JAYAPURA , JELATANEWSPAPUA.COM – Lembaga Dewan Nieuw Guinea Raad Fraksi Meepago telah menyampaikan pernyataan resmi dalam rangka memperingati 55 tahun Proklamasi Kemerdekaan Papua Barat. Proklamasi tersebut pertama kali dibacakan di Victoria, Desa Waris, pada 1 Juli 1971, dan peringatan ke-55 tahunnya jatuh tepat pada 1 Juli 2026.
Dalam pernyataannya yang diterima media ini pada Kamis, lembaga tersebut menegaskan bahwa proklamasi 55 tahun silam merupakan wujud protes masyarakat Papua Barat kepada dunia internasional. Protes ini terkait dengan pelaksanaan Act of Free Choice [AFC] atau Penentuan Pendapat Rakyat [Pepera] tahun 1969 yang dinilai tidak jujur. Dikatakan bahwa dalam proses tersebut, prinsip demokrasi “satu orang, satu suara” diubah menjadi “satu kabupaten, satu suara”.
Memanfaatkan momentum peringatan ini, Nieuw Guinea Raad menyerukan kepada Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa [PBB] untuk segera melakukan intervensi internasional. Seruan ini terkait dengan kehadiran militer Indonesia serta penanganan krisis kemanusiaan yang terus terjadi di wilayah Papua Barat.
Ketua Dewan Nieuw Guinea Raad Wilayah Meepago, Gerson Pigai, dalam pernyataannya juga menyampaikan harapan kepada Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat [TPNPB]. Ia berharap TPNPB, sebagai satu-satunya sayap militer organisasi perjuangan kemerdekaan Papua Barat, akan terus meningkatkan strategi dan manajemen perjuangan bersenjata hingga cita-cita kemerdekaan Papua Barat tercapai.
“Persatuan Tanpa Batas, Perjuangan Sampai Menang, Papua Merdeka” tutup pernyataan tersebut.***
Editor: Aleks Waine