-AIDS 

    Pengurus dan anggota KPA Paniai laksanakan pemeriksaan massal tes darah lengkap untuk deteksi HIV-AIDS

  • Lingkungan

    Distrack for Hip-hop Merauke “pesta Babi”

    Masyarakat Paniai Himbau Hentikan Pembakaran Hutan, Siap Serahkan Pelanggar ke Jalur Hukum

    Porter Yonii Paniai Apresiasi Kepedulian Bupati Yampit Nawipa, Minta Sekretariat Resmi untuk Tingkatkan Pelayanan

    Intelektual dan Mahasiswa Distrik Fajar Timur Gelar Konsolidasi Perdana, Bahas Persiapan MUBES Ke-II

    Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah Apresiasi Pemkab Nabire atas Bantuan Bibit Jagung bagi Petani

    KPA Kabupaten Paniai Gelar Rapat Panitia Persiapan Training Tutor AIDS

    DPW Tani Merdeka Papua Tengah Sosialisasi dan Tinjau Sektor Perikanan di Paniai

    Pemuda Kingmi Klasis Bogobaida Rayon Nabire Bergerak Galang Dana untuk Ret-Treat Akbar

    Porter Yonii Paniai Ajak Sopir dan Petugas Terminal Jaga Kekompakan di Karel Gobai Enarotali

  • Pendidikan

    Mahasiswa Afirmasi ADIK-ADEM Asal Intan Jaya Desak Pemkab Segera Cairkan Beasiswa, Sampaikan Delapan Tuntutan

    Kabid TK-PAUD Paniai: Sebanyak 515 Siswa dari 31 TK dan PAUD Telah Menyelesaikan Pendidikan Tahun Ajaran 2026

    Ketua BEM STAK Nabire Ajak Ratusan MABA 2026 Pahami Aturan Akademik dan Budaya Disiplin

    Di MPLS SMAN 2 Dogiyai, Kepala Distrik Kamuu Ajarkan Pemimpin Melayani

    TK Negeri Waikato Paapaa Aikai Buka Pendaftaran Peserta Didik Baru, Pendidikan Berkualitas Tanpa Dipungut Biaya

    TK Negeri Kagama Resmi Tamatkan 8 Siswa, Begini Pesan Kabid TK-Paud

    TK Negeri Ekadide Resmi Tamatkan 19 Siswa, Siapkan Generasi Emas Paniai

    17 Siswa TK Efata Kugitadi Resmi Ditamatkan, Kepala Sekolah Tekankan Pentingnya Pendidikan Sejak Dini

    TK Negeri Bobamo Gelar Penamatan, Kabid TK-Paud Apresiasi Dewan Guru dan Orang Tua 

  • Religi

    Bupati Dogiyai Serahkan Bantuan BTT, Dua Rumah Ibadah Terbakar di Mapia Tengah Siap Dibangun Kembali

    Perjalanan Pembangunan Gereja Idakebo: Pengorbanan Umat dan Harapan Goa Maria

    Gedung Gereja Paroki Idakebo Diresmikan, Bupati Tebai: Infrastruktur Rohani Penjaga Kedamaian

    Panitia Penutupan Pelayanan Departemen Pemuda KINGMI Periode 2021-2026 Dilantik di Enarotali

    Panitia HUT Merangkap Natal 2026 Pos PI Maranatha Resmi Dilantik, Begini Pesan Hamba Tuhan

    Ketua Klasis Debei Letakkan Batu Pertama Rumah Pastori Jemaat Anugrah Dadimani

    Orang Muda Katolik Tulang Punggung Gereja, KYD Jadi Sarana Pembinaan Berkelanjutan

    Tutup KYD ke-5: Orang Muda Katolik Diminta Miliki Iman Militan dan Optimis

    OMK Diajak Hidupkan Budaya dan Iman Atasi Penyakit Sosial di Dogiyai

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Artikel Opini

Tanah Papua Bagaikan Ekaristi

Sebuah Tinjauan dari Teologis, dan Spritualitas

by Redaksi
2 Agustus 2024
in Artikel Opini
0
SHARES
197
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Martinus Tenouye

OPINI – Salah satu nama yang diberikan kepada Ekaristi adalah misa kudus. kata sifat kudus ini sangat penting, sebab ekaristi adalah salah satu tugas pokok imam yakni tugas menguduskan. Ekaristi menguduskan; imam yang merayakan ekaristi adalah imam yang menguduskan dan sendiri dikuduskan.

