DOGIYAI, JELATANEWSPAPUA.COM – Gedung Gereja baru Paroki Santa Maria Ratu Rosari, Idakebo, Dekenat Kamuu-Mapia, Keuskupan Timika, resmi diberkati dan diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan. Peresmian yang penuh haru ini dihadiri sejumlah umat, jajaran pimpinan gereja, serta pemerintah Kabupaten Dogiyai, pada Kamis [07/10].
Dalam sambutannya, Bupati Yudas Tebai menyampaikan bahwa bangunan ini lahir dari keringat, air mata, dan pengorbanan seluruh umat, dibangun dari hasil jualan kebun, ubi, sayur, buah, hingga memikul batu dan pasir dari sungai ke lokasi pembangunan.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekedar meresmikan gedung, melainkan mengembalikan Rumah Tuhan kepada Pemiliknya. Semua ini telah diberkati dan serahkan sepenuhnya kepada Tuhan demi kemuliaan nama-Nya,” ujarnya.
Hadir bukan hanya sebagai pejabat negara, melainkan sebagai anak dan bagian dari umat, Bupati menegaskan bahwa pemerintah membangun infrastruktur fisik jalan, konektivitas, sumber daya manusia demi mewujudkan tanah yang aman dan damai. Namun hari ini, ia menemukan harta berlimpah bukan dari kebun, melainkan dari kebersamaan umat.
“Apa gunanya jalan aspal mulus dan hasil kebun berlimpah, jika hati kita kosong, jika Paroki, stasi, kampung, dan kabupaten kita tidak damai?” tanyanya.
Sementara itu, Ia menyebut gereja ini sebagai infrastruktur rohani.
“Jika jalan putus, jalan Tuhan tidak boleh putus. Gereja inilah yang menyambungkan hati kita. Jika pemerintah membangun jalan beton, gereja membangun jalan menuju surga,” tegas Tebai.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya kerukunan antarumat beragama, Katolik, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Muslim, Hindu, Buddha, dan semua denominasi, bergandengan tangan menjaga kedamaian. Pemerintah telah membantu pembangunan rumah ibadah berbagai keyakinan, bukan dilihat dari nilainya, melainkan dari manfaatnya bagi iman dan persatuan.
“Segala bantuan yang kami berikan, semoga memperkokoh iman setiap orang. Tuhan mencatat setiap karya baik yang kita lakukan,” Tutupnya.***