PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Kepala Bidang (Kabid) Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai, Nopi I. Nawipa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada Bupati Paniai, Yampit Womaki Nawipa, A.Md.Tek., atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin bidang TK dan PAUD di lingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai.
Nopi Nawipa, mengatakan kepercayaan tersebut menjadi amanah untuk terus memperkuat tata kelola pendidikan anak usia dini di Kabupaten Paniai, termasuk memastikan seluruh satuan pendidikan TK dan PAUD berjalan sesuai ketentuan pemerintah.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Paniai, Yampit Womaki Nawipa, A.Md.Tek., atas kepercayaan yang diberikan kepada saya sebagai Kepala Bidang TK dan PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai. Kepercayaan ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami untuk terus meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kabupaten Paniai,” ujar Nopi Nawipa kepada wartawan, melalui via WhatsApp, pada Rabu (05/08/2026).
Nopi juga melaporkan bahwa pelaksanaan penamatan peserta didik TK dan PAUD Tahun Ajaran 2026 di Kabupaten Paniai telah berlangsung di sejumlah sekolah.
Menurutnya, hingga saat ini terdapat 31 TK dan PAUD yang telah menyelenggarakan penamatan dengan jumlah lulusan mencapai 515 siswa.
Sekolah-sekolah tersebut di antaranya : TK PAUD Galilea Emaibo, TK PAUD Negeri Bomaiyepito Kegouda, TK YPPK St. Fransiskus Asisi Epouto, TK YPPK St. Theresia Keniapa, TK PAUD Negeri Bobamo, TK Yapis Madi, TK PAUD Tunas Bangsa, TK PAUD Kepas Kopo, TK PAUD Sanhesi Madi, TK Betlehem Madi, TK PAUD El-Shadai Madi, TK PAUD Yapis Nunubado, TK PAUD YPPGI Enarotali, TK PAUD Yegeka, TK PAUD Kebaga Kogekotu, TK YPPK Enarotali, TK Negeri S. Degei Dagouto, TK PAUD Negeri Yikawapa, TK PAUD Negeri Dukubutu, TK PAUD Negeri Daida Kegama, TK PAUD Negeri Ekadide, TK PAUD Koda Mandiri, TK PAUD Debeigi, TK PAUD Bogodide, TK YPPK St. Yohanes Vianney Dauwagu, TK PAUD YPPGI Kebo I, TK PAUD Peniel Pugaida, TK YPPGI Uwamani, TK PAUD Tanaka Yagiyobutu, dan TK PAUD Imanuel Edikumeida.
“Pada tahun ajaran 2026, sebanyak 31 TK dan PAUD telah melaksanakan penamatan dengan jumlah lulusan sebanyak 515 siswa. Ini merupakan capaian yang patut kami syukuri karena menunjukkan bahwa layanan pendidikan anak usia dini terus berjalan,” kata Kepala Bidang TK-Paud.
Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai juga sedang menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait pentingnya pendidikan anak usia dini sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Kami telah menindaklanjuti surat edaran Kementerian Pendidikan yang menjadi acuan bahwa mulai tahun 2027 peserta didik yang akan melanjutkan ke jenjang SD diwajibkan memiliki ijazah atau bukti kelulusan dari TK atau PAUD. Karena itu kami mulai melakukan penataan sejak sekarang agar seluruh sekolah siap menjalankan kebijakan tersebut,” ujar Nopi Nawipa.
Nopi mengungkapkan, secara keseluruhan Kabupaten Paniai memiliki 87 TK dan PAUD.
Namun, hingga saat ini baru 31 sekolah yang telah menyelenggarakan penamatan, sementara 53 sekolah lainnya masih diminta segera menyampaikan laporan perkembangan kegiatan.
“Kami sudah meminta seluruh TK dan PAUD yang belum melaksanakan penamatan agar segera menyampaikan progres kepada Dinas Pendidikan. Kami telah memberikan batas waktu. Apabila tidak memenuhi ketentuan administrasi yang telah ditetapkan, maka kami akan menyurati Pusdatin untuk proses evaluasi hingga pencabutan NPSN sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Menurut Nopi Nawipa, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan agar seluruh satuan pendidikan memiliki administrasi yang tertib dan tetap aktif menjalankan proses pembelajaran.
Selain itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai juga sedang menyiapkan program penguatan layanan pendidikan melalui konsep satu atap antara TK/PAUD dan SD.
“Ke depan kami akan mengembangkan konsep TK dan SD satu atap, khususnya bagi TK dan PAUD yang aktif tetapi belum memiliki ruang belajar yang memadai. Kami akan bekerja sama dengan SD terdekat sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan dengan baik,” kata Kabid TK-Paud Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai aktif.
Ia mengatakan program tersebut diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan administrasi pendidikan, termasuk penerbitan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) yang selama ini masih menjadi kendala bagi sebagian peserta didik.
“Tahun ini kami menemukan masih banyak siswa yang mengalami kendala dalam penerbitan NISN. Karena itu kami ingin melakukan pembenahan sejak awal agar pada tahun ajaran berikutnya persoalan tersebut tidak terulang lagi,” bebernya.
Nawipa menambahkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini juga terus meningkat.
“Puji Tuhan, pada penerimaan peserta didik baru tahun ini jumlah pendaftar di 31 TK dan PAUD mencapai sekitar 700 siswa. Ini menunjukkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan usia dini semakin baik,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai berkomitmen membangun pendidikan melalui kerja nyata.
“Memajukan pendidikan di Paniai bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui kerja nyata. Kami bersama seluruh tenaga pendidik terus berupaya semaksimal mungkin agar kualitas pendidikan di Kabupaten Paniai semakin baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nopi juga melaporkan perkembangan pembinaan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) di Kabupaten Paniai.
Menurutnya, saat ini terdapat 28 PKBM yang sedang dilakukan pendataan dan evaluasi secara menyeluruh.
“Kami sedang mengumpulkan seluruh data PKBM di Kabupaten Paniai. Kami juga melakukan pemetaan antara PKBM yang menyelenggarakan Paket A, Paket B, Paket C maupun PKBM yang bergerak pada program Life Skill,” jelasnya.
Ia menambahkan, proses evaluasi tersebut juga bertujuan untuk mengetahui PKBM yang masih aktif maupun yang sudah tidak lagi menjalankan kegiatan pendidikan.
“Kami ingin memastikan PKBM yang benar-benar aktif dapat terus dibina dan dikembangkan, sedangkan yang tidak lagi menjalankan aktivitas akan dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Nopi Nawipa, S.Pd., M.Pd.