ADVERTISEMENT
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
JELATA NEWS PAPUA
JELATA NEWS PAPUA
  • Home
  • Ragam

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    MRP Provinsi Papua Tengah Gelar KKR Seruan Damai di Kabupaten Paniai, Papua Tengah

    Tim Pencaker Kode R Papua Tengah Desak Pemerintah Prioritaskan CASN OAP

    KORMI Mimika Sukses Gelar Gar Free Day, Warga Antusias Nikmati Olahraga & Hiburan 

    Ikuti HAN 2025 di Nabire, Ini Pesan Ny. Tri Tito Karnavian

    Tutup Raker dan Musorprov KONI Papua Tengah, Gubernur: Kami Siap Bekap Ketua Terpilih

    Pemda Kabupaten Paniai Resmi Launching Festival Danau Paniai

    Segera Hentikan Operasi Tambang Emas Ilegal di Kampung Mogodagi

    1 Mei Bagi Papua Hari Aneksasi, Bukan Integrasi

  • Berita
    • All
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok

    Hari HAM Sedunia 10 Desember 2025: Operasi Militer di Gearek Nduga Picu Pengungsian Warga Sipil

    Kepala Distrik Kamu dan Kamu Tengah Gelar Bimtek Administrasi Pemerintahan

    Kepala Distrik Kamu Evaluasi Kinerja Lima Bulan, Kehadiran Aparatur Jadi Sorotan Utama

    Gelar Dialog Terkait “Postingan Viral”, Dewan Pastoral Paroki Imakulata Moanemani Tegaskan Gereja Tidak Berafilias dengan Pihak Manapun

    KOMAM Paniai Sesalkan Aspirasi Jhon NR Gobay ke Jakarta, Dinilai Sepihak, Ambigu, dan Tidak Demokratis

    Kepala Distrik Kamu Dampingi Bappeda Dogiyai Tinjau Pembangunan Infrastruktur dan Pertanian

    BREAKING NEWS: Mobil MBG Tabrak Siswa dan Guru Saat Apel Pagi di SDN Kalibaru Cilincing

    Kontak Tembak Senjata di Yahukimo, Satu Anggota TPNPB Luka, TPNPB Kalim Tiga Prajurit TNI Tewas

    Temui Waka DPD RI, Pansus Kemanusiaan Papua Tengah Desak Pemerintah Aktif Tangani Pengungsi

  • Artikel Opini
    • All
    • Startup

    Kapiraya Kritis! Rumah Dibakar, Warga Tewas, Aktivis HAM Ketuk Pintu Pemerintah

    Kapitalisasi Dunia Kesehatan: Pintu Masuk Pelanggaran HAM Berat di Papua

    Ketika Hukum Menjanjikan, Tapi Realitas Mengingkari: Otsus Papua di Antara Teks dan Hidup Sehari-hari

    Victor Yeimo: Evaluasi Kritis 63 tahun UNCEN: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Penjajahan

    Rambut Putih, Cahaya Tak Padam: Kesaksian Elias tentang Pastor Nato Gobay

    Sagu: Sumber Kehidupan dan Identitas Budaya Masyarakat Sentani

    Satu Abad Nubuat I.S Kijne, Victor Yeimo : Papua Hanya Akan Bangkit Bila Memimpin Dirinya Sendiri

    Festival Budaya Paniai: Menyalakan Kembali Api Warisan Leluhur

    Dari Jalanan Menuju Kepemimpinan: Bupati Paniai Dekat dengan Anak-Anak Jalanan

  • Hukum HAM
    • All
    • Kriminal

    Hari HAM Sedunia 10 Desember 2025: Operasi Militer di Gearek Nduga Picu Pengungsian Warga Sipil

    Konflik Yahukimo Memanas, TPNPB Klaim Rumah Agen Intel DibakarKonflik Yahukimo Memanas, TPNPB Klaim Rumah Agen Intel Dibakar

    Kontak Tembak Senjata di Yahukimo, Satu Anggota TPNPB Luka, TPNPB Kalim Tiga Prajurit TNI Tewas

    TPNPB: 6 Helikopter Militer Lakukan Serangan Udara di Nduga, Warga Distrik Gearek Mengungsi ke Hutan

