PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai terus memperluas edukasi pencegahan HIV/AIDS dengan melibatkan komunitas pemuda sebagai mitra strategis. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui sosialisasi kepada Komunitas Sahabat 06 Meepago Koordinator Wilayah Paniai yang berlangsung di Kantor Dinas Pendapatan Daerah, Madi, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan itu diikuti puluhan anggota Komunitas Sahabat 06 Meepago Koordinator Wilayah Paniai. Sosialisasi bertujuan meningkatkan pengetahuan peserta mengenai HIV/AIDS, mulai dari pengertian HIV dan AIDS, jalur penularan yang benar berdasarkan ilmu kesehatan, upaya pencegahan, hingga pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Ketua KPA Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, S.IP, mengatakan kaum muda memiliki posisi penting dalam mendukung keberhasilan program pencegahan HIV/AIDS di daerah. Menurutnya, pemuda bukan hanya penerima informasi, tetapi juga diharapkan menjadi pelopor yang mampu menyebarkan edukasi kesehatan kepada lingkungan sekitarnya.
“Pemuda memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat. Kami berharap anggota Komunitas Sahabat 06 Meepago dapat menjadi agen perubahan yang menyampaikan informasi yang benar tentang HIV/AIDS kepada keluarga, teman, maupun masyarakat luas sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan secara bersama-sama,” ujar Sepanya Yogi, S.IP.
Ia menambahkan, penyebaran informasi yang benar menjadi salah satu langkah penting untuk memutus berbagai kesalahpahaman yang masih berkembang di masyarakat mengenai HIV/AIDS.
Sementara itu, Ketua Komunitas Sahabat 06 Meepago Koordinator Wilayah Paniai, Aminadap Kudiai, S.IP, menyampaikan apresiasi kepada KPA Kabupaten Paniai atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya, edukasi seperti ini sangat dibutuhkan oleh generasi muda karena masih banyak informasi yang keliru mengenai HIV/AIDS.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada KPA Kabupaten Paniai yang telah memberikan edukasi kepada anggota komunitas kami. Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami untuk memahami HIV/AIDS secara benar. Kami siap mendukung program pencegahan dengan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat,” kata Aminadap Kudiai.
Materi sosialisasi disampaikan oleh narasumber Kosmas Kudubun, S.Tr.Kes. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, sedangkan AIDS merupakan kondisi lanjut akibat infeksi HIV yang tidak ditangani dengan baik.
Kosmas menekankan pentingnya masyarakat memahami jalur penularan HIV secara benar agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang keliru. Ia juga mengajak peserta menerapkan perilaku hidup sehat, menjaga kesehatan reproduksi, menghindari perilaku berisiko, serta tidak memberikan stigma kepada ODHIV.
“Pengetahuan yang benar adalah kunci utama dalam pencegahan HIV/AIDS. Dengan memahami bagaimana HIV ditularkan dan bagaimana cara mencegahnya, masyarakat akan lebih mampu melindungi diri sendiri sekaligus menghormati hak-hak ODHIV tanpa diskriminasi,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan terkait mitos, fakta, serta langkah-langkah pencegahan HIV/AIDS yang masih sering menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Diskusi berlangsung interaktif dan menjadi ruang bagi peserta untuk memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.
KPA Kabupaten Paniai menilai pendekatan melalui komunitas pemuda merupakan strategi yang efektif untuk memperluas jangkauan edukasi hingga ke lingkungan keluarga, sekolah, tempat kerja, dan masyarakat. Melalui keterlibatan komunitas, diharapkan semakin banyak generasi muda yang memiliki pengetahuan yang benar dan mampu menjadi penggerak dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pencegahan HIV/AIDS.
Di akhir kegiatan, KPA Kabupaten Paniai mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama mendukung program pencegahan HIV/AIDS melalui penyebaran informasi yang benar, menghilangkan stigma terhadap ODHIV, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan KPA Kabupaten Paniai dalam memperluas edukasi kepada berbagai komunitas di daerah sebagai upaya menekan angka penularan HIV/AIDS di Kabupaten Paniai.
KPA Kabupaten Paniai juga kembali menggaungkan semangat pencegahan melalui slogan: “Selamatkan Anak Negeri Paniai, Sisa dari yang Tersisa.” (*)