MOANEMANI, JELATANEWSPAPUA.COM – Kegiatan Kamapi Youth Day atau KYD bukanlah kegiatan insidental atau digelar hanya berdasarkan situasi tertentu, melainkan program tetap Dekenat Kamuu, Mapia, dan Piyaiye [KAMAPI] yang telah dirancang dan dilaksanakan secara rutin sejak 15 tahun silam hingga kini. Kegiatan ini wajib diikuti dan disukseskan oleh 11 paroki yang ada di wilayah Dekenat KAMAPI setiap tahunnya.
Pernyataan itu disampaikan Pastor Rufinus Madai, Pr, selaku Pastor Dekan Dekenat Kamuu, Mapia, dan Piyaiye, usai penutupan resmi Kamapi Youth Day ke-5 Tahun 2026 pada Rabu, 1 Juli 2026 di halaman Gereja Katolik St. Maria Imaculata Moanemani.
Menurut Pastor Rufinus, Gereja memprogramkan kegiatan ini dengan tujuan agar orang muda dapat hidup, bertumbuh, berkembang, dan menjadi dewasa dalam iman di tengah Gereja.
“Harapan Gereja, kaum muda tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berilmu, beretika, dan berkelakuan baik, serta menghayati nasihat orang tua, nilai luhur leluhur, maupun ajaran dan perintah Injil,” ujarnya.
Pembinaan ini dinilai penting guna mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan dan perubahan zaman yang terus berkembang. Para peserta dibekali pengetahuan iman, akal budi, nilai moral, serta pemahaman budaya dan adat istiadat sebagai bekal utama agar mampu menyikapi segala situasi dengan bijak.
Pembinaan dilakukan secara bersama-sama oleh pihak Gereja, Dewan Paroki, tim pengurus, para pembina, serta komisi kepemudaan di setiap paroki. Diharapkan kelak kaum muda menjadi pribadi yang berguna, bijaksana, dan berhikmat, sekaligus menjadi pelaku pembangunan serta saksi Firman Tuhan yang aktif membangun persekutuan umat Allah di wilayah Dekenat Kamuu, Mapia, dan Piyaiye, Kabupaten Dogiyai secara luas.
Pastor Dekan juga mengumumkan bahwa penyelenggaraan Kamapi Youth Day ke-6 Tahun 2027 akan dipusatkan di Paroki Santa Maria Bunda Rosario Modio. Seluruh orang muda dari 11 paroki se-Dekenat akan berkumpul kembali di disana.
Ia berpesan kepada umat dan pengurus Paroki Modio selaku tuan rumah untuk segera memulai persiapan.
“Kami berharap seluruh pihak yang berkenan dapat memberikan bantuan dan dukungan dalam bentuk apa pun demi kelancaran dan kesuksesan kegiatan tahun mendatang,” tutupnya.

Pada kesempatan dan lokasi yang sama, Alex Tagi, Ketua Panitia Kamapi Youth Day ke-5 Tahun 2026, menyampaikan bahwa secara umum seluruh kebutuhan kegiatan, termasuk penyediaan makan dan minum, terpenuhi dengan lengkap. Terkait situasi keamanan selama enam hari pelaksanaan, panitia telah melayangkan surat pemberitahuan resmi kepada Polres Dogiyai, jajaran TNI, dan Polri. Berkat koordinasi tersebut, kondisi di lingkungan gereja tetap aman dan terkendali sehingga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
“Apapun yang terjadi di dalam area kegiatan menjadi tanggung jawab penuh kami selaku panitia,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan pesan khusus bagi orang muda Katolik agar menjadi tulang punggung gereja dimasing-masing paroki.
“Kaum muda adalah tulang punggung Gereja. Sebagai tulang punggung, kita tidak boleh lemah atau ‘sakit’. Jika generasi muda lemah, maka perkembangan dan kehidupan Gereja pun akan terhenti,” ujarnya.
Ia mengajak peserta senantiasa bersikap optimis dan tidak mudah pesimis, terlebih bagi mereka yang dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan. Selain semangat, menjaga kesehatan jasmani dan rohani juga menjadi perhatian utama.
“Dengan tubuh dan jiwa yang sehat, kita mampu berkarya dan berperan aktif, baik di lingkungan Gereja, dalam pemerintahan, kehidupan bermasyarakat, maupun di dalam keluarga masing-masing,” tutupnya.