DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Kepala Distrik Mapia Tengah, Sebastianus Pugiye, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai atas penyaluran bantuan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk pembangunan kembali dua rumah ibadah yang hangus terbakar di wilayahnya.
Hal itu disampaikan saat penyerahan bantuan secara simbolis di Kampung Putapa, Distrik Mapia Tengah, Jumat (09/10).
“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Bapak Bupati Dogiyai atas semua bantuan yang telah diberikan kepada kami, khususnya untuk pembangunan kembali Gereja Santa Maria Magdalena di Putapa dan Gereja Kalvari di Kampung Megaikebo yang belum lama ini hangus terbakar,” ujar Pugiye.
Ia menjelaskan bahwa kedua bangunan tersebut dibangun sepenuhnya atas swadaya dan kemandirian umat, tanpa memiliki dana cadangan.
“Kita tahu bahwa gereja itu dibangun dari usaha mandiri umat dan tidak memiliki dana sendiri. Oleh karena itu, bantuan yang disalurkan oleh Pemerintah Kabupaten Dogiyai melalui Bapak Bupati dan BPBD Kabupaten Dogiyai sungguh sangat membantu kami dalam menopang umat serta jemaat di tempat ini,” tambahnya.
Sebastianus mengungkapkan bahwa pihaknya tidak memiliki sesuatu yang berharga untuk membalas kebaikan pemerintah.
“Kami mungkin tidak dapat membalas kebaikan ini dengan apa pun. Namun, doa tulus dari seluruh umat dan jemaat selalu menyertai Bapak Bupati dan Kepala BPBD Kabupaten Dogiyai. Semoga Tuhan senantiasa memberkati tugas dan pelayanan Bapak sekalian,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolik Santa Maria Magdalena Putapa, Stefanus Degei, memaparkan rincian kerugian pascakebakaran sekaligus menyampaikan apresiasi dan harapan kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai.
Musibah kebakaran terjadi pada Minggu siang, 19 Januari 2025. Berdasarkan laporan pihak gereja, umat, Pastor Paroki, serta hasil pemeriksaan di Tempat Kejadian Perkara (TKP), kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp1,8 miliar. Angka tersebut mencakup bangunan asli, hasil dua kali renovasi, serta perabot dan fasilitas penunjang lainnya.
“Sejak terjadinya musibah hingga saat ini, kami bersama panitia terus berupaya. Proses rekonsiliasi telah dilakukan pada Desember 2025 sebagai langkah awal sebelum pembangunan kembali dimulai. Kami memulai dari nol, membersihkan lokasi, menyiapkan lahan, dan berusaha mengumpulkan dana sendiri. Bantuan dari pemerintah yang disalurkan saat ini adalah bantuan pertama yang kami terima,” jelas Degei.
Ia menambahkan bahwa pembangunan kembali tetap akan dilaksanakan secara bertahap bersama umat, namun tantangan belum sepenuhnya teratasi.
“Kami tetap berharap dukungan berkelanjutan dari pemerintah, mengingat biaya transportasi dan logistik di wilayah ini cukup besar. Di samping itu, atas nama seluruh umat dan masyarakat, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Dogiyai atas kunjungan dan perhatian yang diberikan,” imbuhnya.
Stefanus menegaskan, kehadiran langsung Bupati di lokasi tersebut memiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat.
“Kampung ini belum pernah dikunjungi oleh Bupati sebelumnya, baik saat wilayah ini masih berada di bawah Kabupaten Nabire maupun setelah menjadi bagian dari Kabupaten Dogiyai. Meskipun ini baru awal, kunjungan ini sangat berarti karena Bapak Bupati hadir melihat langsung kondisi kami di sini. Ini adalah wujud nyata kehadiran pemerintah yang sungguh membangun,” tutup Degei.***