Oleh : Donaus Kudiai
Generasi muda Papua, kita semua perlu belajar melihat perlawanan dengan cara yang lebih luas bukan hanya satu arah, bukan hanya satu bentuk, dan bukan hanya satu jalan. Perlawanan untuk Papua merdeka lahir dari hati yang sadar, dari pikiran yang berani, dan dari keteguhan untuk terus bertahan meskipun dunia sering mencoba memaksa kita untuk diam.
Perlawanan tidak selalu harus berbicara dengan cara yang sama. Ada yang melawan melalui keberanian yang tampak di depan mata, ada yang melawan melalui ketegasan yang terukur, dan ada pula yang melawan melalui sesuatu yang sering dianggap kecil, padahal sesungguhnya mampu mengguncang cara orang berpikir bakat dan hobi.
Karena itu, gunakanlah bakat yang kalian miliki. Jangan biarkan potensi hanya berhenti sebagai mimpi. Jadikan mimpi itu sebagai kerja. Jadikan karya itu sebagai suara. Jadikan hobi itu sebagai jalan.
Jika kalian bisa menulis, menulislah dengan tujuan. Tulis cerita tentang martabat, tentang identitas Papua, tentang pengalaman rakyat, dan tentang harapan masa depan. Tulisan yang jujur dan berani dapat membantu orang memahami, menolong generasi muda agar tidak kehilangan arah, serta membuka mata dunia untuk melihat kebenaran.
Jika kalian mampu menulis puisi, maka jadikan puisi sebagai perlawanan yang hidup di dalam hati. Puisi tidak selalu berteriak, tetapi mampu mengetuk kesadaran secara perlahan. Puisi dapat menjadi doa bagi mereka yang lelah, menjadi cambuk bagi mereka yang mulai lupa, dan menjadi jembatan agar orang lain ikut merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Papua.
Jika kalian suka menyanyi, menyanyilah dengan makna. Suara dapat menguatkan jiwa, membangunkan semangat, dan menjaga agar rasa bangga terhadap jati diri tidak pernah padam.
Jika kalian menyukai rap, maka jadikan rap sebagai alat untuk menyampaikan pesan yang cepat, padat, dan kuat. Rap mampu mengubah ruang yang sunyi menjadi ruang diskusi. Rap dapat membuat orang berpikir, bukan sekadar mendengar.
Selain itu, masih banyak bakat dan hobi lain yang dapat digunakan: tari, desain grafis, fotografi, teater, olahraga, komunitas belajar, produksi konten, diskusi, hingga teknologi dan berbagai keterampilan baru. Semua itu dapat menjadi jalan untuk membangun kesadaran, membentuk solidaritas, dan menguatkan narasi Papua di masa depan.
Namun, perlawanan bukan hanya tentang bagaimana kita berkarya. Perlawanan juga berarti memahami sejarah dengan benar. Kita sering mendengar bahwa peristiwa tahun 1961 merupakan salah satu titik penting dalam perjalanan politik Papua, dan banyak pihak yang memandang bahwa peristiwa tersebut perlu mendapat perhatian serta pengakuan yang lebih luas, termasuk dalam ruang diskusi internasional.
Kita perlu tegas dalam hal ini: pengakuan sejarah bukan sekadar slogan. Pengakuan berarti menempatkan kebenaran pada tempatnya. Pengakuan berarti menghormati hak-hak yang diyakini harus dihormati. Pengakuan berarti membangun masa depan di atas fondasi yang jujur, bukan di atas kenyataan yang diabaikan.
Karena itu, generasi muda Papua harus berani menyuarakan pandangan dan keyakinannya, sambil tetap menjaga cara dan kualitas perjuangannya. Kita bersuara dengan keberanian, tetapi juga dengan kemampuan. Kita menyampaikan aspirasi dengan kesadaran, bukan hanya emosi. Kita membawa harapan melalui karya, agar perjuangan tidak berhenti pada satu generasi, melainkan terus bergerak dari generasi ke generasi.
Ingat, perlawanan adalah perjalanan panjang. Dan perjalanan yang panjang membutuhkan orang-orang yang mampu menjaga semangat tetap hidup.
Maka:
- Latih bakat kalian setiap hari.
- Bentuk komunitas agar tidak berjalan sendirian.
- Kembangkan kemampuan agar pesan yang disampaikan semakin kuat dan semakin dipercaya.
- Menulis, menyanyi, merap, atau menciptakan karya lainnya dengan disiplin, karena karya yang lahir dari keseriusan akan lebih sulit dibungkam.
Kita percaya bahwa masa depan Papua tidak hanya ditentukan oleh apa yang diharapkan esok hari, tetapi juga oleh apa yang dibangun hari ini melalui pendidikan, kreativitas, solidaritas, dan suara yang terus berkembang.
Catatan penulis
- Generasi muda Papua, kita adalah harapan yang bergerak.
- Kita adalah nadi yang menghubungkan sejarah dengan masa depan.
- Kita bukan sekadar penerus; kita adalah pelaku perubahan.
- Banyak cara, banyak bakat, banyak suara.
- Tetapi satu tujuan: Papua merdeka dengan martabat.
Penulis adalah Aktivis Mahasiswa Papua, yang kuliah di luar Papua.