Baca Juga: Mengapa Kenyataan Terasa Begitu Pahit? Hai Tanah Papua

Mengapa ekaristi adalah kudus? Karena ia menyelamatkan, mengutukan, menyempurnakan, menguatkan dan memberikan kekuatan ketika mengalami suatu penderitaan. Ekaristi membantu para imam dan umat Allah menjadi kudus, menjadi kuat dan menjadi utuh, penuh dan merasa dibebaskan dari kesesakkan dan penderitaan. Ekaristi juga adalah sumber kehidupan, sumber kekuatan, sumber nafas kehidupan yang adalah Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah sumber penyelamatan dan kekuatan.

Baca Juga: Demi SDM, Kakam Ikebo di Dogiyai ini Peruntukan Dana Desa Untuk Biaya Anak-anak Sekolah

Sama hal dengan Papua, tanah Papua adalah nafas kehidupan, sumber kehidupan, sumber kekuatan, tanah kudus dan tanah suci sama seperti ekaristi adalah kudus. Tanah Papua adalah mama, karena selalu memberikan kehidupan bagi semua orang. Tanah Papua memiliki alam kekayaan yang begitu besar, di dalamnya memiliki emas, batu tembaga, minyak dan lain-lain.

Baca Juga: Pemkab Dogiyai Gelar Musrenbang RPJPD Tahun 2025-2045

Papua itu simbol ekaristi. Mengapa dikatakan bahwa Papua itu simbol ekaristi? Karena Papua itu sesuatu, Papua itu diberkati, Papua itu tempat sakral, Papua itu tempat tabernakel. Tempat tabernakel adalah tempat untuk menimpan hosti kudus yang sudah diberkati. Tempat itu merupakan tempat sakral, tempat kudus, tempat tinggal Tuhan Yesus. Di dalamnya menimpan kekayaan rohani dan jasmani. Sama hal dengan tanah Papua. Tanah Papua adalah tanah yang diberkati, surga kecil jatuh ke bumi, tanah kudus, tanah suci, taman eden, dan tanah Papua itu tempat sakral. Tanah Papua itu menimpan kekayaan rohani dan jasmani.

Baca Juga: ULMWP Mengecam Sejumlah Aksi Penembakan di Papua

Yesus Kristus adalah tuan rumah ekaristi di tanah Papua. Karna itu tanah Papua itu sendiri merupakan tubuh dan darah Kristus yang mampu mengkurbangkan seluruh diriNya secara tidak sia-sia. Alam kekayaan yang dinikmati semuanya itu berasal dari tubuh dan darah Yesus Kristus. Yesus Kristus adalah Sang pembebas, Sang Penelamat, Sang sumber kehidupan. Di dalam-Nya tersembunyi harta dan kekayaan rohani maupun jasmani. Kekayaan dalam bentuk jasmani adalah emas minyak dan lain sebagainya, sedangkan kekayaan dalam bentuk rohani adalah Tuhan Yesus itu sendiri.

Seluruh dunia memandang tanah Papua bagaikan seorang gadis cantik

Tanah Papua itu ada apa? Semua orang memang tanah Papua karena banyak harta dan kekayaannya ada di sana, sehingga banyak orang tak henti-hentinya datang ke Papua. Tanah Papua memiliki alam keindahan, ada hutan, ada gunung emas, ada laut, ada lembah, dan lain-lain. Semua orang ingin menikmtinya seluruh kekayaan itu. Dan saat ini juga semua negara merebut kekayaan tersebut, pertanyaan adalah apakah orang Papua sendiri menikmati kekayaan tersebut? Orang Papua sendiri tidak menikmati kekayaan itu! Yang menikmati kekayaan itu adalah bangsa Indonesia dan negara-negara asing lainnya.
Orang Papua adalah pemilik alam kekayaan dan orang Papua tidur, di atas emas dan kekayaannya tetapi, semuanya itu bukan orang Papua yang menikmati tetapi orang Indonesia dan orang-orang asing “negara asing” yang menikmati. Orang Papua adalah tuan rumah tetapi orang Papua menjadi penonton setia di atas tanahnya sendiri.

