GORONTALO, JELATANEWSPAPUA.COM – Forum Solidaritas Mahasiswa Peduli HAM dan Demokrasi West Papua (FSMPMPW) di Gorontalo mengeluarkan pernyataan sikap mengenai situasi kemanusiaan di Papua. Pernyataan tersebut disampaikan pada Kamis, 9 Juli 2026, sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan keamanan, hak asasi manusia (HAM), dan kondisi masyarakat sipil di Tanah Papua.
Dalam pernyataannya, forum FSMPMPW Wilayah Gorontalo mengatakan bahwa situasi di Papua masih menjadi perhatian karena berbagai persoalan yang berkaitan dengan keamanan, perlindungan hak asasi manusia, serta dampak kemanusiaan yang dirasakan oleh masyarakat sipil. Menurut mereka, berbagai laporan dari lembaga nasional maupun internasional menunjukkan bahwa konflik yang berkepanjangan telah memengaruhi kehidupan warga, mulai dari rasa aman hingga akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan mata pencaharian.
Forum ini juga menilai persoalan kemanusiaan di Papua mencakup pengungsian warga akibat konflik bersenjata, trauma yang dialami masyarakat, terganggunya aktivitas pendidikan anak-anak, serta terbatasnya akses terhadap pelayanan dasar. Kondisi itu dinilai menjadi tantangan besar dalam upaya perlindungan hak-hak masyarakat sipil.
FSMPMPW berpandangan bahwa pendekatan keamanan perlu diimbangi dengan penghormatan terhadap hak asasi manusia, perlindungan masyarakat sipil, dialog, dan penyelesaian konflik secara damai agar kondisi kemanusiaan tidak semakin memburuk.
“Papua bukan hanya tentang konflik, tetapi juga tentang kehidupan masyarakat sipil yang berhak hidup aman, bermartabat, serta memperoleh akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan keadilan,” demikian salah satu isi pernyataan sikapnya.
Mengangkat isu sentral “Papua Darurat Militer dan Kemanusiaan”, forum menyampaikan enam poin tuntutan, yaitu:
- Mengutamakan perlindungan masyarakat sipil dalam setiap penanganan konflik di Papua.
- Mendorong seluruh pihak menghindari kekerasan dan mengedepankan penyelesaian secara damai.
- Mendesak penyelidikan yang independen, transparan, dan akuntabel terhadap setiap dugaan pelanggaran hak asasi manusia.
- Menjamin akses kemanusiaan bagi masyarakat terdampak, termasuk pengungsi, layanan kesehatan, pendidikan, dan bantuan sosial.
- Membuka ruang dialog yang inklusif dan bermartabat sebagai bagian dari upaya penyelesaian konflik secara berkelanjutan.
- Mengajak seluruh elemen bangsa bersama-sama membangun perdamaian yang berkeadilan serta menghormati martabat manusia.
Forum menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila hak-hak masyarakat dihormati, hukum ditegakkan secara adil, dan seluruh pihak memiliki komitmen untuk menghindari kekerasan.
Sebagai penutup, FSMPMPW menyerukan agar semua pihak mengutamakan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap penyelesaian persoalan di Papua.
“Hentikan kekerasan terhadap masyarakat sipil. Utamakan kemanusiaan. Tegakkan keadilan. Wujudkan perdamaian yang bermartabat di Papua,” kata mereka.
Pernyataan sikap ini diketahui mendapat dukungan dari sejumlah organisasi yang bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan, yakni KNPB Wilayah Gorontalo, LMID Wilayah Gorontalo, AMPTPI Wilayah Gorontalo, serta IMPIP Provinsi Gorontalo. [*]