    Kontak Tembak Terjadi di Yahukimo, TPNPB Klaim Aparat Lakukan 98 Kali Serangan Bom

    HRD: Tepat Hari HAM Sedunia, Militer Indonesia Lakukan Kejahatan Kemanusiaan di Papua

    KNPB Yahukimo Nyatakan 13 Tuntutan Papua dalam “Fase Darurat HAM”, Serukan Investigasi Internasional

    KNPB Serukan Kapolres Dogiyai Hentikan Pengejaran dan Penembakan Warga Sipil

    KNPB Intan Jaya Desak Investigasi Internasional Pembunuhan Pendeta Yeremias Zanambani, dan 103 Ribu Pengungsi

  • Kesehatan

    Dinas Kesehatan Paniai Gelar Pemeriksaan dan Pengobatan Massal di Distrik Bayabiru

    KPA Paniai Gelar Deklarasi dan Penandatanganan MOU Penanggulangan HIV/AIDS Bersama 24 Distrik dan 216 Desa

    Hari AIDS Sedunia, Dinkes dan KPA Paniai: Tegaskan Komitmen Lawan AIDS 

    KPA Paniai Gencarkan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS pada Temu Mudika Dekenat Paniai di Paroki Santo Yusuf Enagotali

    KNPI Paniai Gelar Rakerda, KPA Dorong Pemuda Jadi Garda Terdepan Cegah HIV/AIDS

    POHR: Kematian Ibu Hamil di Jayapura Akibat Bobroknya Pelayanan Kesehatan

    Emanuel Gobai: Kematian Irene Sokoy, Alarm Gagalnya Otsus di Sektor Kesehatan

    Kapitalisasi Dunia Kesehatan: Pintu Masuk Pelanggaran HAM Berat di Papua

    Dugaan Penyimpangan Obat di RSUD Nabire: Pasien Diarahkan ke Apotik Luar, Publik Protes

  • Lingkungan

    Kadinsos Paniai, Bantu Semen dan Cat untuk Dukung MUSPAS Mee ke-VIII, di Paroki Kristus Jaya Komopa

    HRD: Tepat Hari HAM Sedunia, Militer Indonesia Lakukan Kejahatan Kemanusiaan di Papua

    Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah Apresiasi Tiga Kepala Badan Baru dan Siapkan Program Kerja 2026

    DLH Dogiyai Gencar Distribusikan Tempat Sampah untuk Ciptakan Lingkungan Bersih

    Intelektual Deiyai Soroti Konflik di Kapiraya, Tuding Dalangnya Sekelompok Non OAP

    Kelompok Bintang Timur Tani Merdeka Nabire Berhasil Panen Jagung

    Pengojek Nabire Klarifikasi Isu Keterlibatan dalam Aksi Kebangsaan

    DPD KNPI Paniai Gelar Rakerda, Dorong Kolaborasi dan Sinkronisasi Program Pemuda

    Tani Merdeka Papua Tengah Panen Jagung, Siap Wujudkan Swasembada Pangan

  • Pendidikan

    Bupati Kab. Dogiyai Tekankan Pentingnya Noken, Regenerasi, dan Penguatan Pendidikan

    IPPM-DW HIMLEKS Rayakan Natal dan Dies Natalis di Sentani

    Pemkab Dogiyai Melalui Dikpora  Gelar Launching SSH di SD YPPK Goodide

    TK Negeri Bogodide Resmi Terakreditasi Tepat di Hari Guru Nasional

    Marten Yogi dan Marius Kayame Rayakan Syukuran Bersama Wisudawan USWIM dan Anggota DPRK Paniai

    IPMB Rayakan Wisuda Mikerla Iyai, S.T: Bukti Perjuangan Mengalahkan Tantangan

    Dari Rumah Pribadi ke Sekolah Negeri: Perjuangan Panjang TK Waikato Paapaa Aikai Akhirnya Berbuah Manis

    TK Negeri Waikato Paapaa Aikai Gelar Kegiatan Parenting dan Pembagian Seragam untuk Peserta Didik

    Kemendikdasmen Resmi Buka Seleksi PPG Calon Guru 2025, Pendaftaran Dimulai 14 Oktober

