NABIRE, JELATANEWSPAPUA.COM – Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Dogiyai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Dogiyai atas kunjungannya ke stand produk Kopi Arabika Dogiyai dalam Festival Kopi yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah selama dua hari, pada 29-30 Oktober 2026, di Aula KSK Nabire.
Hal itu disampaikan Sekretaris BPC HIPMI Kabupaten Dogiyai, Martinus Dogomo, kepada wartawan di Aula Gereja Katolik Kristus Sahabat Kita, Nabire, Jumat (30/10).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Dogiyai melihat secara langsung berbagai produk kopi lokal yang dipasarkan oleh para petani kopi, sekaligus mengunjungi stand seduh kopi yang menyajikan ketiga produk unggulan kabupaten Dogiyai.
Tiga produk kopi lokal yang dipromosikan meliputi Kopi P5 Moanemani, Kopi Modio, dan Kopi Kobowi Idakeko. Ketiganya merupakan potensi kopi unggulan Dogiyai yang terus dikembangkan agar semakin dikenal masyarakat luas.
Martinus menilai kunjungan Bupati tersebut sebagai bentuk perhatian dan dukungan nyata terhadap pengembangan usaha anak muda, pemberdayaan petani kopi, serta promosi produk unggulan Dogiyai.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Bupati Dogiyai atas kunjungan ke stand produk Kopi Arabika Dogiyai. Kami berharap perhatian ini menjadi motivasi bagi petani kopi Dogiyai dan pelaku usaha lokal untuk terus mengembangkan potensi kopi Dogiyai agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Melalui stand produk dan stand seduh kopi, BPC HIPMI Dogiyai berupaya memperkenalkan cita rasa asli kopi Arabika Dogiyai sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya para petani kopi dan pelaku usaha lokal.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Dogiyai Yudas Tebai menyampaikan komitmen pemerintah daerah sekaligus pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghargai proses pembangunan dan tidak mencari jalan pintas. Bupati turut mencontohkan pengalaman Insnyur Tebai, yang dulunya adalah seorang guru di daerah pedalaman Papua Tengah.
“Ke depannya, jika anggaran tersedia, kami pasti akan terus membantu. Pelatihan tidak akan dilakukan di ruangan saja, tetapi langsung turun ke lapangan. Tujuannya agar hasilnya lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Bupati mengingatkan agar petani kopi dan pemuda tidak berpikir instan. Kemajuan harus diraih dengan kerja keras dan kreativitas.
“Jangan berpikir instan. Harus bekerja, berkreasi, dan tetap produktif. Berhentilah sejenak dari kebiasaan yang tidak bermanfaat, lalu mulai berkreasi dan berusaha. Kita semua bisa berkarya,” tutupnya.[]