DEIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Panitia Nasional Doa Rekonsiliasi Bangsa Papua Barat resmi mengumumkan pelaksanaan kegiatan Doa Sakral Bangsa Papua Barat yang akan berlangsung pada 24 hingga 30 Juli 2026 di wilayah Meepago. Kegiatan ini ditetapkan sebagai langkah awal peletakan landasan dasar peradaban kehidupan bangsa Papua Barat.
Pengumuman tersebut tertuang dalam Pemberitahuan resmi bernomor 002/PN-DRBP/VII/2026, yang diterima media ini di Dogiyai pada Rabu [22/07].
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian besar Doa Rekonsiliasi Bangsa Papua Barat, yang dipimpin langsung oleh Pemimpin Spiritual Adat Bangsa Papua Barat. Pemimpin ini mewakili tujuh wilayah adat serta lebih dari 250 suku bangsa yang tersebar di seluruh tanah Papua.
Dalam keterangan tertulisnya, panitia menyatakan bahwa acara ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual, mempererat persaudaraan, memperdalam rekonsiliasi, menjunjung tinggi martabat manusia, serta menghargai adat istiadat dan warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat Papua.
Sementara itu, panitia mengajak seluruh rakyat Papua Barat, baik yang berada di tanah air maupun di perantauan dalam dan luar negeri, untuk melaksanakan hal-hal berikut:
1. Berpartisipasi sepenuhnya: Meliburkan diri dari segala aktivitas pada 24-30 Juli 2026 dan mendedikasikan waktu untuk berdoa serta mengikuti kegiatan sesuai kemampuan masing-masing.
2. Menjaga suasana damai: Menciptakan lingkungan yang tenang, saling menghormati, memperkuat ikatan persaudaraan, serta mendorong sikap rekonsiliasi dalam kehidupan sehari-hari.
3. Mendukung pelaksanaan acara: Menjaga ketertiban dan mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh rasa hormat.
Panitia berharap kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh rakyat Papua Barat serta seluruh makhluk ciptaan Tuhan di mana pun berada. Melalui doa sakral ini, diharapkan Tuhan Yang Maha Kuasa melimpahkan hikmat, berkat, damai, dan sejahtera bagi seluruh rakyat Papua Barat, manusia, serta seluruh isi dunia.***