  • Religi

    Kadinsos Paniai, Bantu Semen dan Cat untuk Dukung MUSPAS Mee ke-VIII, di Paroki Kristus Jaya Komopa

    Gelar Dialog Terkait “Postingan Viral”, Dewan Pastoral Paroki Imakulata Moanemani Tegaskan Gereja Tidak Berafilias dengan Pihak Manapun

    Masalah dan Harapan OMK Dekenat Paniai Bahas: Iman, Ekonomi, dan Advokasi Sosial

    Kingmi Pos PI Inii Enaimo Merayakan Natal dan HUT Ke-XII: Yesus Menjadi Pusat Hidup Jemaat

    Mahasiswa Semester VII STAK Nabire Rayakan Natal di Pantai Tiba Lakukan: “Tuhan Survei Hati Setiap Orang”

    Sekolah Minggu Jemaat Firadelfia Sarera Rayakan Natal: “Yusuf Jangan Takut, Kelahiran Yesus Membawa Damai”

    Umat Katolik Amungme Gelar Rekonsiliasi Historis dan Rayakan 72 Tahun Misi Katolik di Amungsa

    Perayaan Natal STAK Nabire, Rektor Dr. Yance Nawipa: Tetap Kokoh Meski Dihina dan Dikritik

    Dewan Gereja Papua Serukan Natal Sederhana dan Alihkan Anggaran untuk 103.218 Pengungsi Internal di Papua

  • Video
No Result
View All Result
JELATA NEWS PAPUA
No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
  • Artikel Opini
  • Internasional
  • Nasional
  • Papua
  • Pelosok
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara
Home Artikel Opini

Selalu Bermimpi Semua Orang Papua Tahu Baca dan Tulis

by Redaksi
15 Mei 2024
in Artikel Opini

Dokpri Marius Goo

0
SHARES
397
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

OPINI – Semua orang tidak ingin selalu tinggal dalam kegelapan, kebodohan dan penderitaan. Demikian pun orang Papua. Setiap dan semua Orang Papua diundang untuk mencapai terang, kepandaian dan kemerdekaan. Setiap Orang Papua harus bermimpi untuk menjadi tahu baca dan tulis. Mimpi itu harus dikejar dan diwujudkan melalui usaha (latihan) terus menerus. Hanya orang Papua yang “sadar” akan “pentingnya pendidikan”, mereka yang akan tahu baca dan tulis. Ketika mereka tahu baca dan tulis, mereka akan membaca realitas ketertindasan, realitasan penindasa dan akan bangkit untuk membebaskan dirinya. Membebaskan diri dari belenggu kebodohan dan kebutaan huruf dan angka, juga kebutaan membaca realitas. Tugas setiap intelektual adalah membuat setiap dan semua manusia Papua tahu baca dan tulis, agar mereka sendiri baca realitas, selanjutnya mereka sendiri bersuara, menuliskan apa yang dialami sesuai kenyataan tanpa duga dan bingung.

Baca Juga: Puluhan Siswa Kelas III SMA Arak Bintang Kejora di Nabire

Tahu Membaca

Human & Safety

Tahu dengan imbuhan awalan “me” dan akhiran “i” menjadi “mengetahui”. Mengetahui adalah sebuah homonim karena arti-artinya memiliki ejaan dan pelafalan yang sama tetapi maknanya berbeda. Mengetahui memiliki arti dalam kelas verba atau kata kerja sehingga mengetahui dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Mengetahui memiliki 7 arti yakni : Memaklumi, Menyaksikan, Tahu akan: Contoh: Kami belum mengetahui sebabnya dia tidak datang, Tahu dengan menilik ciri-ciri (tanda-tanda dan sebagainya),  Mengenal: Contoh: Saya mengetahui Ali dari suaranya, Menyadari, Menginsafi.

Membaca adalah mengemukakan atau membunyikan rangkaian lambang-lambang bahan tulis yang dilihatnya dari huruf menjadi kata, kemudian menjadi frasa, kalimat dan seterusnya (Kholid A. H. dan Lilis S. 1997: 140).  Selanjutnya, Menurut Giller & Temple arti membaca ialah memberi makna terhadap bahasa tulis. Dengan kata lain sebuah aktivitas memperoleh, dan menciptakan gagasan, informasi, ide, mental dari segala sesuatu yang dibaca (Gillet & Temple (1986).