Baca Juga: ULMWP Mengecam Sejumlah Aksi Penembakan di Papua

Sebenarnya Orang Asli Papua (OAP) itu harus bahagia selalu sejahtera dalam setiap bidang. Namun orang Papua sungguh menderita. Sejak tahun 60 sampai sekarang tidak berhenti-berhenti mengalami krisis kemanusiaan di tanah Papua. Banyak orang yang mati karena ditembak, diperkosa, disiksa, dipenjara. Banyak jiwa yang korban, manusia-manusia yang tidak berdosa,yang tidak bersalah, mereka adalah manusia murni. Bangsa Indonesia membunuh mereka dengan menggunakan alat negara yakni senjata. TNI/POLRI membunuh OAP seperti hewan peliharaan, dalam diri mereka tidak ada rasa kemanusiaan, dalam diri mereka tidak ada nilai-nilai kemanusiaan sehingga terjadi pembunuh seperti itu.

Baca Juga: Yohanes Gobai: Pemilik Hak Ulayat Suku Mee Mulai Dari Bobaigo Sampai Kolaitaga Bibida

Lihat dari dari realita, semua kebijakan-kebijakan pemerintah Indonesia tidak berjalan berdasarkan sesuai kelima Pancasila. Dalam sila kedua menyatakan bahwa manusia diakui sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha esa, yang sama derajat, yang sama hak dan kawajiban-kawajiban asasinya, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan dan lain sebagainya. Namun kenyataannya tidak seperti itu. Yang terjadi dalam negera Indonesia itu banyak kejahatan; seperti terjadi pembunuhan di mana-mana, diskriminasi di mana-mana. Kita bisa katakana bahwa negara seperti ini belum merdeka secara penuh, itu bukan negara tetapi negara bonega “negara miskin” tidak punya nilai kemanusiaan.

Pancasila “sila kedua” kemanusiaan yang adil dan beradab

Dalam Tap. No. II/MPR/1978, dengan keyakinan akan kebenaran Pancasila, manusia ditempat pada keluhuran harkat dan mertabatnya sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha esa, dengan keasadaran untuk mengembangkan kodratnya sebagai mahkluk pribadi dan sekaligus mahkluk sosial. Kita lihat dari realita dalam nagara ini sebenarnya secara penuh negara tidak jalankan hukum-hukum yang ditetapkan dalam negara tersebut. Filosofi Pancasila ‘sila kedua’ dalam kemanusia yang adil dan beradab dinyatakan bahwa, sila kemanusiaan yang adil dan beradab, manusia harus diakui diperlakukan sesuai dengan harkat dan martabatnya sebagai mahkluk Tuhan Yang Maha esa. Tetapi yang terjadi dalam dalam negara itu, adalah negara tidak hargai nilai kemanusiaan, tidak hagar Pancasila sebagai dasar negara. Yang terjadi dalam negara ini adalah terjadi pembunuhan di mana-mana, tidak hargai tanah dan kekayaan orang lain tanpa diizin pemiliki tanah dan kekayaan pemerintah Indonesia mencuri dan marampok dan membunuh banyak jiwa manusia Papua. Membunuh manusia Papua yang belum apa-apa, tidak punya salah dan dosa.

Baca Juga: Pj Gubernur PPT Diminta Segera Fasilitasi Masalah Tapal Batas dan Perusahaan Ilegal di Wakiya

Negara Indonesia tidak menghargai nilai kemanusia dan juga tidak menghargai hukumnya. Mengapa dikatakan bahwa negara Indonesia tidak menghargai nilai kemanusiaan? Karena mereka melanggar nilai kemanusiaan, negara Indonesia melihat manusia itu sebagai binatang dan lansung dengan gunakan alat negara, selain itu negara tidak dihormati hak dan martabatnya. Pemimpin negara maupun TNI/POLRI harus bedakan antara manusia dan hewan, keduanya diciptakan oleh Tuhan namun perannya berbeda-beda. Manusia itu khusus dari Tuhan. Tuhan menciptakan manusia supaya manusia dapat marawat dan menjaga alam penciptaan termasuk hewan. Jadi pemerintah anda harus tau bahwa manusia itu bukan hewan.

