PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai kembali menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS sebagai bagian dari misi kemanusiaan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit tersebut. Kegiatan berlangsung di Gereja Kingmi Jemaat Maranatha, Klasis Agadide, Kampung Toyaimoti, Distrik Agadide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Minggu (21/06/2026).
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber Yosua Yogi, S.Kep., Ners, dengan moderator Mia Yogi, S.Pd. Kegiatan diikuti lebih dari 90 anggota jemaat yang terdiri dari hamba Tuhan, majelis jemaat, komisi sekolah minggu, komisi pemuda, komisi perempuan, kaum ibu, kaum bapak, kaum profesional, serta anggota KPA Kabupaten Paniai.
Dalam sambutannya, Ketua KPA Kabupaten Paniai yang diwakili Sekretaris KPA, Agustus Muyapa, S.H, menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Jemaat Maranatha Toyaimoti yang telah membuka ruang bagi KPA untuk memberikan edukasi terkait pencegahan HIV/AIDS.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh jemaat yang telah menerima dan mendengarkan materi tentang HIV/AIDS. Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen KPA untuk terus memberikan edukasi kepada masyarakat demi mencegah penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Paniai,” ujar Muyapa.
Menurutnya, KPA Kabupaten Paniai akan terus melaksanakan kegiatan sosialisasi, advokasi, dan edukasi di berbagai wilayah sesuai dengan undangan yang diterima dari masyarakat maupun lembaga keagamaan.
“Demi misi kemanusiaan dan sejalan dengan visi pembangunan daerah, kami siap turun langsung ke lapangan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai bahaya HIV/AIDS. Kami berharap materi yang diberikan hari ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan menghindari perilaku berisiko,” kata Muyapa.

Agustinus juga mengajak para hamba Tuhan, guru, serta tokoh masyarakat untuk turut berperan aktif menyampaikan informasi mengenai HIV/AIDS kepada masyarakat.
“Kesadaran masyarakat harus dibangun bersama. Kami berharap para hamba Tuhan dapat menyampaikan pesan-pesan kesehatan melalui khotbah, dan para guru dapat memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai bahaya HIV/AIDS,” tambahnya.
Sementara itu, narasumber Yosua Yogi, S.Kep., Ners menjelaskan berbagai materi penting terkait HIV/AIDS, mulai dari sejarah HIV/AIDS di dunia dan Indonesia, gejala penyakit, cara penularan, upaya pencegahan, pengobatan menggunakan terapi Antiretroviral (ARV), hingga dampak stigma sosial terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA).

Menurut Yosua, pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS sangat penting agar masyarakat tidak hanya mampu melindungi diri sendiri, tetapi juga tidak memberikan stigma maupun diskriminasi kepada penderita HIV/AIDS.
“Mencegah lebih baik daripada mengobati. Oleh karena itu, setiap individu harus memiliki kesadaran untuk menjaga diri dan keluarganya dari risiko penularan HIV/AIDS,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa pelayanan kesehatan harus dilakukan dengan penuh kasih dan tanpa diskriminasi terhadap siapa pun yang membutuhkan pelayanan medis.
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, salah satu majelis jemaat, Derek Kadepa, S.H, membagikan pengalaman pribadinya saat mendampingi anggota keluarga yang menjalani perawatan akibat penyakit AIDS selama beberapa bulan di rumah sakit.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi penderita HIV/AIDS adalah stigma sosial dari lingkungan sekitar. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih memahami penyakit tersebut dan tidak mengucilkan para penderita.
“Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga bagi saya bahwa pencegahan jauh lebih baik daripada pengobatan. Selain itu, masyarakat perlu diberikan pemahaman yang benar agar tidak memberikan stigma kepada penderita HIV/AIDS,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Derek Kadepa juga berharap KPA Kabupaten Paniai terus melaksanakan program-program edukasi kesehatan kepada masyarakat hingga ke kampung-kampung dan jemaat gereja di seluruh wilayah Kabupaten Paniai.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan antusias dan mendapat respons positif dari peserta. Melalui kegiatan ini, KPA Kabupaten Paniai berharap kesadaran masyarakat tentang bahaya HIV/AIDS semakin meningkat sehingga angka penularan dapat ditekan serta tercipta lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan dan kemanusiaan. [*]