PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai kembali melaksanakan sosialisasi pencegahan HIV/AIDS kepada ratusan siswa-siswi SMP Negeri 1 Aradide. Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara KPA Kabupaten Paniai dan Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai dalam memperkuat edukasi kesehatan bagi pelajar.
Sosialisasi berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Aradide, Jalan Trans Paniai–Intan Jaya, Kampung Toyaimoti, Distrik Aradide, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan dihadiri kepala sekolah, dewan guru, serta ratusan siswa.
Kepala SMP Negeri 1 Aradide, Nicolaus Kadepa, S.Pd.K., M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada KPA Kabupaten Paniai yang telah memenuhi undangan sekolah untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan HIV/AIDS kepada para peserta didik.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada KPA Kabupaten Paniai yang telah hadir memberikan pengetahuan kepada anak-anak kami. Edukasi seperti ini sangat penting agar para siswa memahami sejak dini bahaya HIV/AIDS serta mampu menjaga diri dari perilaku yang berisiko,” ujar Nicolaus.
Ia mengatakan masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan karakter dan pengambilan keputusan. Karena itu, para pelajar perlu dibekali informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi, pergaulan yang sehat, dan upaya pencegahan HIV/AIDS.
“Harapan kami, materi yang diberikan hari ini menjadi bekal bagi anak-anak untuk menjaga masa depan mereka, menghindari pergaulan berisiko, serta mampu menjadi contoh bagi teman-temannya,” katanya.
Sementara itu, Ketua KPA Kabupaten Paniai yang diwakili Sekretaris KPA, Agustinus Muyapa, S.H., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi dari kerja sama antara KPA dan Dinas Pendidikan Kabupaten Paniai untuk memperluas edukasi pencegahan HIV/AIDS di lingkungan sekolah.
“Kami hadir karena ada komitmen bersama melalui MoU dengan Dinas Pendidikan. Tujuannya agar edukasi tentang HIV/AIDS dapat menjangkau para pelajar sebagai generasi muda yang perlu memperoleh informasi yang benar sejak dini,” kata Agustinus.
Menurutnya, pencegahan merupakan langkah paling efektif dalam menekan penyebaran HIV/AIDS. Karena itu, pendidikan dan penyuluhan kepada pelajar harus dilakukan secara berkelanjutan.
“Kami berharap para siswa tidak hanya memahami cara pencegahan HIV/AIDS, tetapi juga menjauhi perilaku berisiko, menghargai diri sendiri, serta tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV. Pengetahuan yang benar akan membantu mereka mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Materi sosialisasi disampaikan oleh Yosua Yogi, S.Kep., Ners, yang mengulas pengertian HIV dan AIDS, perbedaan keduanya, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, serta pentingnya menghindari perilaku berisiko sejak usia remaja.
Yogi, menekankan bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial sehari-hari seperti berjabat tangan, belajar bersama, atau berbagi tempat duduk. Ia mengajak para siswa untuk tidak mudah mempercayai informasi yang keliru mengenai HIV/AIDS.
“Generasi muda harus menjadi pelopor hidup sehat. Hindari penyalahgunaan narkoba, jauhi seks berisiko, dan bangun pergaulan yang positif. Pengetahuan adalah benteng utama untuk melindungi diri dari HIV/AIDS,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa tampak antusias mengikuti materi dan aktif mengajukan pertanyaan kepada narasumber. KPA Kabupaten Paniai berharap sosialisasi tersebut dapat meningkatkan pengetahuan, kesadaran, serta membangun perilaku hidup sehat di kalangan pelajar sebagai bagian dari upaya menekan penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Paniai.