Baca Juga: MYD Digelar 3 Hari sebagai Tindak Lanjut KYD

Manusia itu sebagai mahkluk ciptaan Tuhan yang dianugerai budi dan karsa merdeka, dihargai, dihormati sesuai dengan martabatnya. Manusia adalah mahkluk rohani sekaligus mahkluk jasmani, dan juga mahkluk sosial. Istilah ini pernah digunakan oleh prof Notonagoro; Setiap manusia diharapkan mendapat apa yang menjadi haknya. Jadi manusia itu harus jaga hak dan martabatnya, karena manusia itu khusus dan citra Allah, bahwa manusia itu segambar dengan Allah, tetapi tidak sama dengan Allah.

Orang Asli Papua (OAP) juga ingin bahagia

Baca Juga:

Panitia Penutupan Pelayanan Departemen Pemuda KINGMI Periode 2021-2026 Dilantik di Enarotali

Distrack for Hip-hop Merauke “pesta Babi”

Doa Sakral Bangsa Papua Digelar 24-30 Juli di Meepago, Bentuk Landasan Peradaban Bangsa

Komisi Kepemudaan: Datang ke Kamapi Youth Day, Pulang Harus Bawa “Hasil”

Masih adakah orang baik di dunia ini? Masih adakah tindakan murni demi cinta pada sesame tanpa memperhitungkan kepentingan diri? Apa untungnya berbuat kebaikan pada orang yang kita pastikan bahwa banyak orang menderita, sakit, tidak bahagia dan tidak mampu menjamin kehidupannya. Pengorbanan tanpa pamrih telah menjadi barang mahal yang sulit dijumpai. Tetapi sikap seperti itulah yang dibuat Yesus.

Baca Juga: AWP: Penghentian Penyidikan Teror Bom terhadap Victor Mambor Tidak Sah dan Cacat Hukum

“Yang kamu lakukan terhadap saudara-Ku yang paling kecil, kamu lakukan untuk aku; yang tidak lakukan untuk mereka, tidak kamu lakukan untuk Aku” (Mat 25: 31-46). Itulah prioritas perutusan Yesus, yaitu orang kecil, orang tersingkir, orang yang lemah, orang yang tidak akan mampu memberi imbalan apabila menjadi pilihan untuk ditolong.

Baca Juga: Dinas Perikanan Paniai Salurkan Bantuan Paket Lengkap Budidaya Ikan

Demikan pula ketika Yesus dan murid bersama orang banyak dalam situasi sulit; lapar, hari telah malam, jauh dari perkampungan. Maka secara spontan para menyuruh Yesus supaya mereka mencari makan; sikap seperti itulah yang ditegur oleh Yesus;

“Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Surulah orang banyak itu pergi, supaya mereka dapat membeli makanana di desa-desa” Dan sikap seperti itulah yang ditegur oleh Yesus.. “…kamu harus memberi mereka makan……” (Mat 14:13-21).

Tanah Papua sejak tahun 60 sampai sekarang tak henti-hentinya selalu mengalami penderitaan yang berkepanjangan. Ke tahun-tahun belum pernah merasakan namanya kebahagiaan dan kedamaian. OAP pergi melaut di sana ketemu dengan suara penembakkan senjata, OAP pergi ke kebun di sana ketemu dengan suara penembakkan senjata, OAP pergi berburuh ke hutan di sana ketemu dengan suara penembakkan senjata, OAP pergi menjual jualan dipasar di sana ketemu kejadian pembunuhan, OAP pergi ke mana saja di sana ketemu dengan alat negara yakni senjata. Orang Asli Papua (OAP) tidak damai tidak aman dalam seluruh aspek.

