MOANEMANI, JELATANEWSPAPUA.COM – Kegiatan Kamapi Youth Day ke-5 Tahun 2026 Dekenat Kamuu Mapia dan Piyaiye yang berlangsung selama enam hari, 26 Juni hingga 1 Juli 2026, resmi ditutup.
Kegiatan KYD yang mengusung tema “Orang Muda Katolik Berjalan Bersama Mewujudkan Kedamaian dan Keutuhan Ciptaan Tuhan”, ini diikuti ratusan orang muda Katolik dari 11 paroki di wilayah Dekenat Kamapi.
Dalam sambutannya, Pastor Paroki St. Maria Imaculata Moanemani, Pastor, Yonas Purnomo, OFM, berharap segala materi, pengalaman kebersamaan, dan hasil perlombaan yang diperoleh dapat bermanfaat bagi pertumbuhan iman.
“Semoga kegiatan ini menjadikan kita orang muda Katolik yang militan, bangga akan identitas, dan mampu menghayati nilai kekatolikan dalam hidup sehari-hari,” ujarnya.
Ia menyampaikan terima kasih kepada peserta, pendamping, penjaga perkemahan, tim pastoral, serta panitia yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran. Apresiasi juga diberikan kepada semua pihak dari Dogiyai, dan luar Dogiyai yang turut menyumbang materi, pemikiran, dan semangat.
“Kami mohon maaf sebesar-besarnya jika selama kegiatan ada hal yang kurang berkenan atau belum memuaskan. Semoga Tuhan menjaga saudara sekalian dalam perjalanan pulang hingga tiba dengan selamat,” tambahnya.

Sementara itu, Willem Tagi, Ketua Dewan Paroki St. Maria Imaculata Moanemani, menegaskan peran strategis kaum muda.
“Orang muda adalah tulang punggung sekaligus benteng terakhir Gereja. Mari tetap semangat dan aktif terlibat dalam kegiatan gereja, jangan terlena dengan hal-hal negatif yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Jika setia di jalan Tuhan, Ia akan senantiasa menjaga dan melindungi kita,” tegasnya.
Sebagai agen perubahan, lanjut Willem, peserta diharapkan membawa nilai-nilai positif dan pengalaman baik ke paroki masing-masing untuk mendatangkan perubahan nyata, serta meninggalkan segala hal yang kurang baik selama kegiatan.
Ditambahkan Ketua Panitia Kamapi Youth Day (KYD) ke-5 Tahun 2026, Alex Tagi, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada wartawan di halaman Gereja Katolik St. Maria Imaculata Moanemani, Rabu (01/07/2026).
Alex menyebut bahwa secara umum seluruh kebutuhan kegiatan, termasuk konsumsi makan dan minum, tersedia dengan lengkap. Mengenai situasi keamanan selama enam hari pelaksanaan, panitia telah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada Polres Dogiyai, jajaran TNI, dan Polri. Berkat koordinasi tersebut, kondisi di lingkungan gereja tetap aman dan terkendali sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
“Apapun yang terjadi di dalam areal kegiatan, menjadi tanggung jawab penuh kami selaku panitia,” tegasnya sebagai bentuk pertanggungjawaban.
Ia juga menyampaikan pesan khusus bagi orang muda Katolik. “Kaum muda adalah tulang punggung Gereja. Sebagai tulang punggung, tidak boleh lemah atau ‘sakit’. Jika generasi muda lemah, maka perkembangan Gereja pun akan terhenti,” ujar Alex.
Ia mengajak peserta untuk senantiasa bersikap optimis dan tidak mudah pesimis. Semangat itu sangat penting, terutama bagi mereka yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan. Selain semangat, menjaga kesehatan jasmani dan rohani juga menjadi perhatian utama.
“Dengan tubuh dan jiwa yang sehat, kita mampu berkarya dan berperan aktif, baik di lingkungan Gereja, dalam pemerintahan, bermasyarakat, maupun di dalam keluarga masing-masing,” tutupnya.***
Editor: Admin JNP