PANIAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Paniai menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan HIV/AIDS bagi siswa-siswi baru SMA Negeri 1 Paniai dalam rangka Masa Orientasi Sekolah (MOS), yang berlangsung di ruang-ruang kelas SMA Negeri 1 Paniai, Nunudagi, Enarotali, Kabupaten Paniai, Papua Tengah, Kamis (16/07/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran generasi muda mengenai bahaya HIV/AIDS, cara penularan, upaya pencegahan, serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat sejak usia sekolah.
Sosialisasi dibagi menjadi tiga gugus, dengan masing-masing gugus diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri atas siswa baru, pengurus OSIS, dan panitia MOS.
Pada Gugus 1, materi disampaikan oleh Kosmas Kudubun, S.Tr.Kes, dengan moderator Jubal Nawipa, S.IP. Gugus 2 menghadirkan narasumber Muhammad Rusdin, S.Tr.Kes yang dipandu moderator Mia Yogi, S.Pd. Sementara pada Gugus 3, materi disampaikan oleh Victor Siregar, Amd.Kep dengan moderator Hans Degei.

Dalam pemaparannya, para narasumber menjelaskan pengertian HIV dan AIDS, cara penularan, langkah-langkah pencegahan, pentingnya menghindari perilaku berisiko, serta mengajak para siswa untuk tidak memberikan stigma maupun diskriminasi terhadap Orang dengan HIV (ODHIV).
Perwakilan narasumber, Kosmas Kudubun, S.Tr.Kes, mengatakan bahwa edukasi sejak dini sangat penting agar para pelajar memiliki pemahaman yang benar mengenai HIV/AIDS.
“Kami berharap para siswa dapat menjadi generasi yang sehat, memiliki pengetahuan yang benar tentang HIV/AIDS, serta mampu menjaga diri dari perilaku yang berisiko. Informasi yang benar akan membantu mencegah penyebaran HIV di kalangan generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Paniai, Sepanya Yogi, S.IP, menyampaikan apresiasi kepada pihak SMA Negeri 1 Paniai yang telah memberikan kesempatan kepada KPA untuk memberikan edukasi kepada peserta didik baru.
Menurutnya, sekolah merupakan tempat yang tepat untuk membangun kesadaran dan karakter generasi muda dalam menjaga kesehatan reproduksi serta mencegah penyebaran HIV/AIDS.
“Kami berharap materi yang diterima hari ini dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk menjaga kesehatan, menjauhi perilaku berisiko, dan menjadi agen edukasi di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” katanya.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta tampak antusias mengikuti materi. Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, di mana sejumlah siswa mengajukan pertanyaan mengenai cara penularan HIV, upaya pencegahan, serta pentingnya tidak mendiskriminasi orang yang hidup dengan HIV.
Salah satu perwakilan siswa mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari kegiatan tersebut dan berharap sosialisasi serupa dapat terus dilaksanakan di sekolah.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan foto bersama antara pengurus KPA Kabupaten Paniai, narasumber, guru, panitia MOS, serta seluruh peserta sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen mendukung upaya pencegahan HIV/AIDS di kalangan pelajar. [*]