NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Ketua Umum Asosiasi Desain Grafis (ADG) Anigou Papua Yoka Provinsi Papua Tengah, Naftali Pekei, mengajak generasi muda Papua untuk mengambil peran aktif dalam perkembangan industri kreatif dengan menjadi pelaku usaha di bidang desain grafis.
Menurutnya, anak-anak Papua tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan ekonomi kreatif, tetapi harus mampu berdiri sebagai pencipta karya dan pembuka lapangan pekerjaan di tanah kelahirannya sendiri.
Naftali menuturkan bahwa kemajuan teknologi saat ini telah menghadirkan berbagai peluang baru, termasuk bagi Orang Asli Papua yang memiliki minat dan bakat di bidang desain grafis. Oleh karena itu, kehadiran ADG Anigou Papua Yoka Papua Tengah diharapkan dapat menjadi wadah pembinaan dan pengembangan kapasitas generasi muda Papua agar memiliki keterampilan yang memadai.
“Anak-anak Papua jangan hanya menjadi penonton di negeri sendiri. Kita harus menjadi pelaku usaha desain grafis, menciptakan lapangan kerja, menghasilkan karya terbaik, dan membuktikan bahwa putra-putri Papua mampu bersaing melalui kreativitas dan inovasi,” ujar Naftali Pekei, kepada awak media, Rabu (10/6/2026).
Lebih jauh Ia menjelaskan, ADG Anigou Papua Yoka dibentuk sebagai ruang belajar bagi anak-anak Papua untuk mengenal, mempelajari, hingga menguasai ilmu desain grafis secara profesional. Organisasi tersebut juga berkomitmen membangun sumber daya manusia Papua yang kreatif, inovatif, memiliki karakter kuat, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja dan dunia usaha.
Sementara itu, Sekretaris Umum ADG, Despia Yeimo, mengatakan bahwa kemampuan desain grafis yang dimiliki para anggota saat ini perlu terus diasah melalui proses belajar yang berkelanjutan.
Menurutnya, keterbatasan pengetahuan yang dimiliki bukan menjadi penghalang untuk berkembang, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Sedikit ilmu pengetahuan desain grafis yang kita miliki harus kita syukuri dan mantapkan. Kehadiran ADG bukan sekadar organisasi, tetapi tempat belajar, berlatih, mendidik, serta saling berbagi pengalaman agar anak-anak Papua semakin berkembang dan percaya diri,” katanya.
Despia juga berharap Pemerintah Provinsi Papua Tengah bersama pemerintah di delapan kabupaten dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan sumber daya manusia Orang Asli Papua, khususnya di sektor industri kreatif.
Menurutnya, dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan generasi Papua yang mandiri dan mampu bersaing dalam bidang desain grafis.
“Kami berharap pemerintah hadir memberikan perhatian dan dukungan nyata. Dengan demikian, kita dapat mencetak sumber daya manusia Papua yang berkualitas, mandiri, dan mampu bersaing di bidang desain grafis. Ini bukan hanya tentang desain, tetapi tentang masa depan generasi Papua,” ungkapnya.
ADG Anigou Papua Yoka Papua Tengah, menegaskan komitmennya untuk terus menjadi rumah belajar bagi para desainer muda Papua. Selain meningkatkan kompetensi, organisasi ini juga berupaya memperkuat semangat persaudaraan serta melahirkan karya-karya kreatif yang mampu memperkenalkan identitas dan kekayaan budaya Papua kepada masyarakat yang lebih luas.
Editor Derek Kobepa