Baca Juga: KPU Paniai Gelar Tes Tertulis CAT Bagi Calon PPD

Berbeda dengan pendapat Nurhadi (2008: 13) bahwa arti membaca adalah proses yang sangat kompleks dan melibatkan banyak faktor. Misalnya, melibatkan faktor internal dan faktor eksternal si pembaca itu sendiri. Faktor yang memiliki faktor internal terdiri dari minat, intelegensi, bakat, tujuan membaca dan motivasi. Sedangkan faktor eksternal pembaca dipengaruhi oleh latar belakang sosial-ekonomi, sarana membaca dan tradisi membaca. Dari dua faktor tersebut saja jika kita gabungkan, akan menjadi poin yang sifatnya sangat kompleks dan tidak bisa berdiri sendiri tentunya.

Baca Juga: Kolaborasi Firsts Union Lebanon dan PPWI Berikan Penghargaan Internasional kepada Pj Bupati Konawe 

Tahu membaca konteks Papua saat ini menjadi kebutuhan mendesak dan sangat penting. Membaca dapat membuka cakrawala Papua. dengan tahu membaca, setiap orang Papua dapat menginsafi, mengetahui, mengenal dan memahami dirinya lebih jauh dan lebih dalam tentang kenyataan hidup, sekaligus tidak menerima penderitaan dan kesakitan secara statis, sekaligus tidak menerima kenyataan begitu saja seolah nasib atau takdir. Artinya, dengan tahu membaca, merangsang setiap orang Papua untuk melangka lagi untuk mencapai makna hidup yang lebih sejati.

Baca Juga: Tokoh Pemuda Meepago: Panglima TNI dan Negara Kapan Mau Bertanggungjawab Kasus Puncak Jaya dan Intan Jaya?

Tahu Menulis

Pengertian tentang tahu atau mengetahui telah disampaikan di atas. Bahwa mengetahui sama artinya dengan mengenal, menginsafi, menguasai, memaklumi, menyimak dan menilik. Berdasrkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI),  menulis dari kata tulis, bertulis ada huruf (angka dan sebagainya) yang dibuat (digurat dan sebagainya) dengan pena (pensil, cat, dan sebagainya); bersurat (yang sudah disetujui); yang ada tulisannya: piagam yang berupa tembaga; tulis tangan ditulis dengan tangan (tidak dicetak);

Menulis pertama membuat huruf (angka dan sebagainya) dengan pena (pensil, kapur, dan sebagainya): anak-anak sedang belajar menulis, kedua,  melahirkan pikiran atau perasaan (seperti mengarang, membuat surat) dengan tulisan: menulis  roman (cerita), mengarang cerita.

Sinonim dari menulis pertama, menggambar; melukis: menggambar pemandangan; kedua membatik (kain): lebih mudah mencetak daripada membatik kain.

Menuliskan, pertama, menulis sesuatu di: para tamu menuliskan nama dan alamat masing-masing di dalam buku tamu; kedua. menulis sesuatu dengan; memakai sesuatu untuk menulis: bagaimana hendak menuliskan pensil tumpul ini; ketiga, menulis sesuatu untuk orang lain: saya yang  menuliskan surat.

Baca Juga: SKPKC Fransiskan Papua Sponsori Kegiatan Kelas Menulis OMK di Dogiyai

Menulis berkaitan dengan menggambarkan sesuatu dengan merangkaikan huruf juga angka menjadi satu rangkaian kata dan kalimat yang memiliki makna. Apa yang ditulis memiliki makna dan setiap orang yang membaca dapat mengetahui, memahami juga menginsafi dan meniliknya. Setiap orang yang membaca apa yang dituliskan memahami ditanggapinya sesuai pemahaman, kebutuhan dan pengetahuan juga harapan dan kepedulian.

