MOWANEMANI, JELATANEWSPAPUA.COM – Dalam khotbahnya pada Misa Pembukaan KAMAPI YOUTH DAY ke-5 yang berlangsung di Gereja Paroki Santa Maria Imakulata Mowanemani, pada Jumat [26/06] Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, O.S.A., Uskup Keuskupan Timika, menegaskan kembali bahwa orang muda Katolik merupakan kekuatan utama, potensi besar, dan harapan nyata bagi Gereja, keluarga, masyarakat, bangsa, maupun dunia.
Menurut Uskup, dalam diri setiap orang muda tersimpan kekayaan berupa berbagai bakat dan kemampuan, baik yang berkaitan dengan kekuatan fisik, keterampilan sosial, pengetahuan, maupun karunia rohani. Oleh sebab itu, perhatian serius dan pembinaan yang terarah wajib diberikan kepada mereka, mulai dari tingkatan tertinggi hirarki Gereja hingga ke tingkat paroki, stasi, serta keluarga.
“Keluarga adalah Gereja kecil, tempat persemaian pertama bagi iman anak-anak sejak usia dini,” tegasnya.
Uskup juga menyoroti visi pembangunan Gereja di wilayah tersebut.
“Ada yang berbicara soal pemekaran wilayah Gereja yang baru akan dilakukan dalam waktu 20 hingga 30 tahun ke depan. Maka kehadiran kalian hari ini menjadi sangat berharga dan menjadi aset berharga untuk mewujudkannya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, di antara para peserta yang hadir saat ini, dipastikan ada yang memiliki panggilan untuk menjadi pastor, ada pula yang dipanggil menjadi suster atau pelayan religius lainnya.
“Kalau nanti jumlah pastor kita sudah mencapai ratusan bahkan lima ratus orang, barulah kita dapat memikirkan pembentukan paroki-paroki baru, mendirikan dekenat-dekenat baru, dan langkah-langkah pengembangan lainnya. Namun sekarang jumlah pastor kita [OAP] masih sekitar 40 hingga 50 orang saja, di mana kita akan menempatkan mereka? Dari mana kita akan mendapatkan mereka? Bukan berarti kita bisa mendapatkannya dengan cara yang tidak benar,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Uskup mengajak seluruh hadirin untuk melakukan refleksi diri.
“Perjumpaan ini menjadi momen yang tepat untuk kita semua bertanya: Who am i? Siapa saya? Mengapa saya ada di sini? Untuk apa saya ada di bumi ini? Dan apa yang saya lakukan di dunia ini agar Tuhan berkenan menyediakan tempat yang sukacita bagi saya dalam kemuliaan-Nya? Pertanyaan-pertanyaan ini harus kita renungkan masing-masing, agar potensi dan bakat yang ada dalam diri kita dapat kita wujudkan dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ajaknya.
Ia menambahkan bahwa apa pun pilihan hidup yang diambil, baik itu menjadi pendeta, suster, membangun keluarga yang bahagia dan bertanggung jawab, maupun terlibat dalam pelayanan Gereja sebagai anggota dewan paroki, ketua stasi, atau sebagai pewarta Firman Tuhan, semuanya adalah peran yang mulia dan bermanfaat.
Selain itu, Uskup juga menyampaikan pesan peringatan melalui pembacaan Injil hari ini tentang kisah orang sakit kusta.
“Pada zaman orang Israel, penyakit kusta adalah penyakit yang sangat menakutkan dan mematikan. Namun sekarang, penyakit yang menjadi ancaman dan ketakutan kita bersama adalah penyakit-penyakit seperti HIV/AIDS, kecanduan alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang, penyakit akibat hubungan seks bebas, dan berbagai masalah kesehatan lainnya. Hal-hal inilah yang menjadi ‘kusta’ yang harus disembuhkan, dimurnikan, dan dibersihkan oleh Tuhan Yesus Kristus,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa hanya Tuhanlah yang dapat menyembuhkan manusia seutuhnya.
“Tuhan Yesus adalah Dokter yang sejati, Kristus Medikus. Hanya Dia yang dapat menyembuhkan tiga aspek kehidupan kita sekaligus: tubuh kita yang berupa daging dan darah, pikiran serta jiwa kita, dan juga kehidupan rohani kita. Manusia, sekalipun menjadi dokter terbaik, tidak akan mampu melakukan hal itu,” tegasnya.
Mengambil contoh dari kisah orang kusta dalam Injil, Uskup menutup khotbahnya dengan pesan yang menguatkan: “Orang kusta itu datang kepada Tuhan dengan permohonan yang tulus, dan Tuhan menjawabnya dengan berkata: ‘Aku mau, jadilah tahir.’ Kita juga harus melakukan hal yang sama: datanglah kepada Tuhan dengan memohon kesembuhan, karena hanya Dia yang mampu menyembuhkan kita dari segala penyakit dan kelemahan kita.”[*]
Editor: Admin