Tuhan Yesus datang ke bumi itu untuk mau selamatkan bagi yang menderita, perhatikan orang miskin dan janda dan sembuhkan orang sakit dll. Teladan Tuhan Yesus ini sebenarnya mau mengajar kita khusus “para imam, calon imam, orang beriman” semua terlibat ambil bagian untuk menyampaikan kebenaran kepada pihak-pihak yang bertikai, agar supaya mereka sadar. Sebagai pengikut Tuhan Yesus, semua harus menjadi pembicara kebenaran dan pendoa bagi bagi mereka yang menderita.

Baca Juga: Dua Minggu Hujan Deras Hantam Rumah dan Kebun Milik Warga di Paniai, Bantuan Belum juga Turun!

Teladang Tuhan Yesus sudah tunjukkan kepada pastor /imam/calon imam, pendeta dan semua orang beriman di tanah Papua. Pentingya bekerja sama baik itu siap saja demi kemanusiaan di Papua. Menjadi motivasi utama adalah tokoh agama yakni pastor dan pendeta. Pastor orang asli papua maupun pastor orang pendatang mereka harus menjadi orang pertama untuk berbicara tentang realita di Papua. Jangan tutup mata dan jangan tutup telinga. Ada mata tetapi seolah-olah tidak memiliki mata ada telinga tetapi seolah-olah tidak memiliki telinga. Kalau kita tidak berbicara tentang realita Papua, siapa yang akan menyuarakannya.

Baca Juga: Dewan Pers: Asosiasi Wartawan Papua Harus Tetap Eksis

Sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus, mari kita bangkitkan Papua sebagai sebuah Ekaristi. Jaga manusia Papua, jaga alam Papua, jaga hutan Papua, jaga laut, dan jaga martabat manusia Papua. Tidak adil kalau kita sendiri bahagia dan orang lain menangis dan menderita di depan mata kita. Mari kita tetap nyalakan ekaristi sebagai kekuatan. Kalau kita berbicara tentang realita Papua berarti kita lagi sedang aktifkan ekaristi di tanah Papua. Ekaristi sebagai kekuatan utama yang bersumber pada Tuhan Yesus Kristus yang di dalam Dia ada kekuatan dan penyelamatan.

Penulis Adalah Mahasiswa Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) “Fajar Timur” Jayapura-Papua.

Sumber:
Nouwen Henrii.M, Diambil Diberkati Dipecah Dibagikan, (Kanisius: Obor, 2009)
Mali Mateus Perjumpaan Pancasila dan kristianitas (Yogyakarta: Lamalera, 2009)
Kesuma Tunjung Kesuma Pr, Imam Jantung Hati Yesus, (Obor: Kanisius, 2009)

 

Views: 2,813
Tags: EkaristiMartinus TenouyePapuaTanah Papua
Previous Post

Mengapa Kenyataan Terasa Begitu Pahit? Hai Tanah Papua

Next Post

Banjir dan Longsor di Distrik Kamuu Menelan 4 Korban Jiwa

Redaksi

Redaksi

BERITA TERKAIT

Artikel Opini

Dari Dosa kepada Keselamatan dalam Perspektif Soteriologi

1 minggu ago
Artikel Opini

Distrack for Hip-hop Merauke “pesta Babi”

2 bulan ago
Artikel Opini

Mama Yasinta Moiwend: di Antara Propaganda, Manipulasi, dan Pencarian Kebenaran

5 bulan ago
Artikel Opini

OPINI: Banyak Cara, Satu Merdeka

5 bulan ago
Artikel Opini

Sebuah Refleksi Kritis Terhadap DOB Moni dan Komodifikasi Gunung Egeida dan Blok Wabu

5 bulan ago
Artikel Opini

Polemik Pemekaran Kabupaten Moni: Antara Janji Pembangunan, Politik, Kekuasaan dan Ancaman Konflik Sosial di Papua Tengah

6 bulan ago
Next Post

Banjir dan Longsor di Distrik Kamuu Menelan 4 Korban Jiwa

Please login to join discussion

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2026 All rights reserved