MOANEMANI, JELATANEWSPAPUA.COM – Bupati Dogiyai, diwakili Asisten II Setda Kabupaten Dogiyai secara resmi membuka kegiatan Monitoring dan Evaluasi [Monev] Meja Realisasi Fisik dan Keuangan Triwulan I dan II yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus [Otsus] dan Dana Alokasi Khusus [DAK] Kabupaten Dogiyai Tahun Anggaran 2026 di Aula Koteka Moge, Mowanemani, Rabu [05/08].
Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, yakni tanggal 5 hingga 7 Agustus 2026, dan diikuti oleh para Kepala Organisasi Perangkat Daerah [OPD], Kepala Bagian Program Pengelola Dana Otsus dari 22 OPD, serta Pengelola DAK Fisik dari 4 OPD. Secara keseluruhan, sebanyak 80 peserta diundang dalam kegiatan ini.
Dalam laporannya, Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Dogiyai, Yakobus Dogomo, S.S., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memastikan pelaksanaan program, kegiatan, dan subkegiatan telah berjalan sesuai Rencana Kerja Pemerintah Daerah [RKPD] 2026 serta tepat sasaran, sekaligus mempercepat realisasi anggaran Otsus dan DAK. Hasil pembahasan akan dijadikan bahan penyusunan RKPD Perubahan Tahun 2026.
Sementara itu, dalam Teks Pidato Bupati yang dibacakan Asisten II Setda Kabupaten Dogiyai, Natalis Agapa menyampaikan apresiasi kepada Bappeda, BPKAD, dan Inspektorat atas tersalurnya Dana Otsus Blok Grant dan Spesifik Grant Tahap II ke Rekening Kas Umum Daerah [RKUD] Dogiyai per 29 Juli 2026. Realisasi tersebut telah melampaui 50 persen dari total alokasi Tahap I.
“Kita harus memastikan realisasi keuangan dan fisik telah tepat sasaran. Jika masih terdapat kendala, maka pada Triwulan III dan IV harus segera diperbaiki atau dilakukan penyesuaian kegiatan melalui APBD Perubahan 2026,” tegas Agapa.
Lebih lanjut, ia mengingatkan seluruh pimpinan OPD agar segera merealisasikan seluruh kegiatan fisik maupun keuangan sesuai peruntukan guna menghindari sisa lebih perhitungan anggaran [SILPA] yang dapat menurunkan pagu dana pada tahun berikutnya. Selain itu, penggunaan dana harus transparan, efektif, efisien, dan betul-betul berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan Orang Asli Papua di Kabupaten Dogiyai.***
Editor: Admin JNP