Baca Juga: Israel Duka Akibat Serangan Bom Rudal Irak, Rakyat Papua Turut Berduka Cita

Antara Mimpi dan Kenyataan

Setiap dan semua orang Papua harus mempunya mimpi yang sama untuk semua orang Papua tahu baca dan tulis dari kenyataan sebagian orang Papua tidak peduli dengan “budaya baca tulis ini”. kalau pun ada komunitas-komunitas yang membuka dengan “literasi buku”, namun gerakan ini tidak menjadi gerakan bersama. Masih banyak orang yang masih masa bodoh dan tidak terlibat.  Karena itu setiap prang Papua entah yang tahu baca tulis maupun yang belum  (tidak) tahu baca tulis, sama-sama menuntaskan juga mengentaskan keadaan ini. Sama-sama bertanggung jawab membuat orang Papua harus tahu baca dan tulis merupakan tanggung jawab bersama.

Pertama,  Keluarga yang orangtuanya tidak tahu baca dan tulis harus buat supaya anaknya bisa tahu baca dan tulis. Orangtua menyekolahkan anak-anak agar bisa baca dan tulis.

Kedua, Orang Papua yang sudah tahu baca tulis supaya terus ditingkatkan. Dihaarapkan setiap hari membaca dan menulis. Yang sudah tahu baca dan tulis wajib mengajar, melatih sesama orang Papua yang masih belum tahu baca dan tulis.

Setiap orang Papua sudah saatnya harus tahu baca dan tulis. Gereja literasi buku, taman baca, perpustakaan peribadi maupun kelompok sudah harus dibangun. Orang Papua harus sadar dan tahu bahwa sekarang bukan zamannya lagi menunjukkan otot, namun sebaliknya harus menunjukkan otak. Otak setiap orang terasa hanya dengan melatih baca tulis dan menjadi tahu baca tulis, setelah tahu baca dan tulis, selalu baca dan tulis tanpa henti.

Baca Juga: Dua Minggu Hujan Deras Hantam Rumah dan Kebun Milik Warga di Paniai, Bantuan Belum juga Turun!

Dari sejarah dunia, tidak pernah satu negara pun yang merdeka tanpa pendidikan (tanpa berpendidikan). Baca dan tulis adalah senjata yang dapat membebaskan diri dari kebodohan dan kegelapan yang membelenggu. Saat ini setiap dan semua orang Papua (keluarga-keluarga) terbelenggu, terjajah habis-habisan oleh buta huruf dan angka. Kenyataan ini membuat menerima setiap kenyataan sekalipun yang menyakitkan dan membunuh dengan “ketidakberdayaan” dianggap hal yang wajar dan lumrah.

Penulis adalah Marius Goo, Dosen STK “Touye Paapa” Deiyai, Papua

 

Post Views: 3,356
Tags: Baca TulisBermimpiMarius GooOrang Papua
Previous Post

Puluhan Siswa Kelas III SMA Arak Bintang Kejora di Nabire

Next Post

PJ Bupati Paniai Apresiasi Kadis Perikanan Serahkan Bibit Ikan dan Pakan Kepada Pembudidaya Ikan

Redaksi

Redaksi

Next Post

PJ Bupati Paniai Apresiasi Kadis Perikanan Serahkan Bibit Ikan dan Pakan Kepada Pembudidaya Ikan

Please login to join discussion

Papua

Alamat Redaksi

Jl. Trans Nabire-Ilaga KM 200, Kampung Mauwa, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah.

Browse by Category

  • Artikel Opini
  • Berita
  • Hukum HAM
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kriminal
  • Lingkungan
  • Nasional
  • Olahraga
  • Papua
  • Pelosok
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Politik
  • Puisi
  • Ragam
  • Religi
  • Sastra
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Sosok/Tokoh
  • Startup
  • Surat Terbuka
  • Video
  • Wawancara
  • Redaksi
  • Tentang JNP
  • Hubung Kami
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Jelata News Papua © 2024 All rights reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Berita
    • Internasional
    • Nasional
    • Papua
    • Pelosok
  • Artikel Opini
  • Hukum HAM
  • Kesehatan
  • Lingkungan
  • Pendidikan
  • Pers RIlis
  • Ragam
  • Religi
  • Seni Budaya
  • Sosial Ekonomi
  • Wawancara

Hak Cipta Jelata News Papua © 2024 All rights reserved